Mar 28, 2013

Advertisement

Metro, Angkutan Umum Paling Nyaman di Kairo

Advertisement


Selama hampir 2 tahun tinggal di Kairo, saya merasa angkutan umum paling nyaman di kota ini adalah metro. Metro merupakan angkutan umum massal berupa kereta rel listrik. Metro cukup bisa diandalkan di tengah kemacetan Kairo yang parah dan tidak lebih baik dari kemacetan di Jakarta.

Jangan bayangkan metro seperti MRT di singapura, Hongkong atau di negara-negara maju lainnya. Kondisinya kurang lebih sama dengan KRL Jabodetabek. Tapi ketepatan waktunya bisa diandalkan karena interval kedatangan kereta satu dengan kereta berikutnya hanya sekitar 5-10 menit saja. Jadi tidak ada penumpang yang naik di atap kereta karena jadwal kedatangan kereta yang teratur. Metro ini tarifnya sangat murah, hanya 1 LE (Rp. 1.500) saja kemanapun alias jauh dekat sama saja.

Pertama kali pindah ke Kairo, saya agak dipusingkan dengan masalah transportasi anak-anak ke sekolah. Jarak antara rumah ke sekolah cukup jauh sekitar 1 jam perjalanan kalau lancar. Rumah di Ma'adi sedangkan sekolah letaknya di Dokki. Sebenarnya ada mobil fasilitas dari perusahaan tempat suami kerja, tapi karena jam masuk kerja dan sekolah bersamaan sedangkan letaknya tidak searah maka mobil diutamakan untuk pergi kerja. Mobil hanya bisa menjemput saat mereka pulang sekolah.

Berlangganan taxi adalah solusi paling masuk akal. Tahu sih tentang metro tapi belum berani melepas anak-anak apalagi 2 anak perempuan karena belum tahu jalur metro menuju Dokki. 3 bulan kami menggunakan jasa taxi, agak khawatir  sebenarnya karena kejahatan dalam taxi cukup marak sejak revolusi 2011. Anak-anak juga belum bisa berbahasa Amiyah, jadi cukup bikin saya was-was tiap mereka berangkat. Ditambah lagi sopir taxi seringkali datang seenaknya. Pada awal-awal saja dia datang tepat waktu jam 7 teng selanjutnya semaunya dia. Kadang malah nggak datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, terpaksa cari taxi umum (bukan langganan) untuk pergi sekolah. Anak-anak jadi sering terlambat masuk sekolah waktu itu. Karena selalu mengalami masalah yang sama saya ganti taxi langganan sampai 4 kali. Parah kan??

Baru setelah itu saya pikir lebih baik anak-anak coba naik metro ke sekolah. Selain stasiun yang dekat dari rumah maupun dari sekolah, moda transportasi yang satu ini anti macet, karena tiada hari tanpa macet di Kairo. Akhirnya anak-anak kami ajak naik metro saat libur akhir pekan dengan rute dari rumah ke sekolah dan sebaliknya sampai anak-anak merasa hafal jalannya. Rute dari rumah ke sekolah memang harus berganti kereta di interchange Sadat (subway dibawah bundaran tahrir).

Selama 3 bulan naik taxi ke sekolah di bulan ke 4 saya lepas anak-anak naik metro. Saya juga cukup aman melepas mereka karena metro memiliki 2 gerbong khusus perempuan. Sampai sekarang tiap pagi mereka sudah terbiasa naik metro ke sekolah dan nggak pernah terlambat lagi.

Metro di Mesir jarang sekali kosong terutama pada jam masuk sekolah dan kerja antara jam 7 sampai jam 10 pagi. Penuh sesak dan berdiri itu sudah biasa. Tapi yang unik,banyak orang-orang Mesir tilawah (membaca) Qur'an dalam kesumpekan, dengan berdiri sekalipun mereka masih pegang qur'an kecil dan membacanya, ini menjadi semacam kebiasaan.

Dan ada lagi hal yang cukup membuat saya takjub, yaitu kepedulian mereka. Jika kebetulan ada wanita tua, ibu hamil atau ibu-ibu yang membawa anak berdiri maka penumpang yang lebih muda akan memberikan tempat duduknya.

Menurut saya yang hampir tiap minggu pergi ke masjid Indonesia di Dokki (satu lokasi dengan Sekolah Indonesia Cairo) metro masih jadi pilihan transportasi yang nyaman daripada naik mobil atau taxi. Karena saya itu suka pusing kalau berada dalam mobil apalagi dalam kondisi macet. Hahaha... *mabok.
Begitulah sedikit cerita tentang metro di Mesir, aman, cepat, tepat waktu, murah, anti macet dan yang paling penting nggak bikin mabuk darat hehehe..
___________
Maaf ya foto-fotonya kurang bagus karena diambil menggunakan handphone, soalnya takut menganggu orang-orang yang sedang khusyu' membaca qur'an ini.

Advertisement

4 comments:

hana sugiharti said...

keren y mak Masha alloh coba klo dibindo

mayoritas muslim tapi yg dibaca apaa ga tauu

hana sugiharti said...

keren y mak Masha alloh coba klo dibindo

mayoritas muslim tapi yg dibaca apaa ga tauu

Ellys Utami said...

Mudah2 aja suatu saat nanti ketularan kebiasaan baik orang Mesir ini Mak... amiiinnnn...

Ellys Utami said...

Mudah2 aja suatu saat nanti ketularan kebiasaan baik orang Mesir ini Mak... amiiinnnn...

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy