Jan 17, 2012

Advertisement

Benteng Shalahuddin, Jejak Perang Salib yang Tertinggal

Advertisement


Benteng Shalahuddin

Mesir merupakan gudangnya sejarah. Bagaimana tidak.. awal mula peradaban manusia salah satunya berasal dari sini. Rasanya rugi banget kalau tinggal di Mesir tapi tidak sekalian belajar sejarah. Biarpun kotanya tidak sebersih kota-kota di Eropa, tapi bangunan peninggalan ratusan bahkan ribuan tahun lalu masih terawat. Masjid-masjid yang seumuran dengan jaman Majapahit di Indonesia masih kokoh berdiri dan masih dipakai. 

Salah satu tempat yang merupakan peninggalan bersejarah adalah Citadel. Citadel dalam bahasa Indonesia berarti benteng. Tempat ini merupakan landmark kota Kairo. Disebut juga dengan benteng Shalahuddin atau orang Mesir biasa menyebutnya dengan Qal'ah. Berada tidak jauh dari Universitas Al-Azhar.

Salah satu jejak peninggalan perang salib ke 2. Yang terjadi sekitar tahun 1140-an sampai sekitar tahun 1190-an. Perang yang sangat fenomenal pada masa itu. Dari sini kita mengenal Sultan Saladin atau kita lebih mengenalnya dengan Shalahudin Al Ayyubi. Seorang raja, panglima perang yang jago strategi tapi penuh toleransi. Juga menjadi tokoh terbesar ksatria muslim sepanjang perang salib.


Baiklah.... saya tidak akan panjang lebar bercerita tentang perang salib. Banyak ahli sejarah yang lebih berkompeten menulisnya dalam buku. Ini hanya cerita jalan-jalan saya akhir minggu kemarin sambil menikmati musim dingin Kairo sambil belajar sedikit sejarah tentunya... 






Cairo Citadel merupakan salah satu tempat tertinggi yang ada di Kairo selain Al-Azhar park dan Muqattam. Berada di kawasan kota lama Kairo. Dari sini kita bisa melihat pemandangan kota Kairo, bahkan dari sini, kita bisa melihat pyramid dengan cukup jelas. Berdiri di salah satu sisi jalan autostrad membuat Citadel terlihat sangat kokoh. Jaraknya dari bandara sekitar 30 menit naik taxi (kalau tidak macet). 

Sedangkan kalau dari tempat saya tinggal daerah Maadi hanya sekitar 15 menit, naik taxi bayar hanya 17 EGP tapi pasti digenapin sama sopir taxinya jadi 20 EGP hehehe... Untuk tiket masuk Citadel kita membayar 50 EGP untuk umum dan 25 EGP untuk pelajar.


Di dalamnya terdapat 2 masjid kuno yang berasitektur khas. Yang pertama adalah masjid Al-Nasir Mohammad Ibn Qalaun dibangun pada tahun 1335 Masehi. Didirikan oleh Al-Nasir Mohammad Ibn Qalaun yang memerintah pada kurun waktu 31 tahun (1309-1340 Masehi). Masjid ini disebut masjid benteng, berbentuk persegi panjang dan dikelilingi tembok yang keras dan kokoh. Lantainya terbuat dari marmer dan masih utuh. 






Add caption
Denah masjid Qalawun


Yang ke dua adalah masjid Mohammad Ali Pasha, arsitektur masjid ini sangat indah karena kubahnya terlihat menjulang selalu menjadi obyek foto buat penggemar fotografi. Dibangun pada tahun 1830 Masehi. Mohammad Ali Pasha dianggap sebagai pendiri Mesir modern, memerintah antara tahun 1804-1849 Masehi. Beliau juga pendiri sekolah militer pertama di Mesir sekitar tahun 1815, sekolah teknik tahun 1816, dan kedokteran tahun 1827 yang guru-gurunya didatangkan dari barat. Wahhhh... benar-benar tokoh pembaharuan ya...





Interior Masjid Ali Pasha

Eskterior dan interior masjid bergaya arsitektur Turki ini lebih modern daripada masjid Sultan Nasir Mohammad Ibn Qala'un. Ya dilihat dari tahun pembangunannya masjid Mohammad Ali Pasha ini umurnya lebih muda kan...


Di dalam Citadel juga terdapat military museum, tapi nggak tau kenapa saat ini ditutup. Atau memang nggak dibuka untuk umum saya juga nggak tau. Lagian kalo dibuka pun kayaknya saya nggak bisa masuk kesana, soalnya udah kesorean sih.


Sebenarnya masih pengen berlama-lama di tempat ini sambil membaca buku sejarah tentang perang salib. Karena berada di sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah, kita seperti dibawa melintasi lorong waktu. Tapi karena berhubung udah sore dan anak-anak udah kelaparan jadi mau nggak mau harus keluar buat nyari makan hehehe...

Advertisement

4 comments:

Adit Purana said...

bikin ngiler aja.. ;P

Ellys Utami said...

@Adit Purana, segera ke sini aja biar nggak ngiler lagi hehehehe...

Miftah Wibowo said...

Dua kali ke Citadel selalu dapet pengalaman Baru. Bu, sudah berkunjung ke musium perangnya?

Ellys Utami said...

@Miftah belum Mif... waktu ke sana museumnya tutup... :(

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy