Jan 11, 2013

Advertisement

Menyusuri Muizz Street, Jalan Tertua di Kairo

Advertisement




Sejarah Islam memang tak bisa lepas dari negara ini. Ya, Mesir adalah negeri yang merekam jejak sejarah peradaban Islam paling banyak di dunia. Tak heran banyak masjid-masjid tua yang berumur ratusan tahun di Mesir khususnya di Kairo. 

Karena Mesir pernah dikuasai oleh beberapa dinasti, maka gaya arsitektur bangunannya juga berbeda-beda. Cukup menarik diamati terutama bagi pemerhati sejarah dan penikmat arsitektur Islam.

Jika anda penikmat sejarah dan kebetulan sedang berkunjung ke Mesir, jangan lewatkan kawasan ini. Letaknya masih berada dikawasan Khan Khalili, sebuah pasar kuno yang saat ini menjadi tempat belanja oleh-oleh bagi wisatawan. Berada satu area dengan kampus dan masjid Al-Azhar, juga masjid Hussein.

Namanya adalah Muizz Street. Jalan ini merupakan salah satu jalan tertua di Kairo, dibangun pada masa pemerintahan Fatimiyah yang menguasai Mesir dalam rentang waktu antara 910 sampai dengan 1171 Masehi. 




Bagi penggemar fotografi Muizz street atau juga disebut Al-Qasaba ini mungkin sudah tidak asing lagi. Bangunan-bangunan tua di sini menjadi daya tarik untuk dijadikan obyek foto. Sejak tahun 2008 jalan ini dipaving ulang yang dibuat seperti aslinya, dan pemerintah Mesir memang menjadikan Muizz street sebagai Open Air Museum.

Walaupun ditetapkan sebagai open air museum karena banyaknya bangunan bersejarah, jangan heran banyak mobil yang keluar masuk dan parkir di sepanjang jalan ini. Kebiasaan orang Mesir memang susah di atur dan prilaku kurang tertib. Meskipun demikian tetap saja tempat ini punya daya tarik dan saya rekomendasikan untuk dikunjungi.

Muizz Street atau dalam bahasa arab disebut Shari'a Muizz diambil dari nama salah satu khalifah dinasti Fatimiyah. Al-Muizz Li-Deen Illah merupakan khalifah ke 4 dari dinasti pendiri Al-Azhar ini. Jalan Muizz membentang kurang lebih 1 km dan jalan ini berada dalam benteng yang mengelilingi kota Kairo lama. 

Ada 2 pintu utama yaitu di utara dan selatan. Bab Al Futuh adalah pintu utara sedangkan pintu selatannya dinamakan Bab Zuweyla.
Bab al Futuh (Pintu sisi utara Muizz street)


Bab Zuweyla (pintu sisi selatan Muizz Street)


Di sepanjang Muizz street ini terdapat sekitar 34 bangunan bersejarah berupa masjid-masjid tua, makam, musoleum yang berumur ratusan tahun, beberapa diantaranya yang sempat saya kunjungi adalah :

  1. Masjid Hakim bi Amrillah yang terletak persis di belakang benteng, 
  2. Masjid Aqmar, 
  3. Masjid dan madrasah Sultan Qalawun, 
  4. Komplek Al-Ghuri 
  5. Masjid Muayyad yang berada tepat di balik pintu benteng sebelah selatan (Bab Zuweyla). 
Sebaiknya untuk menyusuri Muizz Street ini, kita memulainya dari sisi sebelah utara yaitu Bab Al Futuh. Saya coba menuliskan rute untuk lebih mudah menikmati bangunan bersejarah di sepanjang jalan Muizz ini.

1. Masjid Al-Hakim





Setelah memasuki pintu benteng yang tinggi, bangunan pertama yang akan kita temui adalah Masjid Hakim bi Amrillah. Bentuk bangunannya cukup sederhana dan berbeda dengan bangunan masjid lainnya di Kairo. Ada 2 menara dan 1 kubah pada masjid ini, sedangkan bagian dalam masjid ini terdiri dari deretan pintu-pintu terbuka berbentuk melengkung tanpa daun pintu. Di bagian tengah masjid terdapat sebuah tempat untuk berwudhu.

Masjid ini dibangun pada tahun 996 Masehi dan selesai pada tahun 1013 Masehi. Hakim bin Amr Allah yang dijadikan nama untuk masjid ini adalah khalifah ke-enam dari dinasti Fatimiyah yang merupakan imam pertama dinasti ini yang lahir di Mesir.

2. Masjid Al-Aqmar

Bangunan bersejarah kedua adalah masjid Al-Aqmar (cahaya bulan), dibangun pada tahun 1125 Masehi. Masjid yang ukurannya relatif kecil ini dibangun oleh seorang perdana menteri dinasti Fatimiyah masa kekhalifahan Al-Muntasir bernama Al-Ma'mun al-Bata'ihi. Ciri khas masjid ini terdapat di bagian pintu utama, bentuk pintunya melengkung dengan cerukan-cerukan dengan hiasan berbentuk medali ditengahnya yang bertuliskan Muhammad dan Ali.





3. Masjid dan Madrasah Sultan Qalawun

Berjalan beberapa meter kita akan menemukan bangunan berasitektur menawan yang terdiri dari beberapa bangunan yaitu masjid, madrasah, rumah sakit (moristan) dan mausoleum (monumen makam). Bangunan komplek ini memang paling indah di sepanjang jalan Muizz.

Komplek Qalawun berdiri dibekas istana Fatimiyah, dibangun pada masa pemerintahan Sultan al-'Adil Katbugha tahun 1295 Masehi dan selesai pada masa pemerintahan Sultan al-Nasir Muhammad tahun 1303 Masehi. 

Sebagian dari bangunan madrasah disebutkan memakai batu-batu yang diambil dari piramida yang merupakan makam Fir'aun. Menara bangunan masjid di komplek ini juga cukup unik karena berbeda dengan masjid di Mesir umumnya karena bentuknya seperti menara gereja. 

Komplek bangunan ini akan tampak semakin indah pada malam hari. Lampu-lampu dipasang dibeberapa sudut sehingga menambah keeksotisan arsitektur bangunan. Tak heran ini adalah tempat favorit para fotografer. 










4. Komplek Al-Ghuri




Menyeberang jalan Azhar yang memotong Shari'a Muizz kita akan menemukan sebuah komplek bangunan yang sangat ramai, maklum saja ada pasar tekstil terbesar di Kairo. Komplek bangunan ini masih terlihat kokoh namun bangunan luar agak kurang terawat.


1357825939388965880
Kompleks Sultan Al-Ghuri

Seperti halnya komplek Sultan Qalawun, komplek Al-Ghouri juga terdiri dari beberapa bangunan berupa masjid, madrasah (sekolah), makam dan sebuah aula yang saat ini digunakan sebagai tempat pertunjukan seni. Komplek bangunan ini didirikan oleh Sultan Qansuh Al-Ghuri yaitu sultan yang berkuasa pada era kesultanan Mamluk (1501-1516).

13578248371871234645
Masjid Sultan Al-Ghuri

Bangunan masjid di komplek ini tidak terlalu besar namun terkesan luas karena terdapat ruang terbuka di dalamnya. Lantai marmernya juga unik karena motif polkadotnya. Langit-langit yang tinggi membuat masjid yang tidak luas ini tetaplah sejuk tanpa pendingin udara.

5. Masjid Muayyad

Berjalan ke arah selatan, setelah mampir di komplek Al-Ghuri kita akan menemukan bangunan masjid sebelum keluar dari Bab Zuweyla. Masjid yang dibangun oleh Sultan Mamluk Al-Mu'ayyad Sayf ad-Din Syaikh pada tahun 1415-1421 ini berdiri di bekas bangunan penjara. Sang sultan pernah ditahan dalam penjara itu, dan pernah bersumpah jika beliau bebas dari penjara dan menjadi penguasa, beliau akan mendirikan masjid di atasnya. Lalu berdirilah masjid Muayyad ini.


13578250031333264871
Pintu masuk Masjid Muayyad

Untuk dapat masuk dan menikmati keindahan interior masjid-masjid tua di sepanjang Shari'a Muizz ini kita akan dikenai tiket seharga 100 EGP (Rp. 150.000) untuk turis, sedangkan orang Mesir hanya banyar 2 EGP saja, peraturan ini memang baru diberlakukan 2 bulan terakhir. Saya juga awalnya kaget saat masuk ke Komplek Qalawun, tiba-tiba ada petugas yang menyodorkan tiket karena sebelumnya di daerah ini kita bebas masuk ke masjid-masjid itu. Padahal mayoritas masjid yang berada di jalan Muizz ini masih digunakan. Agak aneh juga saat mau sholat malah di suruh bayar hehehe...

Mungkin pemerintah Mesir berupaya untuk menjaga bangunan-bangunan bersejarah itu, dan uang dari hasil penjualan tiket itu digunakan sebagai dana pemeliharaan bangunan. Bangunan-bangunan tua itu memang butuh pemeliharaan sehingga bukti sejarah kejayaan Islam di Mesir masih bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Semoga.....

*Sumber sejarah :
Wikipedia
Cairo Islamic architecture

*Sumber tulisan : Tulisan saya di Kompasiana

Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy