Jun 18, 2013

Advertisement

Mendadak Mudik

Advertisement


Baru saja suami nelpon dari kantor, ada meeting darurat manajemen perusahaan yang hasilnya adalah memulangkan semua karyawan ekspatriat di Mesir sebelum tanggal 30 Juni 2013. Evakuasi!!

Entahlah harus senang atau sedih.... 

Seolah menjadi jawaban dari angan-angan saya beberapa minggu lalu. Liburan anak-anak kebetulan cukup lama tahun ini. Biasanya yang sekolah di Sekolah Indonesia selama bulan Ramadhan tetap masuk sekolah seperti umumnya sekolah-sekolah di Indonesia. Sedangkan Faiz yang sekolah di British school, liburan musim panasnya 2 bulan seperti biasa. Tahun ini mungkin karena libur kenaikan kelas bersamaan dengan libur awal puasa jadi digabung hingga jadi liburan yang amat panjang. Sampai tanggal 18 Agustus 2013 nanti. 

"Mas, kalau anak-anak libur enaknya aku pulang kampung nih.. jadi liburan bisa lebih puas" Usul saya pada suami.
"Halahh, kan kamu di sana juga nggak bisa kemana-mana. Mendingan di sini aja masih bisa jalan-jalan tiap akhir pekan. Pulangnya H-10 lebaran aja bareng-bareng"

Benar juga apa kata suami. Yang terbayang suntuk nggak bisa kemana-mana kalau di sana. *dasar tukang jalan!! :D Selain itu saya juga males LDRan lagi sama suami. Puasa tahun 2011 kan sempat LDRan, saya di Pekanbaru dia di Kairo. LDRan itu kan nggak enak kalo nggak terpaksa hehe..
Well.. akhirnya saya menerima pendapat suami.

Mudik Mendadak

Manusia berencana, tapi Allah yang menentukan. Terbukti bahwa kami (dipaksa) harus meninggalkan Mesir sebelum tanggal 30 Juni 2013 demi keamanan. Agenda mudik yang rencananya H-10  lebaran, akhirnya maju. Mungkin sehari setelah 'last day term' di sekolah Faiz minggu depan. Apa yang saya pikirkan jadi kenyataan, berlama-lama di tanah air selama liburan musim panas. 

InsyaAllah, ini jadi liburan terpanjang selama kami merantau. Skenarionya sih, suami akan kembali ke Kairo setelah kondisi Mesir kondusif, kurang lebih 10 hari. Saya dan anak-anak tetap di Indonesia. H-5 baru suami kembali lagi ke Indonesia sampai setelah lebaran.

Paranoid dengan Evakuasi

Kalau ada kabar tentang evakuasi seperti ini saya jadi sedikit parno. Beberapa kali memang ada isu ini, tapi alhamdulillah tidak terjadi. Namun, karena hari ini pemberitahuannya resmi mau tidak mau ya harus mau. 

Takut sekali meninggalkan Mesir. Saya sudah jatuh cinta setengah mati dengan negeri ini. Belum semua sudut negeri ini saya jelajahi. Saya masih ingin 'blusukan' ke pasar Khan Khalili yang serba ada itu, juga masih belum kesampaian pergi ke gunung Sinai, juga ke istana Fir'aun yang di Luxor. 

Saya masih ingin menyaksikan betapa orang Mesir berlomba bersedekah dengan menyediakan makanan berbuka sepanjang jalan. Menyaksikan bagaimana masjid yang tak pernah sepi dari jamaah selama Ramadhan.

Saya bahkan ingin menikmati lebih lama sholat tarawih di Masjid Sultan Hassan dan masjid Al-Azhar seperti yang kami bincangkan semalam sebelum tidur.

"Mas, bulan Ramadhan nanti aku pengen banget sholat tarawih di masjid Sultan Hassan. Anak-anak nggak usah diajak. Tahun lalu kita nggak sampai selesai sholat di sana gara-gara anak-anak sudah merengek minta pulang." 
"Eh kalau di Azhar atau masjid Hussein, enak juga suasananya. Di sana terkenal rame kalau Ramadhan sampai menjelang subuh" Kata suami menimpali.
Banyak hal yang masih ingin saya nikmati di negeri ini. Ketidakstabilan politik, runyamnya masalah ketertiban di jalan adalah hal terlampau  'kecil' untuk menutupi kebesaran Mesir sebagai negeri dengan peradaban tertua. Dengan sejarah Islam yang tercatat paling banyak di muka bumi. Meninggalkannya sekejap pun rasanya tak sanggup.. Saya terlanjur mencintainya.  

Ada apa dengan 30 Juni?  

Berita ini sudah beberapa hari lalu saya dengar. Ada demo besar yang melibatkan ribuan orang. Ketidakpuasan pada pemerintahan Morsy, presiden dari IM yang terpilih pada pemilu tahun lalu yang menjadi alasan demonstrasi besar-besaran ini. Demonstrasi seperti biasa akan berpusat di bundaran Tahrir. Sosialisasinya sudah dilakukan hampir 2 bulan terakhir. Entah kenapa yang dipilih tanggal 30 Juni. 

Berita-berita terkait tentang demonstrasi :



Semoga 'badai' ini tak berlangsung lama. Mesir segera stabil dan kondusif. Dan kami bisa kembali ke Kairo, rumah kedua kami setelah lebaran nanti. Aamiinnnn yaa Rabb...


credit








Advertisement

17 comments:

Traveler Family said...

Ikut deg2an....

Ellys Utami said...

Nggak tau deh dengan suasana hatiku hari ini mbak Ira... Yo seneng yo sedih hiks...
Mudah2an badai segera berlalu... Aamiinnn...

Mayya said...

Mdh2an suasananya gak seserem yang dibayangkan dan cepet aman lagi ya mbak! Klo ke Pekanbaru, kabar-kabari yaaa!

Traveler Family said...

Takdungakno sing terbaik gawe sampeyan+keluarga. aamiin...

Ellys Utami said...

Aku sih yakin mak Mayya Mesir itu mendapat pengawalan ketat dari Yang Maha Memiliki. Negeri ini gudangnya ilmu, dan dari sini juga para ulama besar lahir.

Kalo ke Pekanbaru pengen sih... abis kangen sama makanan di Pondok Gurih tuh mak... tapi apa daya pulangnya ke Jawa hehehe...

Ntar kalo ke Pku pasti kukabari mak...

Ellys Utami said...

Aamiiinnnn yaa Rabbal 'Alamiin
Suwun mbak Ira...

Btw... postcard sg tak kirim nyasar paling yo mbak?? Hehehe *OOT

Traveler Family said...

iyo bekne, Mbak... :( aku yo heran kenopo kok durung tekan sampek saiki

Ellys Utami said...

Mene tak kirime maneh mbak... jangan2 aku sg salah nulis alamat opo yo?? :(

Lidya - Mama Cal-Vin said...

khawatir ya mbak tapi semoga tidak terjadi apa-apa. bagaimana dengan sekolah anak-anak nantinya? apakah pindah?

Ellys Utami said...

Ini evakuasi sementara aja koq mbak... yah itung2 liburan musim panas. Biasa sih orang2 yg tinggal di Mesir dan jazirah arab pulang kampung selama musim panas :D
Cuma kalo aku biasanya pulang nggak pernah lama. Paling lama 3 minggu.

Aku nggak yakin keadaannya gawat seperti revolusi 25 Januari 2011 lalu. Gejolak yang biasa terjadi spt di negara kita pasca reformasi.
Selama tinggal di Mesir 2 th ini Alhamdulillah baik2 saja koq.

Evakuasi ini hanya antisipasi saja dari perusahaan sampai kondisinya normal. Insyaallah setelah lebaran kami kembali ke Kairo. Jadi sekolah anak2 nggak pindah.

Niar Ci Luk Baa said...

bu elly semoga di mesir aman2 ajah yaa mbak walaupun mau demo, di indonesia juga lagi demo kenaikan harga bbm :D


bu elly wah pulang ke indonesia, ldr semoga berhasil :D

Ellys Utami said...

@Niar.... Aku ke Surabaya loh..
Niar di Surabaya kan? Surabayanya di mana?

eko rahmandani said...

Selamat datang kembali di tanah air mbak, pasti akan lebih banyak cerita yang bisa mbak tulis di sini..

Ellys Utami said...

Hihihi... ke tanah air kan emang tiap tahun Ko.

Ini liburan musim panas yg mmg libur biasanya 2 bulan.

keke naima said...

semoga Mesir segera kondusif jadi bs balik lagi ke sana dan gak bikin deg2an

Maya said...

welcome home mbak elly. klo evakuasi kmrn ikut juga gak?
ini baru sempetin jalan2 lg ke blognya mbak:)
tetap semangat dan slm bwt keluarga yaa

bunda zahra poenya cerita said...

Terlambat membaca ini, bagaimana kabarnya Mbak Elly? Semoga Mbak Elly sekeluarga selalu dalam keadaan baik, selalu dalam lindungan Allah SWT. Ikut prihatin dengan situasi di Mesir :(

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy