Jun 1, 2013

Advertisement

Jordan, Spring Traveling #6 : Pesona Jabal Qal'ah

Advertisement


Kunjungan kami ke ibukota Jordania, Amman beberapa waktu lalu, seolah membawa kami ke sebuah negeri Romawi. Betapa tidak, peninggalan-peninggalan bangsa Romawi di kota ini banyak bertebaran berpadu dengan bangunan-bangunan modern.

Amman memang tercatat memiliki sejarah sangat panjang sebagai ibukota Jordania kuno dan modern. Kota ini merupakan salah satu kota tertua di dunia yang terus-menerus dihuni manusia sejak jaman batu. Sebagai buktinya, dari sekitar 1.994 penggalian arkeologi bahkan ditemukan peninggalan yang ditaksir berasal dari jaman 7.000 tahun sebelum masehi. 

Hari itu kami sudah bersiap untuk menelusuri sebuah benteng yang berdiri di tengah kota. Itenerary berubah sejak semalam. Mempertimbangkan kondisi kami yang belum pulih sepenuhnya pasca berjalan kaki sejauh 9 km menyusuri Petra, ditambah perjalanan 3 jam dari kota Wadi Musa ke Amman.

Sebelumnya, hari ini kami menjadwalkan ke Jerash dan Dead Sea. Namun. Karena dua obyek itu berada di luar kota, kami merubah haluan untuk menelusuri obyek yang berada di dalam kota. Inilah keuntungan tidak memakai jasa agen wisata, kami bisa bebas menyusun itenerary dan merubahnya untuk disesuaikan dengan kondisi. 

Untuk menjelajah kota Amman akan lebih leluasa dengan menyewa mobil daripada ikut paket agen wisata. Perjalanan akan lebih efisien terutama jika bepergian dengan keluarga.

Cukup banyak pilihan perusahaan jasa penyewaan mobil di Queen Alia airport dan di dalam kota Amman. Syaratnya yang tidak begitu rumit cukup memudahkan kita. Hanya butuh SIM yang masih berlaku dan paspor tentu saja. SIM dari negara manapun bisa diterima di sini. Harga sewanya juga cukup terjangkau, mulai 30 JOD atau sekitar Rp. 450.000 perhari tergantung mobil apa yang akan kita sewa.

Ini mobil yang kami sewa. Waktu kami sewa masih terpakai 2000 km dan joknya masih terbungkus plastik hehe..


Setelah sarapan dengan segelas pop mie, kami segera keluar hotel memulai jelajah kota hari ini. Agak kesiangan sebenarnya, waktu menunjukkan pukul 8.30. Menjelang musim panas, matahari bergerak lebih cepat. Jam 8.30 sudah terasa sekali panasnya. 

Jalanan masih lengang karena hari itu Jum'at. Di negara-negara Islam, libur akhir pekannya adalah hari Jum’at dan Sabtu. Kami mengarahkan mobil menuju downtown tempat dimana benteng atau citadel berada. Berdasarkan peta yang kami baca, letaknya dekat sini. Kami tidak tahu lokasi pastinya, hanya mengira-ngira saja. 

Lalu kami bertanya pada 2 orang polisi yang sedang berjaga disebuah perempatan pasar. Akhirnya kami tahu posisi persis benteng yang orang Amman menyebutnya Jabbal Qal'ah, jabbal berarti gunung atau bukit dan Qal'ah adalah benteng. Letaknya berada di sebuah bukit tidak jauh dari downtown.

Setelah sempat 2 kali berputar karena salah jalan, akhirnya sampai juga di bukit tertinggi di kota Amman. Tiket masuk ke situs Amman Citadel untuk pengunjung dewasa adalah 3 JOD atau sekitar Rp. 40.000, sedangkan untuk anak-anak usia 15 tahun ke bawah, gratis. Area parkir di tempat ini cukup luas, tapi waktu itu hanya terisi sekitar 5 mobil, mungkin karena masih pagi.

Di situs ini kita akan menyaksikan peninggalan sejarah dari mulai zaman Romawi, Bizantium hingga era masuknya Islam yaitu pada periode dinasty Ummayyah. Di bukit tempat citadel berdiri, bahkan pernah ditemukan makam-makam jaman perunggu atau sekitar 3300-1200 tahun sebelum masehi.

Kuil Hercules

Beberapa meter dari pintu masuk, kami melihat sebuah bangunan yang cukup mencolok di titik tertinggi bukit ini. Sebuah reruntuhan bangunan berupa kolom atau tiang khas bangunan Romawi. Tiang-tiang itu tingginya lebih dari 10 meter. Hanya ada 3 tiang saja yang masih utuh, sisanya berserakan di tanah, terlihat seperti patah.

Berdasarkan informasi yang kami baca, susunan pilar tersebut adalah bekas sebuah kuil atau candi bernamaThe Temple of Hercules. Dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Marcus Aurelius antara tahun 161 - 180 Masehi. Konon pembangunannya didedikasikan untuk putra dewa Zeus, Hercules.


Hercules Temple dengan background kota Amman



Umayyad Palace

Selain kekaisaran Romawi yang pernah menjadi penguasa di Jordan, dinasti Islam juga pernah bertahta di negeri ini. Beberapa peninggalan menjadi buktinya, diantaranya yang terdapat di jabbal qal'ah Amman ini.

Sekitar 200 meter sebelah utara dari kuil Hercules kami melihat sebuah gerbang yang kami perkirakan umurnya masih kisaran puluhan tahun. Bisa jadi merupakan rekonstruksi dari bangunan sebelumnya yang hanya tinggal puing.

Dibaliknya, terdapat sebuah bangunan berkubah biru seperti sebuah masjid. Ternyata, bangunan itu disebut Al-Qasr atau istana, merupakan peninggalan dari dinasti Umayyah. Dibangun antara tahun 724 - 743 masehi. Arsitekturnya sangat sederhana, hanya terdiri dua buah pintu masuk dan keluar tanpa jendela. Yang menonjol hanya kubahnya yang berwarna biru. Detail interiornya juga minimalis, yang juga sudah mengalami rekonstruksi.

Eksterior


Interior Umayyad Palace
Di sisi yang lain


Tidak jauh dari al-Qasr terdapat bangunan yang sudah tidak ketahuan lagi bentuknya, kemungkinan itu adalah bagian dari istana Umayyah.

Banyak sekali kami melihat reruntuhan bangunan yang hanya tersisa pondasinya saja dan tidak utuh lagi. Terlebih lagi rumput-rumput liar yang menutupinya. Sangat sulit untuk menebak-nebak bentuk bangunan utuhnya karena yang tersisa hanya pondasi.

Bisa dibayangkan betapa megahnya bangunan yang berdiri di atas Jabbal Qal'ah ini jika masih utuh. Umurnya yang sudah mencapai hampir 2000 tahun kemungkinan tidak sanggup menahan terjangan kerasnya alam. Gempa bumi, salju tebal, dan terpaan badai pasir yang mungkin membuat bangunan-bangunan tersebut rapuh.

Selain bisa menyaksikan reruntuhan bangunan bersejarah, dari Jabbal Qal’a Amman, kita bisa dengan leluasa menyaksikan view kota Amman dengan kontur bukitnya yang memesona. Juga kita bisa melihat dengan jelas bangunan amphiteathre yang berada di bawah bukit ini.

Semakin terasa panas teriknya matahari, tak heran karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.30. Sudah saatnya kami melanjutkan perjalanan. Waktu yang terbatas, memaksa kami untuk tidak masuk ke museum arkeologi Jordan yang terdapat di dalam situs Jabbal Qal’a atau Citadel Amman ini.

View kota Amman


Amphitheatre di lihat dari Qal'ah






Advertisement

9 comments:

Riski Fitriasari said...

Itu interior Muayyad Palace kayak yg sering dijadiin latar tempat di film2 Hollywood ya Mbak? Hmmm... semoga saya bisa keliling dunia... amiiin..

Ellys Utami said...

Interior seperti ini banyak banget di Mesir mbak. Aku sih belum pernah baca kalo Muayyad Palace pernah dijadikan setting film. Di Jordan yg pernah jadi setting film itu Petra.. u/ film Indiana Jones dan yg baru Transformers.

Aamiiinn... mudah2an mimpi keliling dunia diijabah Allah SWT ya mbak..

Lidya - Mama Cal-Vin said...

ada sejarahnya gak mbak dinamakan hercules temple?

Ellys Utami said...

Katanya sih persembahan buat anaknya dewa Zeus yg namanya Hercules itu mbak...

Selebihnya tidak ditemukan sejarah tentang kuil ini.

Sumarti Saelan said...

kapan ya aku kesini? mimpi dulu ah...hahaha :P
oiya, mak Ellys qmu punya pothoblog juga ya? rasanya aku pernah buka linknya pas di share di grup Kampret...aq seneng banget liat poto2nya waktu itu

Ellys Utami said...

Aaamiiiinn... mudah2an mimpinya kesampean ya mak.

Iya saya punya photoblog mak... cuma belum sempat ngurusin. Foto2nya mau di resize ulang biar bening hehehe...

Nanti kalo udah didandanin di share lagi linknya :)


hana sugiharti said...

Seru seru deh Mesir itu ya.. suamiku kalau diajak ke mesir takut katanya :D

Emak Pelancong said...

suwunnnnn... :) ira

Ellys Utami said...

Sami-sami mbak Ira :)

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy