Mar 30, 2013

Advertisement

Kisah Status Facebook Paling Fenomenal

Advertisement


Selama 4 tahun bermedia sosial, bisa jadi status facebook saya ini adalah status yang paling fenomenal karena sudah membuat beberapa orang memberi perhatian lebih. Dan entah kenapa ada segelintir orang yang seperti merasa terganggu dengan isi status di akun facebook saya dan merasa penting untuk membahasnya.

Sebenarnya saya termasuk jarang menulis status kurang penting di facebook, yang paling sering saya lakukan adalah share link berita atau tulisan saya dan upload foto.

Status yang saya tuliskan di akun facebook saya hanya merupakan ungkapan kegalauan saya ketika anak gadis saya belum sampai di rumah saat jarum jam menunjukkan angka 11 malam. Kebetulan dia akan tampil menari di acara Indonesian Day di kedutaan. Kemarin itu untuk kesekian kalinya dia tampil. Berikut sreen capture status di akun facebook saya.


Hari Selasa (26/3) Firly anak saya bilang jam 14.00 sepulang sekolah akan langsung ke kedutaan untuk gladi bersih karena acara akan dilangsungkan Rabu malam (27/3). Ini adalah hari terakhirnya Ujian Tengah Semester, mata pelajaran yang diujikan adalah olahraga. Dan hari itu saya juga ada di sekolah karena hari Selasa adalah pengajian rutin mingguan ibu-ibu di masjid Indonesia yang berada satu area dengan sekolah.

Saya sempat menemui guru tari yang jadi pendamping anak-anak pengisi acara dan saya pesan agar maksimal setelah maghrib Firly sudah pulang karena dia harus naik metro. Dan kalau sampai setelah maghrib belum selesai dia harus ada yang ngantar pulang, tidak boleh naik metro sendiri. Ini mengingatkan saya pada kejadian beberapa bulan lalu yang setiap selesai latihan untuk acara kedutaan Firly selalu dibiarkan pulang naik metro sendiri pada malam hari, walaupun akhirnya diantar karena saya komplain. Mungkin karena rumah kami ada di daerah Ma'adi sedangkan peserta lainnya mayoritas tinggal di Nasr city. Jadi yang diantar adalah mereka yang tinggalnya di Nasr city.

Jam 18.30 saya telepon anak saya untuk menanyakan apakah acara gladi bersihnya sudah selesai? Dia jawab, gladi bersih belum mulai. Lalu saya tanya lagi, sampai jam berapa. Dia jawab nggak tahu. Jam 20.30 saya telpon lagi, dan dijawab gladi bersih belum mulai tapi nanti ada mobil KBRI yang antar pulang.

Sampai jarum jam menunjukkan angka 22.30 belum juga ada kabar, saya mulai gelisah. Saya tunggu lagi sampai jam 23.00 dan saya telpon Firly tapi tidak diangkat, dan saya telpon Naz temannya. Saya tanya jam berapa selesai koq hampir tengah malam belum juga selesai. Naz bilang ini sudah terakhir dan mau selesai. Baru sekitar jam 00.10, Firly sampai di rumah.

Yang membuat saya kesal, anak-anak itu berangkat dari sekolah sekitar jam 14.30, masa sih hanya untuk gladi bersih memakan waktu hampir 12 jam? Saya bisa bayangkan bagaimana capeknya mereka. Terutama Firly yang sejak jam 07.00 pagi berangkat ke sekolah naik metro, ujian olahraga dan lanjut gladi bersih sampai waktu yang tidak jelas kapan kelarnya. Padahal besoknya dia harus berangkat ke sekolah jam 10.00 untuk persiapan tampil malam harinya. Siapa ibu yang tidak gelisah ketika anak gadisnya hampir tengah malam belum berada di rumah? Mana keadaan keamanan di Mesir sedang tidak menentu. Uneg-uneg itu yang saya tuliskan di facebook karena kekesalan saya sudah sampai diubun-ubun. Tapi siapa sangka status Facebook itu ternyata jadi trending topic dikalangan terbatas.

Dan acara Indonesian day Rabu (27/3) malam itu berakhir  sukses. Panitia sudah pasti bisa bernafas lega karena acaranya berlangsung meriah dan dihadiri oleh banyak orang penting. 

Penampilan Firly malam itu
Sepulangnya dari acara, Firly bilang kalau dia tadi dipanggil kepala sekolah. Saya tanya ada apa koq sampai kepala sekolah manggil kamu. Dia jawab dengan wajah agak takut, "Gara-gara status ibu di facebook itu lho.." What???????!!!!!! Saya sedikit kaget campur heran. Untuk apa kepala sekolah sampai turun tangan ngurusi status facebook wali murid yang notabene isinya hanya keluh kesah seorang ibu dan sesikit kritik pada penyelenggara acara dalam hal ini adalah KBRI.

Okelah saya bilang ke Firly kalau saya akan datang menemui kepala sekolah besok pagi. Tujuan menemui beliau untuk menanyakan apa yang salah dengan status Facebook saya  Berangkatlah kamis pagi (28/3) saya menemui kepala sekolah atas inisiatif saya sendiri sekalian saya ingin berkenalan dengan kepala sekolah yang baru itu. Agak lucu sebenarnya karena ketemu kepala sekolah hanya untuk membahasa status facebook. (Gak penting banget ya?? Hehe)

Sampai di sekolah, saya langsung temui kepala sekolah di ruangannya. Intinya saya bertanya kenapa dengan status facebook yang saya tulis sampai beliau menegur Firly (Ibu yang nulis status anaknya yang ditegur... ketiban sialnya dia hehe).

Yang membuat saya terkejut ternyata kepala sekolah memegang selembar fotokopi screen shot halaman facebook saya. Saya jadi merasa aneh karena akun facebook saya setting only friends jadi artinya hanya yang jadi teman saya yang bisa baca halaman facebook milik saya. Sedangkan saya tidak berteman dengan kepala sekolah di facebook.

Saya tanya kepala sekolah, bagaimana bisa mendapatkan print screen status facebook saya sedangkan beliau tidak berteman dengan saya.. Dan saya bertanya lagi apakah yang mempermasalahkan status saya di facebook itu salah seorang guru karena saya memang berteman dengan 3 orang guru tapi beliau mengatakan informasi bukan dari guru tapi salah seorang ibu yang kebetulan adalah istri pejabat dan saya mengenalnya. Well akhirnya saya tahu siapa yang mempermasalahkan status facebook saya.

Dan sampai detik ini saya masih belum paham tujuan ibu itu mempermasalahkannya sampai menganggap status itu begitu penting untuk diprint dan difotokopi lalu dijadikan laporan. Apa karena di dalam status saya itu saya menyebut acara KBRI sayapun tidak mengerti.

Bapak kepala sekolah bilang bahwa sebenarnya tidak ada masalah dengan status yang ibu tulis itu. Karena isinya hanya mengkritisi manajemen waktu. Beliau katakan semua orang harus siap dikritik. Dan saya lega mendengarnya ternyata kepala sekolah bijak menyikapi hal ini. Saya sudahi pertemuan dengan kepala sekolah siang itu.

Kedangkala kritik dan keluh kesah orang kecil menjadi sebuah ancaman bagi kalangan pejabat sehingga menganggap penting untuk membahas siapa yang menyampaikan kritikan. Mungkin mereka menganggap kritik itu akan mencemarkan nama baik mereka. Saya berpikir orang-orang yang sensitif dan anti kritik adalah orang-orang yang sebaiknya tidak usah hidup. Kritik adalah bagian dari dinamika kehidupan di dunia karena sifat ketidaksempurnaan manusia.

Ingat jaman orde baru yang ketika sekelompok orang menyampaikan kritik maka ancaman masuk penjara telah menunggu. Tokoh-tokoh seperti A.M Fatwa, Pramoedya Ananta Toer, Mukhtar Pakpahan sudah pernah merasakan dinginnya lantai penjara karena kekritisan mereka pada pemerintah saat itu.

Ya sudahlah, dari sini saya banyak belajar bahwa kejernihan hati seseorang dapat dilihat ketika dia menyikapi sebuah kritik. Juga masih banyak orang yang menganggap efisiensi waktu bukan merupakan sesuatu yang penting. Jam karet masih menjadi budaya, dan kekuasaan masih dipakai untuk 'mengancam'. Semoga tulisan ini bisa jadi bahan introspeksi untuk saya sendiri.

Salam..

Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy