Feb 12, 2013

Advertisement

Menyampaikan Pesan Lewat Foto

Advertisement



Jujur saja, awalnya saya kurang begitu tertarik dengan fotografi bergenre human interest. Biasanya yang jadi obyek foto saya kalau bukan landscape ya arsitektur. Dan kebetulan juga anak-anak perempuan saya tidak cukup berbakat untuk dijadikan model. Jadi terus terang saja saya kurang memiliki selera yang bagus dan kurang tertarik fotografi jenis ini.

Tapi saya berubah pikiran saat melihat karya-karya foto di galeri national geographic. Sepertinya ada hal menarik dalam foto-foto itu. Saya melihat foto-foto itu seakan bercerita tanpa diceritakan. Ada pesan tersembunyi dibalik foto, yang masing-masing orang bisa saja berbeda dalam menterjemahkan makna atau pesan dalam foto tersebut. Interaksi manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan kulturnya yang lebih banyak menjadi obyek foto jenis ini.

Biasanya fotografi jenis human interest terlihat natural dan apa adanya, editing yang dilakukan juga tidak terlalu berlebihan. Ini yang membuatnya berbeda dengan foto dengan model yang diarahkan atau dilakukan dengan konsep tertentu seperti foto-foto prewed. Momen yang tertangkap adalah momen spontan yang terjadi pada saat itu, dan biasanya pengambilannya dengan cara candid agar memperoleh hasil foto dan ekpresi yang natural.

Terus terang, saya tidak pernah menyediakan waktu khusus untuk berburu foto dan konsep tertentu untuk foto-foto human interest walaupun saya hobi sekali dengan fotografi. Maklum saja saya kan ibu-ibu yang harus mengutamakan pekerjaan di rumah. Biasanya saya melakukannya pada saat jalan-jalan dan sedang menunggu sesuatu, daripada nganggur kan lebih baik jepret san jepret sini.
Seperti foto di bawah ini. Foto ini saya ambil ketika mendengarkan khutbah Jum'at di Masjid Sultan Hassan. Karena khutbahnya disampaikan dalam bahasa Arab tentu saja saya hanya bengong, dan daripada ngantuk saya merekam 2 momen ini.


13594405098641446
Mommy.... I Love You.... (Lokasi: Masjid Sultan Hassan, Cairo)
1359441364699528329
Wahhhh.... aku cantik ya??? (Lokasi : Masjid Sultan Hassan, Kairo)

Tidak selamanya memotret orang dengan cara candid itu menyenangkan. Pernah suatu kali pada saat sholat idul Adha di lapangan Suuq Sayyarat di Hay Asyir. kebetulan saya sedang tidak sholat, dan hanya berdiri saja dipinggir lapangan. Karena ngganggur, seperti biasa jepret sana sini. Eh, seorang perempuan Mesir menegur saya, walaupun saya tidak mengerti apa yang diomongkannya tapi saya paham maksudnya. Kurang lebih dia bilang bahwa nggak boleh memotret wanita sembarangan. Lalu saya tunjukkan kamera saya bahwa saya sedang tak memotret dia. Jadi memang kalau foto candid kita nggak boleh sembarangan apalagi di negara-negara Arab.


13594429471664245853
Narsis?? (lokasi: Suuq Sayyarat Hay 10, Kairo)



13595315241379802187
Keluarga Berencana, 2 anak mungkin sudah cukup :D (Lokasi: Suuq Sayyarat, Hay 10 Kairo)

Foto berikut ini saya ambil ketika saya berada di masjid Al-Azhar. Tujuan awalnya adalah memotret arsitektur masjid, tapi ada momen yang saya pikir sayang untuk dilewatkan. Ini realitas sosial di Mesir yang orang-orangnya gemar sekali membaca al-qur'an.

1359477695488739258
Reading Qur

Saat saya sedang menunggu suami dan anak-anak yang sedang sholat di sebuah masjid kecil di pinggiran sungai Nil, saya melihat  seorang penarik perahu sedang berteriak-teriak menawarkan tumpangannya. Momen ini seketika menarik perhatian saya, dan segera mengabadikannya. Perahu ini melayani penyeberangan dengan tarif 1 pound sekali jalan, mirip penyeberangan di bengawan Solo.

1359483607850442281
Penarik perahu sungai Nil..

Tujuan memotret dengan cara sembunyi-sembunyi atau candid adalah untuk mendapatkan ekpresi natural obyek yang kita bidik. Tetapi seringkali saya mengalami, obyek mengetahui dirinya sedang dijadikan target bidikan kamera saya. Alhasil ada beberapa ekspresi yang berhasil saya dapatkan, kaget, biasa saja sampai sadar kamera alias narsis.

Yang pertama adalah foto pemancing, orang Turki ini terlihat kaget saat mengetahui dirinya saya foto, saya mengambilnya sambil berjalan. Yang kedua adalah foto orang Mesir yang menjaga pintu masuk pyramid Dashour, ketika saya foto ekspresinya biasa saja alias tanpa ekspresi. Dan yang ketiga adalah seorang penyemir sepatu di kawasan Khan el Khalili, awalnya dia tidak sadar kalau saya ambil gambarnya, tapi begitu tahu ada kamera yang mengarah padanya langsung deh pasang tampang narsis hehehe...

13594847861154541264
Pemancing di Galata Bridge, Istanbul (ekspresi kaget)
1359539545293762624
Penjaga Pyramid Dashour (ekspresi datar)
1359484981807795003
Penyemir Sepatu di Khan El Khalili (ekspresi sadar kamera)

Memotret model menurut saya sangat sulit apalagi modelnya adalah model jadi-jadian terlebih lagi pengarah gayanya bukan profesional. Tapi saya juga harus tetap berusaha dong, walaupun tak beniat menjadi fotografer profesional, tidak ada salahnya belajar tentang hal ini. Mungkin belajar tentang penerapan sudut pengambilan atau angle dan pencahayaan alami.

Seperti foto di bawah ini, foto pertama adalah foto suami saya lho hahaha.... sebenarnya posenya itu lagi ngambek karena kebanyakan diperintah sama pengarah gayanya, miring sana miring ke sini jadi bete deh modelnya, maklumnya model jadi-jadian. Foto kedua adalah foto mertua, karena takut kejadian seperti model foto pertama, saya mengambilnya candid dengan angle seperti ini, biar kesannya seperti foto-foto prewed gitu deh hehehe... Dan foto ketiga adalah foto adik saya, tahu sendiri anak remaja suka sekali di foto bak foto model (kecuali anak saya), untuk dijadikan foto profil di facebooknya.

13594866841561104780
Merenung... (Masjid An Nasir Muhammad Qala
1359488408237110026
Truly Love Story (Lokasi: Masjid amru bin Ash, Kairo)
13595340261677963575
Smile... (Lokasi: Taman Sritanjung Banyuwangi)

Jika foto Human Interest dibuat untuk menggambarkan kehidupan pribadi manusia atau interaksi manusia serta ekspresi emosionalnya, apakah pesan dalam foto-foto ini sampai pada anda?

1359488840639418193
Nyamannya bahu ibuku....
13595357632010878981
Tatapan penuh makna... (Lokasi: Alexandria)


Karena saya hanya belajar fotografi secara otodidak maka tidak ada teknik khusus untuk membuat foto-foto bertema Human Interest. Prinsip saya adalah merekam gambar sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin, apapun yang terjadi di sekitar kita. Melihat hasil karya orang lain juga salah satu trik untuk mendapatkan inspirasi, terutama karya dari fotografer profesional. Jadi tunggu apa lagi.... jepret yuuukkkk :)


Sumber : Tulisan saya di Kompasiana

Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy