Jun 5, 2012

Advertisement

Edirne, Kemilau Masa Lalu Kesultanan Ottoman Turki

Advertisement


Edirne tahun  1688

Nama kota ini baru kami dengar beberapa saat setelah kami merencanakan liburan ke Istanbul. Informasinya kami dapatkan di sebuah buku dan kota ini sebenarnya bukan sebuah destinasi wisata populer Turki untuk para traveller. Tapi kami menjadwalkan pergi ke kota ini karena berhubungan erat dengan sejarah dan hanya melakukan day trip atau perjalanan 1 hari tanpa menginap karena hanya berjarak 2,5 jam perjalanan dari Istanbul.

Edirne (dibaca : eh-deer-neh) adalah sebuah kota kecil yang terletak 260 km sebelah barat laut Istanbul. Berbatasan langsung dengan Yunani dan Bulgaria, hanya 7 km dari perbatasan Yunani dan 20 km dari perbatasan Bulgaria. Ada beberapa sebutan untuk kota ini, pada jaman kekaisaran Romawi kota ini bernama Adrianapolis, sebuah nama dari seorang Kaisar Romawi Hadrian. Orang-orang Inggris menyebutnya dengan Adrianople, orang Bulgaria menyebutnya Odrin, orang Macedonia dan Albania menyebut dengan Edrene dan orang Serbia menyebutnya Jedrene.

Sejak jaman Yunani kuno, Edirne menjadi kota paling diperebutkan karena letak geografisnya yang strategis. Kota ini merupakan jalur utama Eropa menuju Istanbul, Bosphorus dan Asia. Sehingga karena posisinya ini tak kurang dari 16 pertempuran besar pernah terjadi di Edirne.

Dan terhitung sejak tahun 1365 - 1453 kota Edirne menjadi ibukota Kekaisaran Ottoman sebelum jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki. Bahkan setelah Konstantinopel menjadi ibukota, Edirne masih menjadi kota terpenting dan menjadi semacam ibukota kedua bagi Kekaisaran Ottoman saat itu. Pada tahun 1700-1750, Edirne pernah menjadi kota terbesar keempat di Eropa, dengan populasi penduduk sekitar 350.000 orang.

Transportasi ke Edirne

Kunjungan ke luar kota Istanbul ini kami lakukan pada hari 3 liburan kami. Sebenarnya waktu itu kami berangkat agak kesiangan. Pukul 9.00 pagi baru keluar dari hotel. Untuk day trip disarankan berangkat sepagi mungkin agar leluasa berkeliling kota ketika berada di sana. Tapi anggota kami 5 orang termasuk 3 anak jadi ya untuk berangkat pagi-pagi sekali agak mengalami kesulitan, karena persiapannya yang cukup ribet. Ya sudahlah... daripada tidak berangkat sama sekali.

Ada 2 alternatif transportasi menuju Edirne, dengan kereta atau dengan bus. Menurut resepsionis hotel, kalau dengan kereta memakan waktu sekitar 4 jam dengan jadwal yang sudah ada yaitu 2 kali sehari, jam 8.30 pagi dan 3.50 sore berangkat dari stasiun Sirkeci jadi untuk day trip tentu tidak disarankan. Sedangkan dengan bus hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dengan interval keberangkatan setiap 30 menit. Pihak hotel menawari kami car rental, tapi tidak kami ambil karena mahal banget, 300 Euro sehari.

Kami memutuskan naik bus saja yang jelas lebih fleksibel. Dari Sultanahmet, kami naik taxi menuju Otogar, jangan menyebut bus station untuk terminal bus, sopir taxi pasti akan sedikit kebingungan (sopir taxi jarang bisa berbahasa Inggris). Cukup jauh jaraknya, memakan waktu sekitar 30 menit dan ongkos taxi yang harus kami bayar adalah 55 TL.

Karena waktu kami sudah mepet jadi untuk menghemat waktu kami memutuskan menggunakan taxi walaupun lumayan mahal. Jika naik Tramvay dan Metro cukup mengeluarkan ongkos total 4 TL saja per orang. Dari stasiun Sultanahmet naik T1 turun di interchange Zeitinburnu lalu naik M1 (jalur merah) ke arah Otogar. Atau dari Sultanahmet (T1) turun Aksarai lanjut dengan M1 ke Otogar.


Otogar


Terminal bus di Istanbul cukup luas, karena melayani ke berbagai jurusan ke seluruh wilayah Turki termasuk di bagian Asia. Masing-masing jurusan dikelompokkan dengan nomor. Misalnya bus jurusan Edirne di terminal nomor 103-116, jurusan Cappadocia di terminal nomor 8 - 59 dan lain sebagainya. Sempat bingung waktu ditanya oleh sopir taxi, mau ke terminal nomor berapa? Akhirnya kami sembarang turun saja, lalu menanyakan pada seorang polisi terminal untuk bus jurusan Edirne. 


Ada 2 perusahaan bus besar yang melayani rute Istanbul-Edirne yaitu Metro dan Ulusoy. Kebetulan kami memilih bus Metro kemudian segera membeli tiket. Waktu menunjukkan jam 9.45 dan bus berangkat jam 10.00, untunglah tidak terlalu lama menunggu. Harga tiket per orang adalah 25 TL tapi untuk anak-anak dibawah 12 tahun hanya dikenakan 18 TL saja. Kami langsung membeli tiket 2 way, kami pikir dapat diskon ternyata sama saja harganya hehehe.... rencananya kami kembali jam 17.00.


Sepanjang perjalanan, cuaca tidak cukup baik waktu itu, mendung disertai gerimis. Melewati jalan tol yang relatif sepi sehingga melancarkan perjalanan. Pemandangan lahan pertanian modern khas Eropa sungguh membuat perjalanan 2,5 jam itu tidak membosankan. Kata suami yang pernah berkunjung ke Perancis, di luar kota Perancis pemandangannya persis seperti ini. Uniknya selama perjalanan, saya yang kebetulan di sisi jendela hampir tidak pernah berpapasan dengan mobil pribadi mungkin hanya 2 kali saja saya menemuinya. Saya jadi berpikir, mungkin karena pelayanan angkutan umumnya sebagus ini atau karena harga bensin di Turki mahal ya...?


Ladang pertanian sepanjang perjalanan Istanbul-Edirne


Sampai di Edirne Otogar waktu menunjukkan jam 12.20 lebih cepat 10 menit dari perkiraan. Suhu udara waktu itu cukup dingin ditambah dengan hujan kecil disertai angin. Edirne rupanya berada di dataran tinggi, tak heran suhu udaranya lebih dingin dari Istanbul. It's trully Europe... Kita di Eropa sekarang!! Teriak saya (dalam hati). Jika di Istanbul kita masih bisa melihat aroma Asia, tapi di Edirne kita benar-benar berada di Eropa. Dan sebenarnya selangkah lagi kalau punya visa Schengen bisa menyeberang ke Yunani atau Bulgaria.

Untuk menuju pusat kota, perusahaan bus besar seperti Metro dan Ulusoy menyediakan shuttlebus gratis. Sempat bingung mencari shuttlebus gratis itu, dan beberapa kali menanyakan pada petugas tapi nggak nyambung karena bahasa yang tidak kami mengerti. Untunglah ada petugas yang mengerti maksud kami, sehingga kami menunggu sekitar 10 menit sampai busnya datang.

Suasana kota tidak sepadat dan seramai Istanbul. Kontur tanahnya berbukit-bukit sama dengan Istanbul. Saya rasa mirip kota Malang di Jawa Timur deh.. hehehe.. 

Masjid Selemiye

Kami turun di Centrum (pusat kota) dan tujuan kami adalah masjid Selemiye. Sebenarnya ada beberapa tempat menarik di Edirne, tapi karena terbatasnya waktu dan cuaca yang kurang mendukung maka kami hanya sempat ke Masjid Selemiye sekaligus sholat dzuhur dan ashar di sana. Juga mengunjungi sebuah bazar, yang disainnya dibuat mirip dengan grand bazaar Istanbul di sebelah bangunan masjid. 

Masjid Selemiye

Masjid Selemiye disebut-sebut karya paling besar dalam sejarah arsitektur Islam. Dibangun pada tahun 1569 lalu selesai pada tahun 1575, arsiteknya adalah Mimar Sinan, seorang maestro arsitektur Kesultanan Ottoman. Dan ternyata dalam perjalanan karirnya sebagai arsitek, saat Mesir dibawah kekuasaan Kesultanan Ottoman, beliau pernah ditugasi untuk menghancurkan bangunan-bangunan di Kairo yang tidak sesuai dengan tata kota.


Halaman tengah masjid




Masjid Sulaymaniye di Istanbul merupakan salah satu karyanya, namun beliau menganggap bahwa masjid Selemiye lah sebagai mahakarya. Mahakarya yang dibuat saat beliau berusia 80 tahun. Walaupun untuk ukuran, Masjid Selemiye lebih kecil daripada masjid Sulaymaniye namun struktur bangunan utama masjid Selemiye merupakan ruang tertutup paling luas yang dibuat manusia pada masa itu. 

Penataan interior sehingga menciptakan sebuah ruang lebih luas merupakan salah satu inovasi sang maestro. Pilar-pilar penopang kubah utama ditempelkan pada dinding. Kubah utama ditopang lagi dengan struktur berbentuk setengah kubah pada tiap sisinya, hingga ruangan terkesan lebih luas lagi. Karena ruangan utama didisain tanpa pilar, memungkinkan jamaah yang duduk pada posisi paling sudut juga bisa melihat ke mimbar masjid.

Diameter kubah utama masjid mencapai 31,25 meter dan menaranya merupakan menara tertinggi kedua didunia setelah Quth Minar di India. Memiliki jendela sebanyak 999 buah yang menurut Sinan merupakan simbol kesempurnaan Allah. 

Kubah utama

Interior


Saat berasa di dalam masjid, saya di sapa oleh seorang perempuan tua Turki yang bertanya dalam bahasa Inggris "Where are you from??" "From Indonesia" jawab saya.. "Subhanallah, you are moslem..." (karena saya dan anak-anak berjilbab) lalu dia memeluk mencium kedua pipi saya...

Waktu sudah menunjukkan jam 16.15, jadi kami bergegas keluar dari masjid karena bus kami berangkat jam 17.00. Sampai di jalan utama segera kami mencari taxi, tapi setelah beberapa saat berdiri kami tak menemukannya. Akhirnya kami memutuskan naik bus umum, "otogar...???" tanya suami pada seseorang di halte. "Yes, otogar.." jawabnya.

Sebenarnya bus kami memang ke otogar tapi ternyata jalurnya bukan yang jalur lurus melainkan memutar melewati komplek apartemen dan sebuah universitas. Ongkosnya 2 TL per orang. Waduuhh... agak sedikit panik dan deg-degan waktu itu karena waktu keberangkatan bus tinggal 30 menit lagi. Syukurlah, kami sampai di otogar 5 menit sebelum bus ke Istanbul berangkat. Kami kembali sore itu ke Istanbul....

Edirne cukup mengesankan, namun sayang hanya beberapa jam saja menikmati kota itu. Masa keemasannya mamang telah berakhir, tapi kemilau masa lalu itu masih bisa dinikmati hingga saat ini. Entah kapan akan kembali ke sana. Mungkin kalau punya visa Schengen kami akan daratan Eropa lainnya melalui Edirne dengan kereta api. Semoga saja....



Advertisement

4 comments:

Lisa Tjut Ali said...

nuansa islami kali tempat wisatanya ya mbak
mbak suka baca blognya, selain teratur juga jelas mengenai tempat wisata dan transfortasi yang digunakan

Ellys Utami said...

Nahhh.... Ini dia salah satu tempat yang mbak Lisa harus kunjungi. Butuh seharian aja nggak usah nginep. Kota ini adalah ibukota Kesultanan Turki Usmani sebelum pindah ke Istanbul.

Kurang populer tapi aku suka banget tempatnya. Tenang dan religius... Ada beberapa tempat sebenarnya cuma karena waktunya mepet jadi nggak sempat ke sana. Usahakan berangkatnya pagi2.

Berangkat ke otogar (terminal) naik tram & metro. Cari deh di peta... Otogar. Dari sana kita cari bis ke jurusan Edirne. Agak mahal tapi layanannya bagus, cuma 2 jam koq.

Kta ini 7 km dari perbatasan Yunani, kalo punya visa schengen boleh juga sekalian ke sana mbak... Aku aja pengen hehehe

ulfa said...

mbak..blognya bagus..informatif utk yg mau ke sana...makasii ya :) Btw, kata mbak, dibandingkan ke Capo..mending ke sini atau bagaimana ya? hehe

Ellys Utami said...

Kalau waktunya cukup sih mendingan dua2nya aja mbak hehe...

Makasih ya udah singgah ke blog saya. Salam kenal.... ;)

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy