Showing posts with label Tips Liburan. Show all posts
Showing posts with label Tips Liburan. Show all posts

Dec 8, 2012

Mau Liburan Berkesan? Buat Dulu Perencanaannya


Mengisi liburan dengan jalan-jalan?? Hmmm.... menarik. Biasanya yang paling bersemangat menyambut liburan tentu saja anak-anak. Buat saya, suami dan anak-anak jalan-jalan adalah hobi. Anak-anak akan kelihatan suntuk kalau tidak diajak keluar rumah jika mereka libur. Bukan hanya saat libur panjang seperti liburan semester tapi ini juga berlaku saat libur akhir pekan. 

Liburan itu penting untuk penyegaran diri setelah rutinitas harian dan juga menambah pengetahuan dan wawasan anak-anak tentunya.

Sebenarnya jalan-jalan tidak harus mengeluarkan dana yang banyak, tapi tidak ada salahnya sekali waktu menjadwalkan liburan keluar kota atau bahkan keluar negeri. Waktu kami masih tinggal di Pekanbaru, anak-anak suka kami ajak ke tempat-tempat yang sebenarnya bukan tempat wisata seperti perkebunan sawit, mangga, rambutan bahkan tempat pelatihan gajah di Minas. Walaupun mall, toko buku juga menjadi tempat jalan-jalan paling mudah diakses namun tempat-tempat yang tidak biasa itu ternyata cukup berkesan untuk anak-anak.

Untuk liburan ke luar kota atau luar negeri biasanya kami merencanakannya jauh-jauh hari, untuk disesuaikan dengan dana yang ada. Liburan ke luar negeri?? Kesannya mahal ya? Tapi tidak juga, apalagi buat orang yang tinggalnya di Batam, Pekanbaru, dan Medan. Bagi yang tinggal di Batam tentu liburan ke Singapura jauh lebih murah ketimbang liburan ke Jakarta, atau bagi yang tinggal di Pekanbaru dan Medan tentu lebih memilih liburan ke Malaysia ketimbang ke Jakarta, Jogjakarta atau Bali.

____

Saya pernah tinggal 1,5  tahun di Batam (2000-2001), karena jarak tempuhnya yang tidak lebih dari 1 jam dengan kapal cepat, cukup sering kami ke Singapura. Mengunjungi Jurong Bird Park, atau Singapore zoo atau hanya sekedar jalan-jalan cuci mata saja. 

Bukan tanpa sebab, di Batam ada juga tempat wisata seperti pantai Nongsa, pantai Turi dan pantai-pantai lain yang terkenal keindahannya tapi mungkin kalau dihitung-hitung dana yang harus dikeluarkan lebih mahal dibandingkan dengan menyeberang ke Singapura. 


Waktu itu saya hanya melakukan day trip atau pergi pagi pulang sore hari. Singapura memang terkenal dengan kota belanja tapi saya bukan penghobi belanja jadi cukup window shopping atau jalan-jalan ke tempat yang saya sebutkan di atas.

Lalu waktu kami tinggal di Pekanbaru, liburan ke luar kota paling terjangkau adalah Sumatera Barat karena selain banyak tempat wisata alam menarik seperti Bukittinggi, danau Maninjau, danau Singkarak, dan pantai-pantai cantik di kota Padang, jarak antara Riau dan Sumatera Barat bisa ditempuh tidak lebih dari 6 jam naik mobil. Kota paling jauh yang pernah kami kunjungi adalah Palembang, Sumatera Selatan (13 jam naik mobil).

Mengajak anak-anak liburan ke Malaysia juga kami lakukan pada saat kami tinggal di Pekanbaru, karena harga tiket pesawatnya lumayan murah dibandingkan tiket pesawat ke Jawa atau Bali. Dan kami juga mengajak mereka melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur ke Singapura dengan kereta api. Cukup berkesan buat anak-anak karena liburan ke dua negara sekaligus.

Liburan ke Hongkong adalah acara liburan paling seru karena merupakan pengalaman pertama naik pesawat dengan durasi lama dan menikmati musim dingin. Kebetulan waktu itu memang kami sudah merencanakan setahun sebelumnya. 

Sebenarnya tidak kepikiran untuk liburan ke Hongkong. Ketika suami beli buku panduan tentang Hongkong di toko buku, saya mempertanyakannya, buat apa sih??Dan kata suami barangkali suatu saat pingin liburan ke Hongkong. Eh ternyata setelah baca-baca buku itu, kok sepertinya kotanya cukup menarik ya.. selain nggak perlu pakai visa untuk masuk kesana, ternyata banyak juga tiket dengan harga promo.  


Jadi sejak itu kami nabung untuk mengajak anak-anak liburan ke sana tahun berikutnya. Cerita perjalanan ke Hongkong pernah saya tulis di sini.

Lalu setelah kami pindah ke Kairo, agenda jalan-jalan mengisi liburan cukup tersalurkan hehehe... Karena tidak seperti saat tinggal di Batam dan Pekanbaru, di Kairo banyak sekali tempat yang menarik dikunjungi Pyramid, masjid-masjid tua, dan tempat bersejarah lainnya. Tidak perlu keluar ongkos mahal untuk pergi ke tempat-tempat itu karena letaknya di dalam kota Kairo. 

Selain refreshing, dapat juga pengetahuan sejarah. Kalau di luar kota, ada Alexandria, Luxor, Sharm el-Sheikh, Hurghada, Matruh, Siwa menjadi tempat liburan favorit  terutama buat orang Indonesia yang tinggal di Mesir. Untuk luar kota, kami baru sampai di Alexandria hehehe... Luxor dan tempat lainnya sudah ada dalam agenda liburan kami.



Beberapa bulan lalu kami mengunjungi Turki yang hanya ditempuh 2 jam dengan pesawat dari Kairo. Alasannya sih sederhana, mumpung masih di Kairo dan ongkos pesawatnya tidak mahal dibandingkan berangkat dari Indonesia. Dan Turki juga merekam banyak cerita sejarah Islam yang peninggalannya masih ada hingga kini.

Seperti biasa, buku panduan menjadi barang wajib dibeli ketika merencanakan liburan, karena liburan kami biasanya mandiri tanpa ikut paket biro wisata.  Kali ini buku tentang Turki yang kami beli di toko buku waktu mudik ke Indonesia. Alhasil terlaksana juga liburan kami ke Turki bulan Mei lalu yang saya ceritakan di sini.


Kami memang tidak pernah menggunakan paket wisata dari biro perjalanan wisata, selalu kami lakukan semuanya sendiri dari mulai tiket pesawat,  booking hotel sampai merencanakan tempat mana saja yang akan kami kunjungi dan berapa lama. Biasanya sayalah yang bertugas untuk booking tiket pesawat dan hotel, sedangkan untuk merencakan tempat yang akan kami kunjungi biasanya kami diskusi dengan anak-anak. Tujuan perencanaan ini agar liburan menjadi efektif, efisien dan tentu saja berkesan.

Ini dia beberapa tips  untuk merencanakan liburan :

1. Tempat tujuan,

Tentu saja ini poin pertama untuk merencanakan liburan. Ini juga yang mempengaruhi budget kita untuk liburan terutama liburan luar kota dan luar negeri.

Tapi liburan juga tidak harus diisi dengan jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri. Cari tempat yang tidak biasa seperti kolam pembibitan ikan, kebun buah, sawah, yang tak jauh dari rumah, tidak perlu budget yang banyak kan? Dan ini cukup mengesankan untuk anak-anak seperti pengalaman saya.

2. Informasi Tempat Liburan

Bisa mencari informasi mengenai tempat tujuan dari buku atau internet seperti yang biasa saya lakukan. Ini penting untuk mengetahui harga tiket masuk ke tempat-tempat wisata, transportasi lokal (MRT, LRT dan sebagainya).

3. Hotel atau tempat penginapan.

Langsung datang ke hotel untuk sewa kamar akan membuat budget liburan membengkak karena tarif yang berlaku adalah rate walk in guest dan pasti mahal, bisa jadi hotel bintang 3 bertarif bintang 5. Belilah voucher di biro perjalanan atau booking online biasanya tarifnya lebih murah dan pilihannya juga banyak.

4. Transportasi

Kalau liburan ke luar kota sih cukup menggunakan mobil pribadi atau sewa mobil. Tapi kalau perginya ke luar negeri, maka tiket pesawat akan memakan budget. Untuk mendapatkan harga tiket yang murah, carilah maskapai penerbangan yang sedang promo. Idealnya sih sebulan sebelum keberangkatan tiket pesawat sudah dibooking.

Untuk jarak dekat, coba kita ajak anak-anak gowes sepeda sambil melihat kebun, sawah atau kolam ikan. Hmmm... saya yakin momen kebersamaan ini akan sangat berkesan dan tak kalah dengan liburan ke luar kota atau luar negeri

5. Perlengkapan

Kalau pergi sendiri mungkin mempersiapkan perlengkapan seperti baju bisa dilakukan menjelang keberangkatan tapi kalau kita pergi bersama keluarga dengan jumlah anggota keluarga yang banyak seperti saya  maka perlengkapan harus dipersiapkan seminggu sebelumnya agar tidak ada yang tertinggal. Kamera juga merupakan perlengkapan untuk liburan. Nggak lucu juga kalau liburan dengan ongkos yang mahal malah tidak didokumentasikan, nggak ada kenang-kenangannya dong...

Mungkin itu catatan berdasarkan pengalaman saya untuk mempersiapkan sebuah liburan. Liburan yang direncanakan dengan baik akan menjadi liburan yang berkesan.

Selamat berlibur ya... Salam hangat :)

Berikut dokumentasi foto-foto liburan saya dan keluarga :
1354884984107934242
Liburan Turki
13548848621635535229
Liburan Pekanbaru

Liburan Hongkong

Liburan Malaysia


Sumber : Tulisan saya di Kompasiana

Jun 17, 2012

Perhatikan 4 Hal Ini Kalau Traveling ke Mesir








Liburan Ke Mesir??? Kenapa tidak? Mungkin Mesir menjadi destinasi wisata anda saat liburan. Di negara ini kita akan di ajak untuk napak tilas ke tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah. Kalau ingin liburan sekaligus belajar sejarah, Mesir adalah gudangnya. Dari mulai sejarah Mesir kuno sampai sejarah peradaban Islam, semuanya akan anda temukan di tempat ini. 

Mempersiapkan segala sesuatu ketika traveling adalah wajib, terutama jika anda akan melakukan travelling ke luar negeri. Perbedaan cuaca, waktu dan makanan menjadi hal yang cukup krusial, sehingga ketiganya butuh perhatian dan persiapan khusus. 

Nah, jika anda berencana traveling ke Mesir inilah beberapa hal yang harus menjadi perhatian :

1. Iklim

Ada 3 musim yang berlaku di Mesir, musim dingin, musim semi dan musim panas. Curah hujan hanya 4 kali dalam setahun, jadi di kelembaban udara nyaris tidak ada alias kering. 
  • Musim panas mencapai puncaknya pada bulan Juni - September, suhu udara saat musim panas bisa mencapai 45 derajat celcius. Dan di gurun bisa mencapai di atas 50 derajat celcius. Saat musim panas, suhu udara tidak pernah dibawah 30 derajat, jika malam angin yang berhembus juga panas. Alhasil, AC akan senantiasa menyala sepanjang hari.
  • Musim dingin di Mesir biasanya akan mulai pada bulan Oktober dan sudah mulai berakhir pada bulan Februari. Suhu udara pada musim dingin berkisar antara 7 - 18 derajat celcius. 
  • Musim semi yaitu bulan Maret - Mei, waktu yang paling pas untuk liburan ke Mesir sebenarnya di musim ini karena suhu udara hampir sama dengan di Indonesia, sejuk walaupun cenderung kering dan tidak lembab. Suhu udara berkisar antara 20-30 derajat celcius.
Jadi jika anda akan travelling ke Mesir lebih baik pada musim dingin atau musim semi. Karena saat musim panas, matahari cenderung tidak bersahabat dengan kulit kita. Kalau orang-orang Eropa sih suka liburannya saat summer, maklum aja mereka terobsesi dengan kulit coklat yang eksotis. Lha kalau kita orang Indonesia? Bisa gosong... hehehe...

2. Makanan

Jika anda tidak cukup mudah menyesuaikan diri dengan makanan Mesir yang berupa roti-rotian, juga bumbunya yang bikin lidah Indonesia kita jadi terganggu, anda tidak perlu khawatir. Di Mesir terutama di Kairo, anda akan menemukan banyak warung-warung Indonesia. Mau soto kudus, soto betawi, masakan ala warung Padang, bakso, mie ayam, tempe & ayam penyet dan kuliner Indonesia lainnya semuanya ada. Warung-warung itu tempatnya ada di kawasan distrik 10 (Hay Asyir). Di kawasan inilah orang-orang Indonesia terutama mahasiswa banyak bermukim. Kalau ingin dekat dengan tempat ini, hotel atau wisma yang di kelola oleh kelompok kekeluargaan mahasiswa juga ada dengan harga sewa yang relatif murah.

Tapi nggak ada salahnya juga anda coba Tho'miyah dengan roti Isyh, ini makanan khas Mesir yang berkalori tinggi. Jadi dijamin perut anda kenyang  seharian hanya dengan menyantap 3 porsi hehehe... harganya juga murah, hanya sekitar 3 LE (Rp. 4.500) saja anda sudah mendapatkan menu sehat penuh gizi.  Atau Nasi Mandi, makanan khas Yaman dengan ayam atau daging kambing. Yang terakhir ini bikin saya ketagihan loh...





Kalau anda juga terbiasa dengan makan mie instant, nggak usah bawa dari Indonesia. Di Mesir sudah tersedia di baqala atau warung dan supermarket, dari mie kuah, mie goreng bahkan pop mie. Tinggal seduh dengan air panas kan? hmmm... praktis. Harganya juga hanya 1,5 LE (Rp. 2.250).

3. Transportasi

Jangan khawatir soal transportasi ada banyak moda transportasi terutama di Kairo, walaupun angkutan umum di Kairo tidak lebih baik dari di Jakarta.

  • Taxi, tarif taxi di Mesir tidak terlalu mahal, walaupun kadang-kadang sopir taxi di Mesir agak "nakal" dengan memainkan argonya. Angka kejahatan dengan taxi cukup marak setelah revolusi awal tahun 2011 lalu. Jadi harus selektif memilih taxi, agar anda terhindar dari kejahatan. Tidak ada tips khusus dalam memilih taxi tapi sebaiknya naiklah taxi yang berwarna putih.
  • Metro, ini adalah moda transportasi paling populer bagi masyarakat Kairo. Mirip KRL di Jakarta dan harga tiketnya hanya 1 LE (Rp. 1800). Ketepatan waktunya cukup bisa diandalkan. Namun saran saya, jangan bepergian sendiri tanpa guide jika menggunakan metro. Jangan samakan metro di Kairo dengan subway di Singapura, Kuala Lumpur, Istanbul atau negara-negara maju lainnya yang sistemnya terintegrasi dengan baik sehingga wisatawan yang baru berkunjung pun dijamin tidak tersesat.

  • Bus, ini juga angkutan umum yang paling membingungkan menurut saya hehehe... saya aja mungkin hanya beberapa kali mencobanya. Itupun dipandu oleh mahasiswa yang sudah bertahun-tahun tinggal  di Kairo.
  • Rent Car, nahhh... ini dia moda transportasi paling aman. Jika anda menginap dikawasan Hay Asyir, tanyakan pada mahasiswa yang tinggal di sana dimana tempat menyewa mobil, sekaligus minta mereka jadi guidenya. Yang punya usaha penyewaan mobil biasanya juga mahasiswa Indonesia, biasanya sih per harinya 300-an LE. Tapi jika anda menginap di hotel berbintang di tengah kota, tanyakan pada pihak resepsionis karena mereka biasanya punya link dengan Car Rental. Lebih mahal sih yang jelas, tapi kita akan lebih aman.
4. Perbedaan Waktu

Ini juga akan menimbulkan masalah, karena beda waktu Mesir dan Indonesia sekitar 5 jam. Jika anda tidak punya waktu lama travelling di Mesir, maka usahakan istirahat dan tidur yang cukup di dalam pesawat. Mungkin penerbangan kurang lebih 11 jam cukup untuk waktu tidur anda. Jangan sampai selama liburan di Mesir, jetlag menjadi masalah untuk jadwal liburan anda.

Nah, itu dia 4 hal yang perlu mendapat perhatian jika akan merencanakan liburan di Mesir. Lain kali, saya akan tuliskan estimasi biaya dan beberapa tempat yang wajib di kunjungi selama di Mesir.

Selamat berlibur.....



May 27, 2012

Tips Belanja di Grand Bazaar, Istanbul

"Belanja di grand bazaar jangan beli di toko yang letaknya di lorong utama, karena sewanya tokonya mahal jadi harga barang yang dijual juga otomatis mahal. Carilah toko yang tersembunyi dan masuklah agak ke dalam..."

Jalan-jalan atau liburan ke luar negeri buat saya tak lepas dari aktifitas shopping. Eitsss!! Bukan shopping barang-barang mewah seperti para pejabat yang sedang studi banding loh.. hehehe.. 

Saya juga bukan penggemar barang-barang branded, karena di mata saya barang-barang branded itu harganya di luar nalar alias nggak masuk akal. Jadi shopping ala saya ini hanya sekedar berburu barang-barang kecil seperti souvenir atau cendera mata khas negara setempat misalnya miniatur landmark, mug atau tempelan kulkas untuk dikoleksi.


Grand Bazaar
 


Sejak sebelum berangkat, saya sudah mendapat bisikan dari orang-orang di sekeliling saya untuk membeli kerudung khas Turki yang katanya indah terutama kalau dipakai para wanita Turki (tentunya.. hihihihi...). Selain kerudung atau jilbab, saya berniat untuk membeli selembar karpet handmade Turki yang terkenal keindahannya seantero dunia.

Grand bazaar atau Capalicarsi. Siapa yang tak mengenalnya.. Karena tempat ini sudah kondang sebagai surga belanja di Istanbul serta menjadi tempat wajib untuk dikunjungi selama di Turki. Tempat ini mirip dengan Khan el Khalili di Kairo, hanya saja Grand Bazaar lebih luas lagi tempatnya. 


Soal umur, Khan el Khalili Kairo jauh lebih tua yaitu berdiri tahun 1382 daripada grand bazaar Istanbul yang baru berdiri pada tahun 1455. Dari tempat saya menginap, hanya sekitar 15 menit saja jalan kaki, kalau naik tram turun saja di Beyazid. Jadi selama berada di Istanbul lebih kurang 4 kali saya bolak balik ke grand bazaar itu hehehe...




Sore itu saya hanya bertiga ke Grand Bazaar (saya, suami dan anak sulung saya), sedangkan 2 anak lainnya memilih di hotel karena kecapekan. Memasuki pintu grand bazaar, tiba-tiba kami disapa oleh seorang laki-laki Turki.

"Mari lihat-lihat koleksi jaket kulit kami, mampirlah ke toko kami.." 

Sehari sebelumnya kami sempat mampir ke sebuah toko di Sultanahmet yang menjual jaket dan tas kulit, kami menanyakan sebuah jaket kulit, harganya 500 TL atau setara hampir Rp. 3 jutaan. Mahal bangetttttt... 

Dan suami memang udah berniat membelikan istri tercintanya ini sebuah jaket kulit.. halaaaahhh sok pede.


Jadi ketika ada yang menawari kami untuk melihat tokonya, kami pikir kenapa nggak? Lihat-lihat dulu, kalau harga cocok dan barang bagus ya dibeli. 

Singkat cerita kami sudah berada di toko si pria tadi, tokonya agak ke dalam letaknya. Orangnya ramah dan suguhan segelas apple tea khas Turki menjadi salah satu trik marketing mereka. 


Banyak sekali macamnya dan saya tertarik dengan 1 model jaket lalu suami menanyakan harganya, mereka menawarkan jaket itu dengan harga 600 TL, 3,5 jutaan rupiah!! Memang sih jaket kulit yang saya taksir itu terlihat sangat berkualitas, baik kulit dan jahitannya. Suami yang ahli dibidang tawar menawar mencoba menawarnya 200 TL. Syareef si empunya toko cuma nyengir mendengarnya hihihihi... masa harga 600 ditawar 200?


Sambil akting keluar toko, Syareef mencegah lalu menurunkan harganya jadi 400 TL. Suami tetap bergeming dengan harga 200 nya itu. Syareef menurunkan lagi harganya jadi 350 TL lalu suami menaikkan harga tawarnya menjadi 250 TL. 

Dan taraaaaa..... si penjual melepasnya dengan harga 300 TL. Memang nggak murah tapi saya lihat sepadan lah dengan kualitasnya. Jadi dapat jaket kulit baru deh...


Petualangan berlanjut, saatnya berburu kerudung Turki dan beberapa souvenir untuk koleksi. Sebelum keluar dari tokonya, Syareef memberi sedikit tips belanja pada kami. 

Kalau belanja di grand bazaar jangan beli di toko yang letaknya di lorong utama, karena sewanya tokonya mahal jadi harga barang yang dijual juga otomatis mahal. Carilah toko yang tersembunyi dan masuklah agak ke dalam. Masuk akal juga nih tipsnya.

Benar saja kata si Syareef, saat iseng kami tanyakan harga selembar jilbab di sebuah toko yang berada tidak jauh dari lorong utama memang cukup mahal yaitu 30 TL. Iseng juga kami tawar 10 TL, si penjual malah nyengir lalu cuek hehehe... 

Kerudung Turki dengan kualitas sama dengan yang kami tawar di toko pertama tadi akhirnya kami dapatkan juga dengan harga 15 TL, lumayanlah.... walaupun harus "blusukan" masuk ke lorong-lorong grand bazaar. Untung saja nggak nyasar.

Toko karpet yang bikin lapar Mata 😁


Berikutnya karpet Turki yang handmade, yang ini akhirnya saya gagal mendapatkannya karena memang mahal banget. Selembar karpet seukuran sajadah saja harganya 600 TL, ughhh... jadi susah nawarnya karena tidak sesuai ekspektasi. Akhirnya ya nggak jadi beli, bahkan nawarpun tidak! hehehe... 

Tapi gara-gara kami bilang bahwa kami lupa bawa sajadah, pemilik toko karpet itu malah memberi kami selembar sajadah walaupun bukan handmade tapi sangat berkesan. Si pemilik toko itu bilang, kalau dia memang benar-benar ikhlas memberikan sajadahnya kepada kami. 

Keramik Cantik khas Turki

Perburuan mencari souvenir dan pernak pernik khas Turki kami lakukan dengan menggunakan trik-trik sebelumnya yaitu ngeyel dalam hal menawar. Alhasil, harga yang kami dapatkan cukup memuaskan di hati.

Ini tips untuk belanja barang di Grand Bazaar, Istanbul :
  1. Carilah toko yang tersembunyi, semakin jauh dari lorong utama harganya akan semakin murah atau semakin mudah menawarnya. 
  2. Rajinlah membandingkan dengan toko sebelah. 
  3. Jika sudah sreg dengan barangnya, tawarlah harga yang berikan penjual minimal separohnya. Ngeyel aja sama harga yang sudah kita pasang. Orang Turki nggak akan marah walaupun kita nawarnya kebangetan. Paling juga dia nyengir lalu kita dicuekin hehehe... 
Dan selamat menikmati petualangan belanja...........

May 26, 2012

Kalau ke Istanbul, Menginap Saja di Kawasan Sultanahmet



Kawasan Sultanahmet mungkin sudah tidak asing lagi bagi siapa saja yang pernah berkunjung ke Istanbul, Turki. Kawasan ini adalah kawasan tua (old city). Di tempat inilah beberapa bangunan yang menjadi landmark kota Istanbul berdiri, seperti Masjid Sultanahmet (Masjid Biru), Haghia Sophia, Yerebaten Cistern, dan Istana Topkapi. Kawasan Sultanahmet ini dulu merupakan ibukota pemerintahan Romawi Timur sampai berpindah pada Kesultanan Ottoman Turki tahun 1453.


Tempat ini berada di dataran tinggi kota Istanbul, di sisi sebelah timur adalah Laut Marmara, sebelah utaranya adalah selat Bosphorus. Karena kontur tanah di kota Istanbul memang berbukit-bukit, maka kita akan dengan mudah melihat kota pemandangan Istanbul termasuk Istanbul di bagian Asia.

Tempat ini memang sangat strategis karena bisa melihat ke segala penjuru. Tak heran, raja Constantine XI waktu itu bersikukuh tidak mau menyerahkan Istanbul yang saat itu bernama Constantinopel pada Turki, walaupun posisinya sudah terjepit karena dikepung pasukan Turki dari arah Barat dan Timur. Kita masih bisa menyaksikan benteng-benteng peninggalan Romawi yang berada di sepanjang pantai. Benteng yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Saat kami mengunjungi Istanbul untuk berlibur minggu lalu, kami sengaja memilih menginap di kawasan Sultanahmet dibandingkan menginap di daerah Taksim. Hotel dan tempat penginapan memang paling banyak terdapat di 2 kawasan ini. Namun jika ingin menginap di hotel mewah berasitektur modern yang menjulang tinggi, kita tidak akan menemukannya di Sultanahmet. Hotel-hotel bintang 5 seperti Best Western dan Four Season tingginya hanya 4 lantai saja.

Awalnya, saya agak heran melihat bangunan hotel dan gedung lainnya di kawasan ini, karena hotel yang berada di Sultanahmet hanya berlantai tidak lebih dari 4. Kawasan ini juga padat dengan lebar jalan tidak lebih dari 5 meter, walaupun demikian tempat ini sangat tertata rapi.

Sepertinya kawasan Sultanahmet merupakan kawasan cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah Turki. Maka dari itu, bangunan rumah dan hotel serta penginapan tingginya tidak boleh melebihi tinggi Blue Mosque dan Hagia Sophia. Tak heran, 2 bangunan itu terlihat dominan terutama jika kita sedang menyeberangi laut Marmara. Saya tidak bisa membayangkan jika hotel-hotel yang berdiri di sekitar 2 bangunan itu tidak dibatasi tingginya, mungkin Blue Mosque dan Hagia Sophia yang megah akan tenggelam ditelan bangunan hotel pencakar langit.


Hagia Sophia dan Blue Mosque dari laut Marmara

Jarak hotel tempat kami menginap hanya 200 meter saja dari bangunan-bangunan bersejarah tadi, jadi kami lebih sering melihat dan melewati Masjid Biru dan Hagia Sophia. Jarak ke pantai laut Marmara juga hanya sekitar 200 meter. Ke Grand Bazzar, kita hanya perlu sekitar 15 menit jalan kaki dari kawasan ini, kalau tidak suka jalan kaki, naik saja tram karena letak stasiun juga tidak jauh. Tarif menginap beragam, dari 50-an USD sampai 300 USD per malam. 

Beberapa hostel juga ada di kawasan ini yang tentu saja bertarif lebih murah. Hotel tempat kami menginap sekelas bintang 4, tarifnya 130 USD per malam untuk triple room. Tapi di hotel ini, kami beberapa kali mendapat perlakuan istimewa. Pertama kali sampai di hotel sekitar jam 8.00 pagi waktu Turki, belum masuk waktu check in tapi resepsionis hotel mempersilahkan kami untuk sarapan di restoran hotel, gratis. Setelah itu yang kedua, kamar yang seharusnya triple room di adjust menjadi family room yang lebih luas tanpa biaya tambahan. Baik banget deh...   

Hotel dan restaurant di Sultanahmet


Bangunan hotel Acra, tempat kami menginap juga hanya berlantai 4,  2 lantai ke atas dan 2 lantai berada di basement. Kami juga baru sadar, kalau ternyata hotel tempat kami menginap berdiri di atas bekas reruntuhan bangunan istana Romawi. Sisa tembok yang runtuh sengaja dibiarkan dibagian restoran hotel. Di situ terdapat keterangan bahwa bekas bangunan itu dilindungi. Tempat besejarah sudah semestinya dilindungi ya...

Jangan khawatir soal makanan, di Sultanahmet banyak terdapat restoran lokal atau restoran cepat saji semacam Mc Donald atau King Burger, kafe tradisional dan modern, atau warung-warung kebab yang buka hingga tengah malam. Soal harga jangan segan memilih restoran, jika kantong tidak mau terkuras hehehe...

Pilih saja restoran yang memasang daftar harga jadi kita bisa sesuaikan dengan budget. Kalau kebab dengan roti atau pilav (nasi) harganya hanya sekitar 2,5 sampai 4 TL. Jika ingin makan yang menunya beragam, kunjungi saja yang namanya lokanta, mirip dengan warung prasmanan di Indonesia atau restoran Padang harganya sih tergantung pilihan lauk, tapi rata-rata sekitar 6 - 10 TL.

Hotel Acra yang dibangun di atas reruntuhan bangunan jaman Romawi


Kawasan Sultanahmet saat malam


Menginap di daerah Taksim atau Sultanahmet masing-masing punya sensasi. Jika anda suka dengan suasana sejarah masa lalu maka Sultanahmet adalah pilihan tepat namun jika anda suka suasana modern, di Taksim mungkin lebih cocok karena Istiklal street yang kondang dengan tempat shopping berada di sana.

Di daerah Taksim juga dekat dengan istana Dolmabache dan Galata Tower. Transportasinya juga tidak sulit, naik saja tramvay yang hanya jauh dekat tarifnya hanya 2 TL. Tapi saran saya sih jalan kaki lebih baik, karena pedestrian di Istanbul sangat nyaman dan bersahabat sekalian bakar kalori kan?? hehe..

Berikut jarak kawasan Sultanahmet ke tempat-tempat populer di Istanbul

  • Sultanahmet - Grand Bazaar, Masjid Beyazid  1,5  km : 15 menit jalan kaki, naik tram 2 TL

  • Sultanahmet - Taksim, Istiklal street 5 km  :  naik taxi 15 TL atau  naik tram turun stasiun Karakoy lalu jalan kaki 15 menit,

  • Sultanahmet -  Ferryport (ke Asia side)  2,5  km : 30 menit jalan kaki menyusuri pantai Marmara, naik tram turun stasiun Sirkeci atau Karakoy, naik taxi 7 TL

  • Sultanahmet - Bandara 40 km : Taxi 50 -60 TL, Metro (M1)  & Tram (T1) 2 x 2 TL

Selamat menjelajah eksotisnya kota Istanbul

May 24, 2012

Naiklah Metro Atau Tram, Jika Takut Kesasar di Istanbul


Tramvay di Istanbul

Sebelumnya kami sama sekali belum mengenal seluk beluk kota ini kecuali dari buku dan peta. Ini pertama kalinya kami ke Istanbul. Pokoknya benar-benar hanya mengandalkan pengetahuan tentang arah mata angin saja. Walau awalnya juga celingukan hehehe..

Mengawali perjalanan ke Istanbul, kami sengaja memilih penerbangan dini hari dari Kairo hari Selasa, 15 Mei 2012. Bukan tanpa alasan, selain tiket lebih murah kami akan memiliki bonus waktu 1 hari di Istanbul. Karena sebenarnya ada beberapa pilihan waktu penerbangan dengan Turkish Airline selain dini hari yaitu siang dan sore hari. 


Jika kami berangkat siang atau sore hari, waktu travelling akan terpotong perjalanan. Itung-itungannya memang harus sedikit ribet kalau mau acara travelling bisa efektif dan efisien.

Rencananya pesawat take off pukul 02.55 waktu Kairo. Ada sedikit masalah dengan waktu tidur anak-anak. Biasa sih kalau mau travelling anak-anak susah tidur (saking senengnya), padahal pagi-pagi setelah sampai Istanbul itenerary sudah disusun sedemikian rupa padatnya... yaelahhh style pejabat hehe.... Pokoknya jangan sampai mereka ngantuk besok paginya karena kurang tidur.

Sampai Istanbul jam 6.15 pagi, setelah urusan membeli Visa on Arrival (VOA) seharga 25 USD dan cek paspor selesai, sesuai rencana, kami tidak naik taxi ke hotel. Menurut keterangan teman yang pernah ke sana, selain tarifnya lebih mahal (dibandingkan Kairo dan Indonesia), sopir taxi di Istanbul agak sedikit "nakal" dan banyak yang tidak bisa berbahasa Inggris. 

Mereka memanfaatkan ketidak tahuan kita (turis) untuk membuat tarif taxi jadi mahal dengan cara mengambil jalan memutar untuk sampai tujuan.. Buku yang saya baca juga menyebutkan hal yang sama, sehingga membuat kami semakin mantap untuk tidak naik taxi dari bandara ke hotel karena paranoid hehehe....

Pilihannya tentu saja naik angkutan massal atau umum. Seperti umumnya negara-negara maju, transportasi massal di Istanbul sudah sangat modern dibandingkan negara kita jadi rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, itu menurut yang saya baca juga. Saya pikir, daripada nyasar kemana-mana lebih aman ya naik angkutan umum ini.  

Ada beberapa jenis, tapi yang paling populer untuk turis adalah Metro dan Tram karena 2 jenis angkutan ini melewati tempat-tempat wisata menarik di seputar kota Istanbul, sedangkan bis kota hanya melewati jalan-jalan utama saja. Karena kebetulan kami akan menginap di kawasan Sultanahmet maka naik metro adalah pilihan yang tepat.  



Istanbul Rapid Transit Map



Beli token di mesin ini

Dari bandara, tidak perlu bingung mencari stasiun metro, petunjuknya sudah sangat jelas. Letaknya di basement dan hanya 5 menit jalan kaki setelah pintu keluar bandara. Cara pembayarannya dengan menggunakan token seharga 2 TL (Turkish Lira) yang bisa kita beli di mesin-mesin Jetonmatik di depan stasiun. Tarif Metro atau tram adalah flat, artinya jauh dekat sama ongkosnya. Mesin ini menerima uang kertas pecahan 5, 10 dan 20 TL selain uang koin. Kembalian akan keluar bersama token.

Untuk menuju kawasan Sultanahmet, kami naik metro jurusan Kabatas di jalur merah (M1), lalu turun di interchange Zeytinburnu bertukar dengan tram di jalur biru tua (T1). Saya pikir token masih berlaku saat berpindah jalur ke T1, tapi ternyata kami harus beli token lagi. Karena biasanya kalau di Kairo, Singapura atau Kualalumpur jika pindah jalur tidak lagi membeli tiket asal tidak keluar dari stasiun. 

Jadi untuk kami berlima, total ongkos yang kami keluarkan menuju hotel hanya 20 TL bandingkan dengan taxi dari bandara ke Sultanahmet yang berdasarkan keterangan di buku bisa mencapai 50 TL (kalau sopirnya nggak "nakal").

Dalam perjalanan, di atas metro kami terkejut dengan seseorang yang menyapa kami dengan sapaan dengan bahasa jawa. Oh, ternyata seorang bapak yang juga baru pertama kali ke Istanbul, Pak Bambang namanya. Satu arah dengan kami, tapi tempat menginapnya sedikit lebih jauh dari tempat kami. Beliau bilang karena belum mengenal seluk beluk istanbul, maka dia memutuskan naik Metro yang rutenya sudah jelas. Daripada nyasar atau dikibulin sopir taxi katanya hehehe...


Ketemu teman seperjalanan, Pak Bambang

Jalur M1, tidak terlalu penuh tapi begitu pindah jalur T1 (tram) kami harus rela berdesakan bersama 2 koper bawaan kami. Jika jalur Metro punya jalur sendiri, maka tram berbagi dengan kendaraan lainnya seperti mobil, motor bahkan pejalan kaki. Maka ketika ada kendaraan atau orang yang melintas, tram akan mengurangi kecepatannya.

Setelah sepanjang 15 stasiun pemberhentian tram kami berdiri, akhirnya sampai juga di Sultanahmet sedangkan pak Bambang masih harus tetap melanjutkan perjalanannya ke stasiun Karakoy. Turun dari tram, pemandangan Blue Mosque yang menjadi landmark-nya Istanbul sudah tersaji di depan mata. Insting memotret tentu saja langsung bereaksi, walaupun mata sedikit berat karena kurang tidur.  Tidak tanggung-tanggung saya bawa 2 kamera loh hehe...    






Turun tram, sudah disuguhi pemandangan Blue Mosque





Rencananya setelah kami menitipkan koper, kami akan berkeliling saja disekitar Blue Mosque dan Haghia Sophia yang letaknya berhadapan. Waktu Check in hotel jam 12.00 sedangkan kami sampai di Sultanahmet sekitar jam 8.00 jadi ya lumayan sih nunggunya. Untung saja pemandangannya menarik jadi mata yang ngantuk bisa sedikit segar. Tidak susah mencari hotel tempat kami akan menginap, walaupun sedikit salah jalan tapi tidak terlalu jauh nyasarnya hehe.. 



Melewati blue mosque saat kami mencari lokasi hotel 

Terbukti kan, nggak nyasar kalau naik Metro dan tram di Istanbul. Walaupun baru pertamakali dan belum mengenal seluk beluk kota. Saya jadi berpikir, kenapa Indonesia belum bisa membuat transportasi massal yang nyaman dan aman seperti ini ya??

Catatan :
1 TL = Rp. 5.123







Apr 30, 2012

Tips Merencanakan Liburan Keluarga



Asiiiikkkkk.... Liburan sebentar lagi. Masa liburan biasanya saat anak-anak sekolah selesai menjalani ujian mereka. Dan travelling adalah salah satu cara untuk merefresh atau menyegarkan pikiran dari rutinitas harian. Para ayah sudah saatnya mengambil cuti dari kantor untuk menemani anak-anak berlibur. 

Buat sebagian orang,  berlibur mungkin membuat mereka berpikir berkali-kali lipat untuk melakukannya. Alasan dana adalah salah satunya. Padahal travelling tidak harus mengeluarkan biaya besar. Travelling bukan hanya ke luar negeri atau ke luar kota. Dalam kota asal tempatnya menarik bisa kita jadikan tempat liburan yang menyenangkan. Berkemah, jalan-jalan ke hutan kota, ke danau asal jangan ke mall aja hehehe... kalau yang ini pasti butuh banyak duit karena lapar mata. Tapi jika liburan dalam kota adalah kegiatan liburan rutin mingguan maka tidak ada salahnya merencanakan liburan ke luar kota atau ke luar negeri untuk liburan tahunan.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk berlibur bersama keluarga adalah sebagai berikut:

1. Dana (Budget)

Menjadikan liburan sebagai agenda tahunan keluarga tentu harus juga mempersiapkan dananya. Menyisihkan sebagian gaji setiap bulan adalah salah satu cara untuk mensiasati masalah dana atau budget. Jika kita sudah menyisihkan setiap bulan maka setelah 11 bulan, dana terkumpul. Nah, setelah ini baru kita rencanakan kemana kita pergi liburan sesuai budget kita.

2. Destinasi

Setelah kita hitung, maka tujuan liburan kita sesuaikan. Tapi bisa juga kita balik, artinya kita tentukan dulu kemana kita akan berlibur lalu menabung sesuai dengan tempat liburan yang kita inginkan. Ini akan sangat membantu jika kita akan berlibur ke luar kota atau ke luar negeri.

3. Waktu

Waktu liburan yang tepat akan sangat membantu untuk menghemat dana. Jika kita liburan pada saat peak season (mis: akhir tahun atau saat musim panas kalau di Luar Negeri) maka budget untuk tiket pesawat dan penginapan/hotel akan membengkak. Karena saat peak season, maskapai penerbangan dan hotel akan memberlakukan tarif yang lumayan tinggi dibandingkan hari biasa.

4. Transportasi

Memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk pergi berlibur mungkin tidak terlalu menimbulkan masalah, jadi persiapannya bisa beberapa hari menjelang keberangkatan. Namun jika akan berlibur menggunakan moda transportasi yang butuh untuk dibooking maka segera lakukan secepatnya. Lebih cepat lebih baik minimal 2 minggu sebelum keberangkatan jika ingin dapat tiket dengan harga yang murah. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia biasanya memberikan tiket dengan harga promo pada saat tertentu atau 14 hari sebelum keberangkatan, manfaatkan dengan baik. Dan rajin-rajin melihat websitenya serta mengecek harganya.

5. Penginapan/Hotel

Ini hal yang harus dipastikan, apakah kita akan menginap di tempat saudara atau akan menyewa hotel. Jika akan menyewa hotel, booking beberapa hari sebelum berangkat. Lewat website atau beli voucher hotelnya lewat travel.


5. Tempat yang Akan Dikunjungi

Mendiskusikan tempat mana saja yang akan di kunjungi adalah hal yang jangan sampai terabaikan. Agar waktu dapat kita manfaatkan dengan baik, efektif dan efisien. Tentukan tempat mana saja yang akan kita kunjungi nanti beserta kendaraan yang akan digunakan, misalnya menggunakan taxi atau bus kota. Lalu mencari informasi tentang harga tiket masuk ke tempat wisata yang akan kita kunjungi nanti. 

Jika kita pergi bersama keluarga dengan jumlah lebih dari 3 orang, naik taxi saya rasa lebih hemat dibandingkan naik bus kota atau kereta yang tarifnya per orang. 

6. Packing

Pastikan semua pakaian sudah disiapkan minimal 4 hari sebelum keberangkatan. Pakaian bawa secukupnya saja karena kita tidak dalam rangka fashion show di tempat liburan nanti hehehe....
Membawa pakaian yang bisa dipadu padankan akan lebih menghemat tempat dalam koper. Biasanya jika membawa anak-anak bekal pakaian ini agak lebih banyak dari orang tua karena mereka tentu akan merasa nggak nyaman jalan-jalan dengan pakaian yang sudah kena keringat.

Uppss!! jangan lupa bawa kamera, charger, dan tripodnya... ini penting untuk mengabadikan aktivitas liburan kita juga sekalian hunting foto kalau anda penggemar fotografi seperti saya hehehe...



Nah... setelah semua siap, taraaaaaa!!! Kita siap pergi liburan. Selamat berlibur ya....




Apr 29, 2012

Prepare Liburan ala Backpacker ke Istanbul Turki

Istanbul City Map (istanbul.hotelle.com)




Berlibur memang menyenangkan, apalagi berlibur bersama keluarga. Saya termasuk orang yang suka dengan kegiatan travelling. Kemana saja tidak masalah, yang penting liburan. Tujuannya ya melepas penat serta untuk refreshing dari rutinitas kerja. Travelling juga akan menambah wawasan jika kebetulan kunjungannya ke tempat-tempat bersejarah. Dan saat ini adalah saat yang tepat untuk merencanakan liburan, karena masa-masa ujian sudah hampir selesai. Kebetulan 2 anak saya sedang berada di kelas ujian yaitu kelas 6 SD dan 3 SMP. Dan yang SMP baru saja menyelesaikan Ujian Nasional minggu lalu. Tinggal menunggu Ujian Nasional untuk yang kelas 6 SD awal Mei nanti.

Kali ini kami merencanakan untuk ke Turki. Karena saat ini kami berdomisili di Kairo, maka Turki adalah pilihan destinasi liburan yang cukup terjangkau. Selain tidak perlu mengurus visa di kedutaan terlebih dahulu, karena Turki adalah negara yang memberlakukan Visa On Arrival untuk paspor Indonesia. Turki merupakan negara yang cukup dekat dengan Mesir, hanya kurang lebih 2 jam dengan pesawat. 

Turki merupakan negara yang unik dan menarik untuk di kunjungi. Satu-satunya negara yang berada di 2 benua sekaligus, yaitu benua Eropa dan Asia (Euroasia) yang membentang dari semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya sampai wilayah Balkan di Eropa Tenggara. Laut Marmara adalah batas antara Turki bagian Asia dengan Turki bagian Eropa. Ibukota Turki adalah Ankara, namun kota terpenting dan terbesar adalah Istanbul. Ini disebabkan karena Istanbul berada di lokasi yang strategis yaitu di persilangan 2 benua. Budaya Turki merupakan perpaduan budaya Barat dan Timur.

Biasanya saat akan melakukan travelling kami akan mencari sebanyak mungkin informasi tentang kota, negara atau daerah yang akan kami kunjungi. Ini wajib, jangan sampai saat berada di tempat tujuan kita bingung kemana kita akan berkunjung sehingga waktu tidak bisa efektif. Pergi tanpa ikut rombongan tour travel akan sedikit menghemat biaya jika kita pergi dengan keluarga. Karena dalam paket sebuah tour dihitung per kepala. Sedangkan jika kita pergi sendiri, untuk hotel bisa menyewa hanya 1 kamar saja tanpa hitungan per/person. Selain itu jika dalam tour travel perjalanan sudah terjadwal maka setiap kunjungan ke tempat wisata sudah dalam perencanaan waktu mereka. Maka kalau kita pergi sendiri, akan lebih leluasa pergi ke suatu tempat tanpa dibatasi waktu. 

Beberapa hal yang kami siapkan untuk family travelling ke Turky kali ini adalah sebagai berikut :

1. Planning
    
Membaca buku dan browsing di Internet tentang tempat tujuan akan membantu kita memahami seluk beluk kota serta tempat-tempat menarik. Jadi akan memudahkan kami untuk merencakan ke mana saja kami akan berkunjung. Bulan Mei adalah saat yang tepat untuk berlibur ke Turki, karena suhu udara di sana masih tergolong sejuk yaitu sekitar 20 derajat celcius. Selain itu belum masuk peak season, karena peak season biasanya pada musim panas sekitar Juni-Agustus. Beberapa hotel mungkin tarifnya akan sedikit mahal dari biasanya, juga akan susah mencari hotel yang available. 

Bangunan-bangunan berasitektur menawan cukup banyak terdapat di Turki. Dan itu adalah salah satu daya tarik wisata Turki. Tempat yang cukup populer dan wajib untuk dikunjungi di antaranya:
  • Blue Mosque, 
  • Haghia Sophia, 
  • Topkapi Palace, 
  • Grand Bazaar, dan 
  • Taksim Square yang merupakan jantung kota Istanbul. 
  • Bosporus Cruise
  • Hypodrome
Kebetulan saya sudah memiliki peta kota Istanbul, yang kebetulan memperolehnya saat International Day di sekolah Faiz, Maret lalu. Jadi lumayan untuk mempelajari seluk beluk kota. 



2. Tiket Pesawat 

Karena sejak awal kami berencana travelling ke Turki, maka sebulan sebelum keberangkatan kami sudah hunting tiket pesawat dan hotel. Rencananya kami akan berangkat sekitar pertengahan Mei, tanggal 15 sampai 19 Mei. Dan saat saya posting tulisan ini kami sudah mengantongi tiket Turkish Airline Cairo-Istanbul return seharga 3100 EGP (Rp. 4.650.000) untuk dewasa dan 2.600 EGP (Rp. 3.900.000) untuk anak-anak.

Mencari tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan akan sangat menguntungkan terutama untuk bepergian bersama keluarga dengan anggota yang cukup banyak seperti saya. Tapi, untuk tiket ini kebetulan kami dapat fasilitas dari kantor tempat kerja suami, gratis. hehehehe...


3. Hotel


Hotel juga sudah kami persiapkan beberapa alternatifnya. Kami memilih hotel yang berada di kawasan Sultanahmet. Alasannya karena di kawasan ini ada beberapa tempat yang akan menjadi kunjungan utama kami nanti diantaranya Blue Mosque, Haghia Sophia, dan Topkapi palace. Tarif hotel sangat beragam, dari mulai puluhan US $ sampai yang ratusan. Dari mulai penginapan sampai hotel bintang 5 mewah tinggal pilih saja. Tapi kalau memilih guest house atau apartemen letaknya agak jauh dari pusat kota, namun harganya cukup murah, cocok untuk backpackeran sendiri atau dengan beberapa teman. Namun untuk keluarga, saya pikir akan lebih baik memilih hotel yang dekat dengan sarana transportasi dan tempat-tempat wisata. Kami  memilih penginapan di daerah Sultanahmet, Old City.


Ini beberapa link yang akan membantu anda untuk menemukan hotel atau tempat menginap di Istanbul :


Atau bisa dengan membeli voucher hotel di travel terdekat di kota tempat anda tinggal. Ini sangat membantu karena biasanya membeli voucher hotel harganya cukup murah dibandingkan dengan langsung datang ke hotel (walk in guest)

Merencakanan sesuatu dengan matang penting kita lakukan jika akan melakukan family travelling. 3 poin diatas adalah hal-hal yang biasa kami persiapkan sebelum pergi. Nah, tunggu saja liputan saya setelah mengunjungi negeri 2 benua, Turki bulan Mei nanti. 


Have a Nice Trip....

Dec 17, 2011

"Harga Murah.....!!" di Khan el Khalili





Setelah seminggu ngumpet di rumah karena musim dingin dan suntuk berkutat dengan rutinitas dapur, weekend kemarin saya coba keluar jalan-jalan ngangetin badan juga cuci mata hehehehe... Belanja kayaknya jadi hiburan yang lumayan menyenangkan di akhir minggu ini. Tujuannya ke Khan el-Khalili sekalian ziarah ke makam Al-Hussein yang tempatnya berdekatan.

Seperti kota-kota tujuan wisata di negara lain, selalu ada kawasan yang jadi tempat belanja turis buat nyari barang oleh-oleh, Bugis Junction di Singapura, Bukit Bintang di Kuala Lumpur, Pasar Sukawati di Bali dan Ladies Market di Hongkong sedangkan. 

Kairo juga memiliki kawasan wisata belanja, namanya Khan el Khalili. Rasanya kalau ke Mesir tanpa mampir ke pasar ini ada yang kurang aja, karena tempatnya unik dan eksotis banget. Letaknya nggak jauh dari universitas dan masjid Al-Azhar, juga bersebelahan dengan masjid Hussein yang di dalamnya terdapat makam kepala cucu Rasulullah, Hussein. 

Terletak di kawasan lama kota Kairo, menjadikan tempat ini padat banget dan nggak pernah sepi. Karena tempatnya yang padat ini, Khan el-Khalili sempat jadi sasaran teroris. Serangan bom bunuh diri yang menewaskan 21 orang terjadi tahun 2005 dan terakhir tahun 2009 menewaskan 1 orang warga negara Perancis, beberapa orang luka-luka. Yang ini saya dapat informasi dari mbah google.

Khan el-Khalili awalnya merupakan sebuah caravanserai atau semacam penginapan bagi para pedagang dari mancanegara dan merupakan pusat aktivitas ekonomi. Caravanserai yang dalam bahasa Arab disebut Khan ini didirikan pada tahun 1382, oleh Emir Djaharks el-Khalili. 

Emir Djaharks el Khalili adalah seorang pejabat kerajaan dinasti Mamalik yang mendirikan khan besar di Kairo di bawah Burji Mamluk Sultan Barquq [1382-1399M]. Makanya pasar ini dinamakan Khan el-Khalili, seperti nama pendirinya Emir Djaharks el-Khalili. 

Pasar ini luas banget, mungkin kalau mau keliling seharian nggak bakalan cukup atau kalau mau bisa aja keliling pasar ini sampai malam karena pasar ini buka sampai jam 10 malam. Terbagi dalam beberapa area dan berbentuk lorong-lorong sempit yang di kanan kirinya terdapat banyak penjual souvenir khas Mesir, kerajinan perak, lukisan papyrus, kristal, kerajinan kulit, dan benda-benda khas untuk oleh-oleh. 

Nggak hanya itu, di pasar ini banyak menjual rempah-rempah untuk bahan obat herbal atau bumbu-bumbu masak kering. Karena umurnya udah ratusan tahun, bangunan di pasar ini cenderung kurang teratur, tapi inilah keunikannya. Bangunan tuanya itu yang membuat Khan el-Khalili terlihat eksotis. 

Kalau mau beli barang di sini, mesti pinter nawar loh.. soalnya pedagangnya kadang ngasih harganya gak tanggung-tanggung tingginya. Mungkin karena kawasan tujuan turis kali ya? Lucunya, kalau tahu kita orang Indonesia, mereka nawarinnya pakai bahasa Indonesia hehehehe... "Harga murah.. harga murah..!! 3 biji 10 pound" . 

Barang-barang souvenir di sini banyak yang made in China loh, tapi kalau agak teliti dikit made in Egypt nggak sedikit juga koq. Mau beli yang made in China atau Egypt menurut saya sih terserah aja... Tapi kayaknya beli oleh-oleh dari Egypt lebih afdol buatan Egypt juga ya.




Lukisan papyrus mungkin jadi pilihan menarik buat oleh-oleh karena nggak ada di tempat lain. Papyrus adalah sejenis serat tanaman yang dijadikan kertas untuk lukisan, dan papyrus ini sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu terutama di Mesir. Lukisan papyrus ini harganya ada yang hanya 2 pound bahkan ada yang harganya lebih dari 2.000 pound (1 pound= Rp. 1.500). Seperti batik, lukisan papyrus ada yang cetak dan ada yang dilukis tangan. Dan yang harganya tinggi tentu saja yang hasil karya lukis tangan. 

Mau beli t-shirt dengan kualitas lumayan, kalau pinter nawar bisa dapet dengan harga hanya 15 pound saja. Gantungan kunci 1,75 pound per buah, piring hias ukuran sedang 35 pound. Wahhh... harga murah beneran tapi tetep dengan catatan harus nawar yaaa... hehehe...

Kalau capek jalan-jalan, lalu lapar... jangan kuatir. Di sekitar Khan el-Khalili banyak tempat makan enak dan relatif murah. Kalau lagi sibuk belanja terus masuk waktu sholat juga jangan menundanya, soalnya di Mesir tiap jengkal ada masjid jadi nggak ada alasan buat menundanya. Dan..... SELAMAT BELANJA....





Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy