Jan 25, 2012

Advertisement

Manisnya Buah dan Segarnya Sayur di Mesir

Advertisement


Pasar Maadi di dekat rumah saya

Beberapa bulan tinggal di negeri kinanah ini sungguh membuat saya merasa hidup di negeri saya sendiri. Kalau ada teman-teman dan saudara saya nanya, "Betah nggak di sana..?" kontan saya menjawabnya "Betah bangettt." Gimana nggak betah, bahan makanan yang kita butuhkan hampir semuanya ada di sini. Koq makanan sih..?  Iya, makan kan kebutuhan primer manusia. Apalagi lidah Indonesia saya yang agak sedikit repot dengan makanan asing hehehe...

Tahu, tempe, tauge, sayur-sayuran, cabe merah, cabe rawit, dan buah-buahan segar jeruk, mangga, melon, semangka, strawberry, anggur semuanya ada. Beras di sini juga pulen seperti beras Indonesia. Jadi bener-bener nggak repot memanjakan lidah Indonesia kita di sini. Kalau tahu, tempe dan taoge itu asli buatan Indonesia, maksudnya bukan impor dari Indonesia tapi yang bikin mahasiswa Indonesia yang lagi kuliah di Al-Azhar sini hehehe... (jadi inget si Azam di film KCB ya.. )

Awalnya saya pikir saat saya pindah ke sini, saya akan kesulitan mendapatkan cabe yang notabene kebutuhan pokok makanan Indonesia. Sampai saya bawa cabe giling dari Indonesia, jaga-jaga kali aja nggak nemu cabe di sini. Ternyata eh ternyata, cabe melimpah di sini dari yang hijau sampai yang merah ada bahkan cabe rawitpun ada di sini. Soal harga, relatif murah bahkan ada beberapa buah dan sayur yang harganya lebih murah dari di Indonesia. Paprika misalnya, kalau di Indonesia jarang banget kita pakai paprika buat masak karena harganya yang mahal 2 biji aja harganya bisa 20 ribuan rupiah lebih, tapi di sini sekilo harganya cuma 3 LE atau setara dengan Rp. 4.500 hehehe... murah kan??? Karena murah itu masak pake paprika sudah jadi kebiasaan di sini, selain bikin enak juga khasiatnya banyak. Brokoli juga begitu, di sini sekilo harganya cuma 4 LE saja. Buah-buahan yang lagi musim juga murah banget, seperti musim dingin kali ini musimnya buah jeruk dan strawberry. Jeruk sekilonya hanya 2 LE atau Rp. 3.000, strawberry 10-12 LE/kilo.
1327394156227964472
Buah dan sayuran segar di Mesir (photo by ellys)
Yang membuat saya takjub rasa buah-buahan dan sayuran di sini manis banget. Dari wortel, kol, brokoli, buncis, lettuce atau selada dan buah-buahannya jeruk, melon, mangga, anggur, strawberry semuanya manis. Begitu juga dengan umbi-umbian seperti ubi merah, dan kentang rasanya juga manis. Semuanya lokal product bukan impor dan masih segar, seperti baru di panen. Padahal dulu saya pikir tanah di Mesir nggak sesubur ini. Saya pikir malah tanahnya kering, padang pasir yang gersang khas negara-negara Arab dan Afrika.

Kesuburan tanah Mesir ini jelas karena sungai Nil. Yaa... sungai Nil adalah sungai paling panjang di belahan bumi ini. Sungai Nil mengalir sepanjang 6.650 km atau 4.132 mil. Melintasi 9 negara yaitu Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan dan Mesir. Sungai ini bersumber dari pegunungan Kilimanjaro, Afrika Timur. Peranan sungai Nil begitu penting dalam kehidupan, peradaban dan sejarah Mesir sejak ribuan tahun lalu. Sungai Nil ini yang menyebabkan tanah yang dilewatinya menjadi subur sebagai hasil sedimentasi di sepanjang daerah aliran sungainya. Tanah yang subur ini memungkinkan penduduk Mesir mengembangkan pertanian dan peradaban sejak ribuan tahun yang lalu.

Tetapi dibandingkan dengan Indonesia, Mesir jelas kalah suburnya. Indonesia kan negara paling ideal di muka bumi dengan 2 musim (hujan dan kemarau), karena berada di garis katulistiwa. Begitu suburnya Indonesia, maka Indonesia jadi paru-paru dunia. Tapi kenapa di Indonesia buah-buahan masih banyak di impor ya...????

Advertisement

2 comments:

OctaNH said...

Murah-murah amat di sanaaaaa~! *langsung stress liat harga belanjaan sendiri*

Kalo ikan sama daging gimana, Mbak? Semurah itu juga?

Ellys Utami said...

Kalau daging baladi (negeri/lokal) harganya lebih mahal dari daging impor sekilonya sekitar 70 LE (= Rp. 105.000) dan yang impor hanya 40 LE atau sekitar 60 ribuan rupiah.

Ikan agak lebih mahal dikit sama di Indonesia, kalo ikan mujair disini harganya sekitar 15 ribu sampai 20 ribu rupiah perkilo. Ikan laut lebih mahal lagi, misalnya tuna sekitar 30 rupiah dan udang bisa lebih dari 100 ribuan rupiah.

Eh koq malah ngomongin harga pasar ya mbak hahaha.....

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy