Jan 8, 2013

Advertisement

Memburu Sunset dan Sunrise, Menangkap Siluet

Advertisement



1357636075142816920
Love, Sunrise Hurghada (ISO 200, f/18, 1/100)




Bagi penggemar fotografi, membidik sunrise dan sunset adalah sebuah "kewajiban". Baik fotografer profesional maupun amatir seperti saya hehe.. Karena keindahan matahari saat terbit maupun tenggelam sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata. Rasanya walaupun sudah berkali-kali memotret dan memiliki banyak foto bertema sunrise dan sunset, tangan ini tidak pernah bosan menekan tombol kamera. Bahkan ada sebuah ungkapan "‘No good travel photo album is complete without the token sunrise or sunset picture!’

Idealnya foto sunrise dan sunset diambil di sebuah tempat terbuka seperti pantai, sawah, padang rumput, atau padang pasir. Karena kita akan dengan leluasa menyaksikan bola matahari yang terbit atau tenggelam di garis cakrawala sehingga keindahannya akan semakin lengkap. Tapi bukan tidak mungkin kita mendapatkan foto sunrise atau sunset di tengah-tengah tingginya gedung atau membidiknya dari dalam pesawat.


13576345541773106217
Sunset di kawasan Apartemen (ISO: 200, f/5, 1/3200)
1357635523310521644
Sunset dari Atas Pesawat (ISO: 200, f/5.6, 1/1000)


Semuanya mungkin asalkan kita selalu sigap mengabadikan momen indah itu. Akan lebih baik jika kita merencanakannya dengan matang. Karena momen sunrise dan sunset berlangsung hanya sekitar setengah jam saja. Walaupun hanya fotografer amatir, nggak ada salahnya kan mempersiapkan alat seperti halnya fotografer profesional. Apapun kameranya, bahkan dengan kamera handphone sekalipun, jika kita melakukan persiapan matang maka foto yang dihasilkan nggak kalah sama mereka yang sudah profesional.


1357636836156911587
Sunset di Sungai Nil (pakai kamera HP)

Ada yang membuat foto-foto sunset atau sunrise menjadi lebih menarik, memberikan kesan kuat dan bercerita. Apa itu?? Ya, siluet. Sebuah foto yang obyek utamanya gelap dan menonjolkan cahaya di belakangnya. Obyek siluet bisa bermacam-macam, manusia, pepohonan, ranting-ranting, perahu atau kapal, tiang listrik, gedung dan lain-lain.

13576358901156545485
BOLA MATAHARI, Sunrise Hurghada (ISO 200, f/18, 1/1600)




1357636225583451874
MENIUP, Sunrise Hurghada (ISO 200, f/18, 1/60)


Sebagai penggemar fotografi, momen sunrise dan sunset menjadi ajang latihan buat saya untuk bisa mengatur kecepatan (shutter speed), ISO dan aperture atau diafragma yang tepat. Saya memang membiasakan diri untuk mengeset kamera pada mode manual walaupun pada awal-awal belajar saya gunakan mode auto hehehe..... Pokoknya jepret sebanyak-banyaknya, semakin banyak jepretan dengan setelan berbeda semakin kita tahu mana yang tepat.


13576370561973374183
Sunrise di Selat Bali (ISO 200, f/6.3, 1/400)
1357637196600401661
Sunrise Sungai Siak, Pekanbaru (ISO 200, f/11, 1/80)
13576377401364262369
Sunrise di Desaku (ISO 200, f/2.8, 1/1000)


Yang jelas ada beberapa hal untuk membuat foto sunrise dan sunset, ini beberapa diantaranya :

  1. Menyiapkan alat seperti kamera dan tripod. Tripod ini penting agar kamera tidak goyang yang berakibat foto yang dihasilkan tidak maksimal atau kabur. Jika kita menggunakan kamera saku atau handphone usahakan agar tidak goyang, lebih gampangnya cari sandaran, bisa pohon, tembok, suami atau istri hehehe....

  2. Siap di lokasi minimal 10 menit sebelumnya. Karena sunrise dan sunset hanya berlangsung sekitar setengah jam saja. Terlambat berarti kehilangan momen kan?

  3. Mencari obyek siluet. Ranting pohon akan menimbulkan kesan dramatis pada foto sunrise atau sunset tapi kalau sedang berada di pantai yang tidak terdapat pohon cari saja model. Biasanya  model foto identik dengan wajah menarik, tapi lain halnya dengan foto siluet, memiliki wajah cantik atau ganteng juga percuma karena memang nggak kelihatan mukanya hehehe... Pose adalah yang paling penting untuk model siluet.

  4. Gunakanlah mode manual eskposur. Set metering di spot metering. Coba lakukan pengukuran di daerah background yang paling terang. Ubahlah kombinasi aperture dan shutter speed dan perhatikan metering Anda, boleh ditambahkan atau dikurangi sedikit sesuai dengan berapa terang background yang ingin dihasilkan. Namun jika belum  terbiasa menggunakan mode manual, gunakan saja mode auto.

Mungkin tips di atas bermanfaat buat kompasianer. Sunrise dan sunset bukan hanya sekedar dinikmati tapi abadikan dalam bidikan kamera. Sengaja saya cantumkan data teknisnya biar ketahuan bedanya.

Salam hangat.....

Sumber : Tulisan saya di Kompasiana

Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy