Jun 17, 2014

Advertisement

Paris on The Nile

Advertisement




Hari itu, selepas berbelanja kain di pasar Attaba saya dan salah seorang teman baik pergi ke sebuah toko mesin jahit untuk membeli sesuatu. Toko tersebut berada di kawasan downtown. Sebuah kawasan perdagangan yang cukup sibuk di Kairo. Sayangnya kami berdua tak cukup mengenal jalan di kawasan ini. Meski sebenarnya saya sudah sekian kali ke tempat ini. Beberapa kali kami harus bertanya pada orang-orang di sepanjang jalan yang kami lewati. Namun tak jua ketemu tempat yang kami tuju.

Untung saja cuaca cukup bersahabat. Walaupun musim panas, tapi angin berhembus sejuk sepoi-sepoi. Jalan kakipun tak terasa melelahkan.  

Berjalan kaki menyusuri jalan di downtown ini tak ubahnya seperti berjalan di kota-kota di benua Eropa. Selain kaya dengan arsitektur tua era Mesir kuno, peradaban Islam (Mamluk, Abasiyah, Fatimiyah, Usmani) Kairo juga memiliki tempat dengan gaya arsitektur Eropa abad 19 yang cantik. 

Kawasan downtown berada tak jauh dari Attaba dan bundaran Tahrir. Merupakan salah satu tempat yang di rancang tata kotanya dengan seksama.

Jalan yang lebar lengkap dengan ruang terbuka dan taman-taman yang indah. Sangat memperhatikan keseimbangan geometris dan harmoni dalam penataannya. Sang arsitek Khedive Ismail Pasha memang terinspirasi oleh kota-kota di Eropa. Tak heran, tempat ini terlihat sangat rapi dibandingkan bagian kota lainnya di Kairo. Dijuluki sebagai Paris on The Nile. 

Konon, Khedive Ismail Pasha sampai memanggil Baron Housman, arsitek sekaligus ahli tata kota Paris untuk datang ke Kairo dan merancang Paris fi al-Nil ini. ia ingin membuat takjub kekasih hatinya, puteri Prancis Eugenie de Montijo, juga kaisar2 Eropa dengan penjelmaan mini Paris di lembah Nil

Ada 2 jalan utama di kawasan cukup sibuk di Kairo ini, yaitu Qasr el-Nil street dan Talaat Harb Street. Pertemuan 2 jalan utama tersebut dinamakan Talaat Harb Square.

Dulu jalan itu bernama jalan Soleman Pasha Street yaitu nama jenderal Mesir kelahiran Perancis pada masa pemerintahan Muhammad Ali Pasha. Lalu tahun 1954 pada masa pemerintahan Gamal Abdul Nasser jalan tersebut berganti nama menjadi Talaat Harb Street merupakan nama seorang ekonom Mesir terkemuka tahun 1900an. Hal ini adalah upaya Nasser membersihkan kota dari semua unsur yang mengingatkan pada dinasti Muhammad Ali Pasha dan era pendudukan Inggris.

Sayangnya keindahan tempat ini semakin berkurang. Taman-taman hijau kini sudah tak ditemukan lagi. Padahal Ismail Pasha mendesainnya seperti kota2 Eropa yang penuh taman. Dahulu terdapat taman besar bernama taman Azbakiyah di downtown dengan danau di tengahnya. Tempat para Bangsawan menikmati senja dari atas felluca  (perahu).

Begitupun kondisi gedung-gedung yang tampak kurang terawat. Stiker-stiker iklan, dan debu yang menempel memperburuk kondisi bangunan. Pedagang kaki lima yang menguasai trotoar, parkir mobil tak beraturan di kanan kiri jalan menambah kesemrawutan kawasan ini. Menurut cerita orang-orang, sebelum revolusi 25 Januari 2011 downtown tidak seperti sekarang ini. Tidak ada yang berani berjualan di trotoar, dan parkir sembarangan. Rapi dan bersih.


Dan beginilah wajah Little Paris atau Paris on The Nile itu kini.. 


.
 Patung Ibrahim Pasha, merupakan putra Muhammad Ali Pasha. Dia adalah panglima pasukan tentara Mesir, mempimpin pasukan sejak berusia remaja selama ayahnya menjadi penguasa di Mesir.

Talaat Harb Street

Talaat Harb Square


Talaat Harb Square

Salah satu taman yang masih terawat di downtown




Catatan :

Karena tidak khusus hunting foto, maka saya menggunakan senjata cadangan untuk memotret. Foto-foto di atas adalah hasil jepretan kamera handphone.

Cairo, 29/5/14





Advertisement

7 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

pakai kamera hp aja hasilnya bagus gitu ya mbak

Ellys Utami said...

Kebetulan memang pas nggak bawa kamera karena bukan sengaja hunting foto hehehe..

Asal kamera hp-nya minimal 8 mp hasilnya udah bagus koq mbak..
Ini saya edit pakai aplikasi snapseed di hp dan photoshop di PC .

sofia zhanzabila said...

Wiiiihhhhh....subhanallah....keren banget Mbak.....

Ellys Utami said...

Mbak @Sofia Zhanzabila... makasih..
Salam kenal ya... :)

RU's JOURNAL said...

Meski pake hape tp ngambil anglenya bagus banget. Arsitekturnya tampak bagus,sayang tdk terawat ya...saya lihat ada coretan di foto gedung, sayang banget

Keke Naima said...

sayang banget kalau sekarang kurang terawat, ya, Mbak :)

sea said...

Mbak Ellys,
Meski agak telat sy mau ucapkan"mohon maaf lhr dan btn"
Smg mbak sekeluarga sehat walafiat.amin.
Salam dr bdg ^ ^

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy