Jan 14, 2011

Advertisement

Hong Kong: Tak Habis Dalam 4 Hari (part 1)

Advertisement




Hongkong sebenarnya bukan termasuk daftar negara yang ingin saya kunjungi. Tapi akhir tahun 2010 kemarin saya malah berkesempatan ke sana selama 4 hari.
Pergi bersama suami dan 3 anak saya. Kami memutuskan pergi tanpa ikut paket tour, semuanya kami urus sendiri dari pesan tiket pesawat, booking hotel sampai merencanakan tempat mana saja yang akan kami kunjungi. Sebelumnya kami belum pernah pergi ke negara ini, alhasil kami harus mencari informasi sebanyak-banyaknya dari buku, dan internet tentunya. Sebaiknya sih kalau travelling yang dicari dulu adalah tiket pesawat, tapi tidak dengan kami. Dan inilah urutan persiapan yang saya lakukan..

Hunting Hotel

Pertama kali yang saya lakukan adalah hunting hotel. Karena kami berencana ke sana tanggal 22 -26 Desember lumayan susah untuk mencari hotel yang murah dan available karena akhir tahun termasuk peak season. Problemnya karena kami belum mengenal Hongkong, jadi agak susah menentukan di daerah mana kami sebaiknya menginap. Tapi kebetulan ada teman yang tinggal di sana menyarankan pada saya untuk mencari hotel di daerah Kowloon atau Tsim Sha Tsui, maka saya turuti sarannya.  Banyak pilihan sebenarnya, tapi kriteria yang saya cari kan yang murah tapi bagus dan cukup untuk 5 orang (hehehe…) jadi dari beberapa hotel yang masuk kriteria tidak ada yang available maka akhirnya saya dapatkan Dorsett Kowloon di daerah Tai Kok Tsui, hotel bintang 3 seharga 600 HKD/malam tapi khusus untuk tanggal 25 dan 26 harganya 1450 HKD/malam. Tidak murah sebenarnya, tapi lumayanlah karena lokasinya cukup dekat dengan pusat keramaian Mongkok.

Tiket Pesawat

Sebaiknya booking tiket dilakukan minimal 1 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Harga yang ditawarkan cukup murah kalau kita pesan jauh hari sebelum keberangkatan. Ada banyak maskapai yang melayani rute ke Hongkong tapi penerbangan direct ke Hongkong hanya ada 2 yaitu Garuda Indonesia dan Cathay Pacifik. Untuk GI tarifnya cukup murah sekitar 400 USD return atau PP, Cathay Pacifik agak sedikit mahal yaitu sekitar 600 USD return. Tapi karena GI sudah full book ya akhirnya saya pilih Cathay Pacifik. Berangkat dari Jakarta sekitar jam 14.30 WIB sampai Hongkong 20.30 waktu Hongkong (sekitar 4 jam). Memilih penerbangan direct untungnya adalah menghemat waktu perjalanan. Kalau memakai maskapai penerbangan seperti Singapore Airline bisa dipastikan kita akan transit di Singapura minimal 2 jam.

Di Hongkong

Sampai di Hongkong Internasional Airport, udara dingin sudah terasa mungkin sekitar 15 derajat celcius. Antrian tidak terlalu panjang di loket pemeriksaan imigrasi. Petugasnya cukup cekatan (saya jadi membayangkan petugas imigrasi Indonesia yang lambat dan terkesan santai hehehe…). Setelah ambil bagasi (tidak ada antrian panjang seperti di Indonesia), kami menuju petugas informasi bandara untuk menanyakan berapa tarif taxi menuju Kowloon katanya sih sekitar 200-an HKD atau sekitar 250 ribuan rupiah. Menurut informasi yang saya baca, sopir taxi di Hongkong banyak yang tidak bisa bahasa Inggris. Benar saja ketika kami katakan tujuan kami, sang sopir bingung dan beberapa kali berhenti untuk melihat peta dan menanyakan kepada kami daerah tempat hotel yang kami tuju. Ketika saya katakan hotelnya di daerah Tai Kok Tsui, dia bilang Tai Ko Coi.. ooohhh baru saya mengerti ternyata Tsui dalam bahasa mandarin/cina dibaca Coi hehehehe……
Terowongan antara Airport - Tsim Tsa Tsui


Sepanjang perjalanan dari airport ke hotel, beberapa kali menyeberangi jembatan yang cukup panjang, terowongan dan gedung2 tinggi yang penuh gemerlap lampu khas kota metropolis. Saya rasa Hongkong mirip dengan Singapura tapi dalam versi yang besar.
Gara-gara tidak menguasai medan, (padahal saya sudah menyiapkan peta tapi masih bingung juga hehe..)  alhasil tarif taxi yang seharusnya sekitar 200 HKD, menjadi  480 HKD karena katanya tarif tol sekian, bagasi 2 koli sekian, dan beberapa ongkos tambahan lainnya. Dengan agak setengah ngeyel dapatlah diskon dan ongkos taxi yang harus saya bayar 370 HKD (alamaakkk!!! dibohongin nih sama sopir taksinya.. hehe….). Mau nggak mau ya harus dibayar daripada koper kami di sita.. Rupanya si sopir memanfaatkan ketidaktahuan kami dengan mengambil jalan memutar, makanya argonya menunjukkan angka 290 HKD plus biaya lain-lain 80 HKD. Karena di Hongkong, ongkos bagasi dihitung tersendiri yaitu sekitar 5 HKD per koli dan kalau lewat tol penumpang yang harus bayar.
12971461531934281749
gedung-gedung di daerah Mongkok (dok.pribadi)
12971463231786215747
view dari lantai 14 Dorsett Kowloon Hotel (dok.pribadi)
Check in hotel tidak ada masalah sama sekali. Kami mendapatkan kamar di lantai 14 yang lumayan juga viewnya. Kamarnya tidak terlalu luas dan terasa sempit untuk kami berlima. Tapi nggak masalah, yang penting bisa untuk beristirahat untuk melanjutkan perjalanan mengelilingi Hongkong dalam 3 hari ke depan…
Cerita perjalanannya bersambung yaa… nanti saya ceritakan bagaimana kami menemukan nasi rames Jawa Timur plus sambal terasi setelah 2 hari tidak makan nasi (tau kan betapa tersiksanya nggak makan nasi saat musim dingin?? hehehe…)
12971507701357316941
Avenue of Stars, Tsim Sha Tsui (dok. pribadi)
12971505682045496108
Pelabuhan ferry menuju pulau Hongkong (dok.pribadi)

Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy