May 19, 2014

Advertisement

Possible Thing in Egypt

Advertisement


Melihat tingkah laku orang Mesir di jalan raya awalnya bikin saya shock. Bikin sport jantung juga. 

Tapi hampir 3 tahun  di sini, saya makin terbiasa dengan kebiasaan mereka. Paling kalau lihat perempuan yang tiba2 menyeberang jalan ditengah kendaraan yang melaju kencang. Saya hanya beristighfar. Sambil komentar sendiri dalam hati, orang itu punya nyawa rangkap 10 kali ya? Koq gak takut tiba-tiba terpeleset karena menyeberang sambil berlari. Pakai gamis pula.. Duh!


Pun melihat kecelakaaan dengan kondisi mobil yang  remuk juga hampir terbiasa. Bahkan pernah saya melihat kecelakaan tunggal 3 kali dalam satu kali perjalanan di ruas jalan yang sama. Mobil terbalik atau menabrak pembatas jalan itu sudah biasa. 

Bangkai kendaraan yang teronggok di jalan hampir tak terhitung banyaknya. Ada yang kondisinya hangus terbakar dengan bodi kendaraan nyaris remuk. Ada pula yang tidak berbentuk sama sekali. Kebayang kan bagaimana kecepatan mobilnya kalau kondisinya bisa seperti itu? Jalan raya di Mesir umumnya memang lebar dan biasanya 1 arah dengan pembatas beton yang masing-masing memiliki 4-5 lajur. Sangat memungkinkan para pengendara mobil memacu kendaraannya. Sebenarnya ada rambu batas kecepatan, tapi ya itu tidak dihiraukan.


Dulu sebelum revolusi 2011, ada alat pemantau kecepatan kendaraan yang di pasang di jalan raya terutama jalan-jalan berlajur banyak. Jika pengendara kendaraan bermotor melaju melebihi kecepatan yang ditentukan siap-siap membayar denda saat memperpanjang STNK. Namun setelah revolusi, alat-alat itu lenyap entah kemana.


Menurut cerita Sayyed (sopir kantor suami), angka kecelakaan di Mesir sudah sangat tinggi. Di Kairo saja, setiap hari minimal terjadi 2 kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya. Belum lagi di kota-kota lainnya. Hitung saja sebulan ada berapa korbannya. Mereka mati sia-sia di jalan. Dia bilang, orang Mesir itu memang suka ngawur kalau nyetir, emosian. Tuh kan, orang Mesir sendiri bilang begitu :D


Menyerobot seenaknya, itu juga sudah jadi tabiat orang mesir di jalan. Biasanya kalau terjadi serempetan, seketika itu juga berhenti, nggak pakai minggir. Dan menyelesaikan masalahnya di tempat itu. Sambil teriak-teriak dengan suara keras. Tidak peduli apakah tindakannya itu menjadi penyebab kemacetan panjang di belakang sana. Bahkan pengendara lain ikut berhenti untuk menjadi juru damai pihak yang bertikai itu. 


Tapi uniknya separah apapun kondisi kendaraan yang diserempet akan berakhir dengan damai. Tidak ada acara menuntut sang penyerempet untuk mengganti kerusakan mobilnya. Maka janganlah heran jika melihat mobil di Mesir hampir tidak ada yang mulus. Mobil mewah sekalipun. Salon mobil? Tidak akan ditemukan di sini. Di Indonesia, salon mobil yang menjadi bisnis menjanjikan kan ya? Baret sedikit dipoles biar mulus seperti baru. hehehe..

Jangan tanya soal rambu lalu lintas. Benda itu seperti onggokan besi tak berharga. Mana ada yang mau mematuhi benda mati itu. Keberadaan polisi saja kadang malah tidak dihiraukan. Lampu lalu lintas, hanya beberapa saja yang berfungsi dan dipatuhi. Selain itu diabaikan dan dianggap tidak ada.

Parkir, ini juga hal yang paling menyebalkan. Jadi salah satu penyebab jalanan macet. Kadang 3 mobil berjajar, yang tentu saja memakan badan jalan. Di kawasan pemukiman, bahkan di mall yang sudah menyediakan tempat parkir di basement, masih saja menjadikan jalan tempat parkir favorit. Malas? Yap.. itu dia alasannya. Tapi orang mesir sangat lihai lho memarkir kendaraannya. Di tempat sesempit apapun mereka bisa parkir dengan baik bahkan hanya dengan satu tangan. Keren nggak tuh.. 


Nah, bagaimana dengan yang ini?? Ada yang aneh?




Foto ini saya ambil ketika berada di atas bus, dalam perjalanan dari Siwa menuju Matrouh. Merupakan jalan dua arah yang melewati gurun pasir. Sepi dan hanya beberapa kendaraan yang berpapasan dengan bus yang saya tumpangi saat itu. Dari jauh, saya pikir itu adalah sebuah rambu petunjuk jalan. Semakin mendekat saya dan seluruh penumpang bus kaget. Ternyata "papan" itu adalah sebuah portacamp (accomodation container). Yaitu sebuah kontainer yang digunakan sebagai tempat tinggal bagi pekerja minyak di lapangan. Rumah portable itu sedang diangkut truk trailer. Tidak tanggung-tanggung ada 5 iring-iringan trailer seperti ini. Kecepatan truk hanya sekitar 40-50 km/jam. 

Bus tidak bisa mendahului dari kiri maupun kanan karena badan jalan letaknya lebih tinggi dari bahu jalan. Tentu saja akan beresiko. Alhasil mau tidak mau bus yang kami tumpangi harus berada di belakangnya. Bagaimana jika ada kendaraan dari depan?? Untung saja rombongan truk itu segera berbelok. Karena sudah sampai di tujuannya. Syukurlah... Kalau tidak, alamat nggak nyampe-nyampe :P


Satu lagi, jangan kaget kalau menemukan kereta keledai atau kereta kuda berseliweran di tengah jalan tengah kota. Bersaing dengan kendaraan bermotor gak pake sungkan hehehe... Only in Egypt! 




Kereta kuda bersaing dengan kendaraan bermotor

Polisi yang sedang mengatur keruwetan di simpang jalan di kawasan apartemen 

Mobil parkir di jalan. Padahal di basement gedung-gedung apartemen itu ada tempat parkirnya

Nggak ada budaya pake helm. Nggak bakalan ditilang juga koq.. :D

Jualan wortel di tengah jalan raya. Laju mobil melambat karena ada polisi tidurnya :P

Advertisement

7 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

ya ampun mbak kebayang kalau ada kendaraan dari arah berlawanan ya

Keke Naima said...

huaaaa... kayaknya nyetir di Mesir lebih stress drpd di Jakarta hihihi

Ellys Utami said...

Mbak @Lidya.. itu dia.. Mungkin dikiranya karena padang pasir gak bakalan ada mobil yang lewat kali ya hehehe...

Ada sih mobil dari arah depan waktu itu. Tapi dia ngalah, berhenti di pinggir. Hahaha...

Ellys Utami said...

Mak @Mira... bener bingits mak. Kalo baru belajar nyetir jangan coba2 turun ke jalan. Saya yang cuma di kursi belakang supir aja stress hihihihi....

sea said...

Assalamualaikum,mb Ellys.
Salam kenal dr bandung.
Saya bc blog mb seminggu ini.foto sama tulisannya ok bgt.
Mesir itu salah satu negara yg sy ingin kunjungi dr sma,sblm booming ayat2 cinta.hehe.
Mb,sy ingin minta ijin.sy sedang nulis cerpen (bhs inggris)yg backgroundnya terinspirasi ttg kairo(dr blog mb).boleh ya mb.^ ^
Salam utk keluarga ya....
Syukroon.

Ellys Utami said...

@Sea...
Wa'alaikum salaammm.... boleh silahkan. Terima kasih kalau tulisan2 saya menginspirasi... seneng banget.

Salam kenal... :)

sea said...

Terima kasih,mbak....

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy