Advertisement
Areal pemakaman biasanya merupakan sebuah tempat yang sepi,
sunyi dan tenang bahkan menyeramkan saat malam. Entah kenapa di areal tempat
peristirahatan terakhir manusia itu menimbulkan kesan seram. Saya pikir itu
tergantung apa yang dipikirkan masing-masing orang, bisa berupa sosok pocong
berwajah pucat, perempuan berambut panjang yang biasa di sebut kuntilanak atau
sosok menyeramkan lainnya. Tapi itu sih hanya ada di Indonesia . Apa karena orang Indonesia
sudah tersugesti dengan film-film berbau pocong dan kuntilanak ya??
Lain halnya dengan di Mesir, di sini ada sebuah areal
pemakaman yang umurnya 700 tahun. Letaknya di kawasan kota lama Kairo, el-Qarafa nama daerahnya.
Hilangkan dulu kesan seram dari pikiran anda, karena di sini tidak ada bau
bunga kamboja dan suara lolongan anjing seperti dalam film-film horor Indonesia itu.
Tempat ini justru sangat menarik dan mengasyikkan untuk dikunjungi terutama
buat shopping.
***
Hari Jum'at lalu kami pergi ke sana .
Tujuan awalnya mengantarkan si bungsu Faiz beli binatang peliharaan idamannya.
Pasar hewannya ada di dekat Masjid Sayyidah 'Aisyah, tapi karena datangnya
kelewat pagi jadi belum semua pedagang hewan membuka lapaknya. Akhirnya, sambil
nunggu kami mengarahkan mobil ke arah Masjid dan makam Imam Syafi'i yang letaknya
di areal City of The Dead .
Rencananya mau sekalian sholat Jum'at di sana .
Nggak nyangka ternyata semakin masuk ke dalam jalan semakin
padat dan penuh dengan pedagang berbagai macam barang. Hampir semua barang ada
di pasar ini dari mulai pakaian, sepatu, alat-alat listrik, sprei, gordyn,
karpet, sepeda anak-anak sampai pedagang ikan asin khas Mesir dan pedagang fool
(bubur kacang Mesir). Dari barang baru sampai barang bekas dijamin ada,
pokoknya pasar ini serba ada. Musik khas Arab diiringi teriakan pedagang yang
menawarkan dagangan membuat pasar semakin meriah. Tahu nggak lapaknya ada di
mana? Di kuburan....! Hampir di sepanjang teras kuburan terisi dagangan mereka.
| Suasana tempat shopping di City of The Dead |
Seperti namanya, City of The Dead
adalah sebuah kota
untuk orang mati alias kuburan. Namun semakin padatnya kota
Kairo dan bertambah banyaknya jumlah penduduk miskin di ibukota Mesir membuat
City of The Dead
berfungsi ganda menjadi kotanya orang yang masih hidup. Puluhan ribu orang
bertempat tinggal di "kota "
ini sehingga tampak seperti sebuah perkampungan padat. Tidak ada kesan
menyeramkan sama sekali, karena kampung ini sangat ramai.
| Jalanan di dalam City of The Dead yang lebih mirip kompleks perumahan |
Pemakaman di Mesir memang terdiri dari blok-blok dalam
sebuah bangunan seperti sebuah bangunan rumah. Setiap keluarga memiliki blok
pemakamannya sendiri. Makam-makam penguasa (Pasha) pada jaman kesultanan
Ottoman yang berkuasa di Mesir juga dimakamkan di areal City of The Dead , ulama-ulama
besar Islam juga dimakamkan di kawasan ini salah satunya Imam Syafi'i (salah satu
imam madzab).
Kemiskinan rupanya telah merubah wajah sebuah makam menjadi
sebuah areal tempat tinggal yang sementara "nyaman" untuk sebagian
penduduk Mesir, apalagi kalau bukan karena terpaksa.
| "kampung" City of The Dead |
| Seorang wanita yang sudah puluhan tahun tinggal di dalam bangunan makam (Photograph by Mohamed Abd El-Ghany, Reuters) |
Shopping di areal kuburan kemarin memang cukup mengasikkan
sih. Lumayan juga, bisa jadi alternatif tempat wisata mingguan buat keluarga.
hehehe...Puas "window shopping" dan mendapatkan beberapa barang
murah, kembali ke tujuan awal mencari hewan peliharaan. Rupanya hari itu memang
menjadi exciting day buat Faiz, karena dia mendapatkan apa yang diinginkan,
sebuah aquarium beserta penghuninya. Walaupun sempat ngelirik penjual kucing persia tapi
syukurlah tidak berlanjut pada rengekan yang bisa membuat saya menyerah.
Salam hangat dari Kairo..
Advertisement
0 comments:
Post a Comment