Jun 6, 2013

Advertisement

Jordan Spring Traveling #7 : Jejak Ashabul Kahfi

Advertisement




Seorang pemuda terheran-heran melihat keadaan kota sudah berubah. Penduduknya dan juga bangunan yang ada di sana. Dia bermaksud membeli makanan pagi itu untuk dia dan 6 temannya yang lain. Saat membayar, si penjual kaget karena uang pembayaran yang dipakai itu sudah tak laku lagi. Uang tersebut bergambar raja Diqyanus yang sudah berumur 300 tahun lebih.
Beberapa orang yang berkerumun di dekat warung menuduhnya sebagai penipu. Beberapa lagi mengatakan pemuda itu kurang waras alias gila. Bahkan beberapa orang mengira bahwa pemuda itu mengetahui tempat harta karun. 
Sang pemuda menjadi kerumunan dan perbincangan orang-orang disekitar warung makan tersebut. Dia merasa heran, mengapa pedagang makanan tak mau menerima uang pembayaranya dan mengatakan bahwa uang itu sudah tak laku lagi. Padahal ia merasa bahwa uang itu hasil penjualan domba yang diperoleh sehari sebelumnya. Sesaat sebelum dia berlindung dan tidur di sebuah gua bersama teman-temanya yang lain.

Cerita di atas merupakan cuplikan kisah 7 orang pemuda dan seekor anjing. Demi menjaga iman, mereka melarikan diri dari raja Diqyanus. Penguasa Romawi (249-251 M) yang kejam dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Lalu bersembunyi di sebuah gua. Atas kekuasaan Allah Subhanallahu wa ta'ala, mereka ditidurkan selama lebih dari 3 abad (309 tahun) dan bangun di jaman yang berbeda. Peristiwa ini dikisahkan dalam Al-Qur'an surat al-Kahfi 


****

Ada tiga versi tentang gua yang dimaksud dalam kisah Ashabul Kahfi tersebut. Yang pertama adalah gua Ephesus di Anatolia Turki, yang kedua sebuah gua Damsyik Syiria, dan yang ketiga di Amman, Jordan. Karena ada beberapa versi ini maka para ahli arkeologi, para ulama klasik dan kontemporer melakukan penelitian di ketiga tempat tersebut. Mencocokannya dengan keterangan dalam Al-Qur'an.


Kesimpulannya, gua yang berada di Ar-Raqim Jordan inilah yang mendekati seperti yang digambarkan dalam Al-Qur'an sebagai tempat persembunyian Ashabul kahfi. Salah satu yang memperkuat dugaan tersebut adalah surat Al-kahfi ayat 17. Menyebutkan, matahari cenderung ke kanan dari gua mereka dan terbenam di sebelah kiri.Kemudian, dilanjutkan dengan kalimat, “sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.” (QS 18: 17).


Lokasi gua Ashabul Kahfi di Jordan memiliki sebuah lubang dan atas gua sehingga cahaya bisa masuk. Selain itu, bentuk gua yang terdapat di Ar-Raqim sangat luas dan lapang serta tidak dalam.


****


Selepas makan siang, kami mengarahkan mobil menuju Ar-Raqim, tempat situs gua Ashabul Kahfi berada. Cuaca waktu itu sedikit mendung, suhunya berkisar antara 25-28 derajat celcius, cukup sejuk. Tidak terlalu jauh dari Amman, yaitu kurang lebih 8 km dari kota. Kalau naik taxi, tarifnya hanya sekitar 2 JOD (Rp. 30.000).

Hanya butuh sekitar 15 menit saja sebenarnya, tapi karena tidak menguasai jalan seperti biasa kami berputar-putar dan bertanya pada beberapa orang di jalan. Sehingga untuk sampai ke lokasi gua kami butuh waktu 30 menit.

Mengikuti petunjuk yang diberikan oleh beberapa orang, sampailah kami di depan sebuah masjid berasitektur modern. "Koq nggak ada kesan kuno-kunonya gitu ya, beneran ini tempatnya?" Pikir saya. Tapi rasanya memang kami tidak salah, karena ada sebuah papan bertuliskan Cave of the Seven Sleepers di depan gerbang masuk.

Cave of the seven sleepers

Masjid di dalam situs

Pintu gerbang

Saat kami tiba di sana, ternyata sudah banyak peziarah yang datang. Sayangnya pintu masuk ke dalam gua tertutup. Menurut keterangan penjaganya, gua akan dibuka pukul 14.00, sedangkan kami tiba pukul 13.30. Berarti setengah jam lagi. Ada waktu untuk sholat dulu, menjamak sholat dzhuhur dan ashar.

Pintu gua sudah dibuka saat kami usai menunaikan sholat di masjid. Tapi, upss!! bapak-bapak yang duduk di pintu masuk areal tempat gua berada menyuruh kami memakai jubah yang tergantung di sebelahnya.

"Harus pakai ini," Katanya sambil mengambil 3 jubah berwarna gelap
"Kan kami udah pakai jilbab dan baju panjang," saya ngenyel dengan bahasa arab seadanya campur bahasa tarzan. (Padahal takut mati gaya gara-gara kostum itu hehehe..)
"Iya, tapi kalian bertiga pakai celana. Nggak boleh. Tetep harus pakai ini..."
Hmm... ya sudahlah nurut apa kata bapak ini. Kami bertiga akhirnya memakai jubah yang disodorkannya.
"Hihihihi... koq jadi mirip Harry Potter gini kita ya," ujar Fima sambil cekikikan.


Akhirnya kami tahu alasannya, ternyata peziarah wanita memang tidak diperbolehkan mengenakan celana mungkin biar lebih sopan. Karena memang bukan kami saja yang memakai jubah ala Harry Potter ini. Pantas saja si bapak memaksa hehehe..

***

Di bagian depan gua, ada ukiran khas Romawi, pintunya berbentuk persegi dengan tinggi kurang lebih 2 meter dan lebar 1 meteran. Ruangan dalam gua sebenarnya tidaklah terlalu luas, namun terkesan lapang. Ada 3 serambi yang masing-masing berbentuk melengkung. 

Pintu masuk gua


Interior gua





benda-benda yang tersimpan di dalam gua


2 serambi masing-masing berisi 2 bangunan persegi mirip sebuah makam. Entah ini bangunan makam atau bukan, yang jelas pada salah satunya terdapat kaca yang digunakan untuk melihat ke dalam. Ada kerangka manusia di dalamnya, menurut keterangan penjaga tempat ini, kerangka manusia tersebut diduga 7 pemuda ashabul kahfi.Wallahu'alam

Di bagian yang lain ada lemari kaca tempat memajang benda-benda yang sepertinya ditemukan di sekitar gua.

Setelah mengambil beberapa foto di dalam gua, bergegas kami keluar. Sang penjaga gua memberi tanda bahwa gua segera ditutup. Mungkin karena hari itu Jum'at jadi gua tidak terlalu lama dibuka.

Dari ziarah yang cukup singkat tersebut paling tidak kami sudah menyaksikan jejak sebuah kisah dalam al-qur'an. Kebenaran kisah ini tidak perlu kita ragukan lagi. Sebuah kisah tanda-tanda kebesaran Allah Subhanallahu Wa Ta'ala.

Oh iya, untuk masuk ke situs ini tidak dikenakan tiket masuk. Hanya infaq untuk bapak penjaga yang meminjamkan jubah itu saja.

Abaikan muka yang kumus2 itu ya hehe..



Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy