Jan 6, 2013

Advertisement

Mengintip Surga di Birunya Laut Merah

Advertisement



13574713291042133891
Birunya Laut Merah


Mesir memang bukan hanya memiliki Pyramid Giza, sphinx atau bangunan masjid-masjid tua dengan arsitekturnya yang indah. Mesir juga memiliki keindahan alam laut yang luar biasa. Terumbu karang yang berada di Laut Merah adalah nomor 2 terbesar di dunia, dengan panjang mencapai 1.900 km. Memiliki lebih dari 1.000 spesies invertebrata dan 200 jenis karang keras dan lunak.

Laut Merah juga menjadi salah satu tempat yang membuat saya penasaran sejak lama. Laut yang pernah terbelah saat Nabi Musa memukulkan tongkatnya ketika melarikan diri dari kejaran Fir'aun ini saya pikir memiliki warna air yang merah seperti namanya.

Karena kebetulan saya diberi kesempatan tinggal di Mesir, laut Merah menjadi salah satu tempat yang masuk dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi. Liburan akhir tahun kali ini saya baru punya kesempatan untuk pergi ke Hurghada salah satu kota yang berada di pinggiran laut Merah. What??? Liburan ke pantai saat musim dingin?? Agak kurang cocok kedengarannya ya?

Pada bulan Desember sampai Januari, Kairo memang sedang mengalami puncak musim dingin yang suhunya berkisar antara 10-15 derajat celcius. Tapi di Hurghada yang letaknya berada di bagian selatan Mesir suhunya relatif hangat yaitu berkisar antara 25-30 derajat celcius.

Sebenarnya ada beberapa kota yang berada di sepanjang pantai Laut Merah dan yang paling dekat dengan Kairo adalah Ain El Sokhna, berjarak sekitar 150 km tapi pantai di kota resort ini biasa saja dan kurang menarik menurut saya. Sharm El Sheikh juga merupakan kota yang berada di pantai utara laut merah. Kota ini juga sangat terkenal keindahannya dan menjadi kota tujuan wisata. Dekat dengan gunung Sinai tapi jaraknya lumayan jauh yaitu sekitar 600-an km dari Kairo.



1357469624681393886
Saat perjalanan di mulai.... Cairo pagi hari. (photo by me)



Sedangkan Hurghada yang letaknya dibagian selatan laut Merah berjarak sekitar 480 km. Karena suami hanya punya waktu cuti 1 hari maka kami putuskan ke Hurghada, berangkat hari Kamis pagi (27/12) dan kembali ke Kairo hari Sabtu (29/12). Hotel sudah kami pesan 2 hari sebelum berangkat, karena suami punya teman yang bekerja di salah satu resort di sana lumayan juga dapat harga promo. Padahal waktu kunjungan kami itu termasuk peak season hehehe...

Berangkat dari Kairo jam 7.30 kami perkirakan sampai di Hurghada paling cepat jam 14.00 karena memang belum kenal medannya ditambah suami nyetir sendiri. Perjalanan Kairo-Hurghada adalah perjalanan menyusuri pantai laut Merah, di kanan jalan kita hanya disuguhi gurun pasir dan gunung-gunung batu, jadi jangan harap ketemu pepohonan rindang seperti di Indonesia. Mungkin pemandangannya seperti di planet Mars gitu deh..

1357469409699655288
Planet Mars??? (photo by me)
1357472633494410176
Pemandangan sepanjang perjalanan Cairo-Hurghada 

Jarak antar kota sekitar 140 - 180 km, dan hanya melewati 3 kota saja sebelum sampai Hurghada. Bahan bakar serta kondisi kendaraan memang harus fit, karena kalau sampai mogok di jalan dijamin susah dan menderita. Ada juga tempat istirahat di sepanjang jalan tapi hanya berupa halte tanpa dilengkapi toilet apalagi bengkel. Jadi harap menahan untuk buang air kecil sampai ketemu SPBU di kota. Kemarin kami hanya sekali saja berhenti di sebuah SPBU di kota Ras Gharib untuk mengisi bensin. Kota ini jaraknya sekitar 160 km dari Hurghada.

Sepanjang perjalanan kita akan melewati jalan tol yang sepi, lurus dan mulus jadi mobil bisa dipacu sampai 120 km/jam. Ada 2 pintu tol yaitu tol Ain Sokhna dan Zafarana yang masing-masing hanya membayar 5 LE (Rp. 7.500) dan 2 LE (Rp. 3.000) jadi total kita hanya bayar 7 LE untuk ruas jalan sepanjang 450 km.

Ada pemandangan menarik di kota Ain Sokhna, selain banyak resort di sepanjang jalan di kota ini, kita akan melihat pembangkit listrik tenaga angin karena memang letaknya di pinggir pantai maka anginnya memang cukup kencang. Potensi alam yang notabene gratis ini cukup jeli dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

13574695212117153847
Pembangkit listrik tenaga angin



Sampai 1,5 jam lebih cepat dari perkiraan, masuk kota Hurghada sekitar jam 12.30. Suhu udara memang hangat di sini jadi kami dipaksa untuk melepas jaket yang kami pakai sejak keluar dari Kairo. Suasana kota ini berbanding terbalik dengan Kairo. Tenang, rapi, bersih dan tertib, hampir tidak percaya kalau saya sebenarnya masih berada di Mesir. Ditambah lagi hampir semua toko di sini ditulis dengan huruf cyrilic, yaitu tulisan Rusia.

Rupanya kota ini adalah destinasi wisata favorit orang Rusia dan Eropa Timur. Tak heran beberapa maskapai penerbangan Eropa melayani jalur penerbangan langsung ke Hurghada. Ada juga maskapai yang melayani melayani penerbangan dari Cairo ke Hurghada yaitu Egypt Air. Kemudahan akses transportasi ke Hurghada memang menjadi hal penting untuk menarik minat wisatawan asing.


13574697351272233279
Suasana kota Hurghada (photo by me)
13574708501956379512
Salah satu toko yang bertuliskan huruf cyrilic (photo by me)



Hurghada memiliki beberapa pantai dengan nama yang berbeda, beberapa di antaranya adalah :

  • El-Ghouna berada di sisi paling utara Hurghada 
  • Marina Hurghada 
  • Shal Hasis 
  • Makadi 
  • Soma Bay 
  • Safaga
Hampir seluruh pantai itu sudah penuh dengan resort dan hotel. Hotel dan resort di Hurghada biasanya menawarkan sistem full board, half board atau bahkan hanya breakfast saja, kisaran harganya sangat variatif. Kalau tidak mau repot mencari makanan di luar kita bisa booking hotel atau resort dengan full board, kalau ini sih tergantung budget. Saran saya lebih baik memesan hotel atau resor dengan sistem full board. Kita tidak repot lagi memikirkan makan, semuanya disediakan dari mulai sarapan sampai makan malam dengan menu yang juga variatif. Letak resort-resort ini berada cukup menjorok ke dalam jadi agak jauh dari warung makan.

Kalau anda memiliki hobi menyelam atau snorkeling, Hurghada adalah salah satu surganya. Kebetulan kami memang tidak berniat menyelam (karena nggak bisa hehehe...). . Di sepanjang pantai Hurghada banyak sekali jasa penyewaan kapal dan peralatan diving baik privat atau kolektif. Sempat kami bertanya di salah satu tempat, untuk sewa kapal dengan durasi waktu 8 jam biaya yang dikenakan biaya 1.400 EGP (1 EGP = Rp. 1.500) untuk 5 orang diluar sewa peralatan diving, tapi disediakan makan siang di atas kapal.

Tapi tidak usah khawatir jika ingin ngintip ke bawah laut merah yang ternyata sangat biru dan jernih itu tanpa harus menyelam. Di New Marina (down town), ada kapal yang melayani ini. Biaya yang dikenakan adalah 100 EGP per orang dengan durasi hanya sekitar 2 jam. Kapal ini memiliki kaca di bagian bawahnya sehingga kita seperti menyelam tapi tidak pakai peralatan menyelam hehe...


1357469904974490297

13574699691104087579
Pemandangan bawah laut Merah (photo by me)




Keindahan bawah lautnya memang sangat luar bisa walaupun yang kami lihat hanya secuil terumbu karang dari 1.900 km terumbu karang yang terbentang di laut merah. Ikannya pun sepertinya sedang malu menampakkan diri karena yang kami lihat hanya ikan macan. Mungkin karena kapal ini hanya mengarungi pinggiran terumbu karangnya karena durasinya hanya 2 jam.

Tapi saya cukup puas menyaksikan keindahan ini. Sebenarnya ingin sekali nyebur ke laut merah untuk snorkling dan berkeliling pulau-pulau kecil yang tersebar di laut merah tapi karena jadwal liburannya cuma 3 hari termasuk perjalanan maka sepertinya tidak mungkin itu kami lakukan. Betah sekali berada di kota ini, rasanya belum puas berada di sini sudah harus kembali ke Kairo. Birunya laut Merah memang sudah membuat kami jatuh cinta. Suatu saat kami akan kembali ke kota ini menikmati lebih lama keindahan terumbu karang terbesar kedua di dunia ini.


Salam hangat....

13574702251906395204

1357470318806649491

13574706291569612874
Masjid New Marina (photo by me)
13574707261309679905
Pantai Laut Merah (photo by me)


Sumber : Tulisan saya di Kompasiana

Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy