Apr 17, 2012

Advertisement

Di Mesir, Jangan Bertanya Kalau Tidak Mau Tersesat

Advertisement


Pemandangan di desa Sakkara

Malu bertanya sesat di jalan, pepatah yang sudah jamak kita dengar ya? Memang ada benarnya juga sih, jika kita berjalan di suatu tempat yang tidak kita kenal, lalu kita bingung ya sebaiknya kita bertanya pada warga setempat biar kita nggak buang-buang waktu muter-muter cari jalan. Tapi kalau sudah bertanya malah nyasar, siapa yang salah ya?? Yang nanya atau yang ditanya? hehehe...


Tujuan saya pagi itu ke sebuah situs sejarah di bagian utara Kairo, Sakkara. Komplek piramida dan makam raja selain grand piramida di Giza. Awal perjalanan di mulai dari Maadi, dan sebelum berangkat suami memastikan tempatnya lewat peta di google map.

Setelah tau arah jalan menuju ke sana, berangkatlah kami berenam (saya, suami, 3 anak dan 1 teman mahasiswa). Melalui ring road kami perkirakan perjalanan memakan waktu sekitar kurang lebih 1 jam. Perjalanan pagi itu lancar karena masih pagi, dan sama sekali tidak ada kemacetan.

Mestinya kami keluar di pintu keluar ring road yang menuju Giza karena Sakkara memang tidak jauh dari Giza letaknya. Tapi yang terjadi pagi itu, pintu keluar yang arahnya menuju Sakkara itu, terlewati. Tak ayal kami terus mengikuti jalan ring road ke arah selatan tanpa menemukan lagi pintu keluar yang menunjukkan arah menuju Giza.

Karena tidak menguasai jalan, ya sudah kami ikuti saja kemana jalan ring road itu mengarah, yang penting tujuannya keluar dari ring road untuk kembali ke arah sebelum pintu keluar Giza. Lalu kami berhasil keluar ring road yang membingungkan itu menuju daerah yang kami termasuk teman mahasiswa tidak tahu di daerah mana kami berada. Jadi seperti keluar dari mulut singa lalu masuk ke mulut buaya.. he he he.. lebay.

Memang tidak seorangpun diantara kami yang tahu daerah ini. Berjalan berdasarkan feeling, kira-kira dan arah mata angin saja. Tujuannya mencari pintu masuk menuju ring road lagi. Beberapa orang yang kami tanya, menunjukkan kalau pintu masuk ring road tidak jauh tapi kenyataannya tidak kami temukan jalannya sampai akhirnya malah ketemu daerah Giza (sekitar pintu masuk tempat grand piramida berada).

Bertanyalah kami pada sekelompok sopir tramco (angkot) yang sedang mangkal. Langsung saja kami bertanya tentang arah Sakkara, asumsi kami sih tempat ini sudah tidak jauh lagi karena kami sudah di kawasan Giza. Dengan pedenya si abang sopir menunjukkan arah di mana Sakkara berada.
"Lurus saja, nanti setelah melewati rel kereta api ada pom bensin baru belok kiri"

Kami ikuti petunjuk si abang sopir, saat itu waktu sudah menunjukkan hampir 1,5 jam artinya sudah lewat setengah jam dari perkiraan waktu sampai Sakkara. Melewati jalan yang di kiri kanannya padang pasir membuat kami ragu.

Tapi berbekal petunjuk "abang" sopir tadi, kami sedikit yakin. Lalu sampailah kami di sebuah pos pemeriksaan yang menurut teman mahasiswa, ini biasanya pos pemeriksaan menuju luar kota. Bertanya sekali lagi pada petugas pos, dan petugas itu menyuruh kami berbalik arah karena ini bukan jalan menuju Sakkara tapi menuju daerah Bani Suef. Nahhh loooo.... Udah 2 jam pula di jalan tapi Sakkara belum ketemu.

Akhirnya kami berbalik arah, ke Giza. Tujuannya cari ring road dan akhirnya ketemu juga jalan masuknya. Setelah masuk ring road, cari jalan keluar ke Sakkara dan ketemu. Untungnya jalan menuju Sakkara tidak mengecewakan, pemandangan hijau ladang pertanian cukup menyejukkan mata. Jadi cukup terobati juga setelah muter-muter di jalan 2,5 jam lamanya (total waktu untuk sampai di Sakkara hampir 3 jam). Sambil membahas si sopir tramco yang kami tanya tadi. Ini namanya sudah tidak malu bertanya, malah jalan-jalan.

Jadi menurut teman mahasiswa ini, orang Mesir itu kalau ditanya nggak pernah bilang nggak tahu. Pokoknya jawab biarpun sebenarnya dia nggak tahu alias sok tahu hehehe... 

Jadi kalau nanya sama orang Mesir di jalan, jangan 100% percaya, dan kita wajib mengerti arah mata angin atau pakai GPS kalau perlu. Walaupun nggak semua orang Mesir begitu tapi nggak ada salahnya kan kalau sebelum berangkat, kita pastikan mengerti peta perjalanan. Jangan sampai terjadi, bertanya malah nyasar ke mana-mana....


Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy