Mar 23, 2014

Advertisement

[Human Interest] Potret Orang Barbar di Siwa

Advertisement


Pernah dengar tentang suku barbar?? Apa yang terlintas di benak kita? Primitif, tidak kenal peradaban, suka perang, kejam atau bahkan sadis? Entah darimana streotipe semacam itu bermula. 

Kenal kan Thariq bin Ziad yang sangat fenomenal dalam sejarah Islam. Pemimpin pasukan untuk menaklukkan Andalusia sekitar tahun 711 Masehi. Bahkan namanya diabadikan menjadi nama selat yang memisahkan Afrika utara dengan benua Eropa. Selat Gibraltar (Gabal Thariq). Beliau berasal dari suku Barbar. Ibnu Batutah, yang tersohor sebagai pengembara juga berasal dari suku Barbar. Zenendine Zidan pemain bola dunia itu juga orang Barbar. Jadi hilangkan pandangan negatif kita tentang orang Barbar.

Ibnu Khaldun bahkan menggambarkan suku Barbar sebagai orang yang kuat, pemberani, dan memiliki solidaritas tinggi.

Suku barbar adalah penduduk asli yang mendiami wilayah Afrika bagian utara, terutama di bagian barat lembah sungai Nil. Mereka tersebar dari pantai atlantik di bagian barat dan di Oase Siwa di bagian timur. Saat ini mereka umumnya menjadi penduduk di wilayah negara Maroko, Aljazair, Libya, Tunisia, sebagian kecil di Mesir, Mali, Muritania, dan Nigeria.

Di Mesir mayoritas suku barbar tinggal di Siwa. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Arab 'amiyah, namun aksennya lebih mirip Libya. Karena letak geografisnya yang lebih dekat ke Libya. Gambaran tentang streotipe orang barbar yang keras dan kasar tak tampak pada penduduk Siwa. Mereka adalah orang-orang yang ramah dan sangat religius. Bahkan menurut saya lebih kalem dari orang Mesir di Kairo. Mata pencaharian mereka umumnya berkebun kurma dan zaitun dan sebagian lagi berternak domba.

Di Siwa, kegiatan luar rumah di handle para pria. Para wanita sangat tidak disarankan keluar rumah kalau tidak terpaksa. Jika terpaksa keluar rumah, mereka wajib menggunakan niqab atau cadar. Upps.. jadi kalau kita ke sana harus pakai cadar dong. Tenang saja, aturan ini tidak berlaku pada turis koq hehe.. Wanita diijinkan sekolah hanya sampai tingkat SMA, selepas itu mereka akan dinikahkan. Yang diijinkan merantau keluar Siwa, untuk menuntut ilmu hanya kaum pria. Tidak heran, selama 2 hari di Siwa saya hanya 2 kali bertemu wanita (bercadar) di jalan. 

Pernah waktu itu saya mencoba mengambil foto anak-anak yang sedang berangkat sekolah. Ada 3 orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Saat saya arahkan kamera pada mereka, sontak mereka berteriak, "No, photo.. no photo!!". Dan anak perempuan yang berada diantara mereka menutupi wajahnya dengan jilbab. Tentu saya menghormatinya dengan tidak meneruskan mengambil foto diam-diam.

Di kesempatan lainnya, saya coba meminta ijin pada seorang bapak penjual tho'miyah (makanan khas Mesir) untuk mengambil fotonya. Lalu dia melambaikan tangan tanda tak mau di foto. Tapi tidak usah khawatir, tidak semua orang Siwa menolak di foto koq. Mereka akan dengan senang hati di foto jika kita minta.

Untuk melihat keseharian orang Siwa, berikut ini foto-foto mereka..

Anak-anak Siwa, dalam kesederhanaan mereka tetaplah anak-anak

Kendaraan multifungsi di Siwa

Sepulang sholat Jum'at

Mas Yusuf, guide yang ramah :D

Ngeteh bareng di pinggiran oase..

Bekerja sama..

Kendaraan paling populer di Siwa dan Mesir


Advertisement

18 comments:

Traveler Family said...

uapik2 tenan fotonya, Mbakyu... Mingini :) ira

Ellys Utami said...

Mosok seh mbak... perasaan foto2 sampeyan sg luwih uapikkk2 :D
Sengojo manasi smpyn iki hehehehe.... :)

Traveler Family said...

Huuaaaaa... suenenge atiku dipuji fotografer. :) Aku juarang moto koyo ngene, Mbak. Biasane gak sempat lek mlaku2. Akehe poto objek wisatane.. :) Padahal photo story koyok ngene yo apik pisan, yo...

Ellys Utami said...

Hehehe.... photographer jadi2an :P
Aku pancen seneng moto2 model human interest koyo ngene mbak. Cuma kadang nggak semua orang berkenan difoto. Jadi kudu pinter pilih2 orang dan cari kesempatan yg pas... :)

Titi Alfa Khairia said...

Kemungkinan kata barbar yang berari sadis dan tak beradab itu digaungkan para penjajah barat yang ingin memberi kesan negatif pada muslim yang religius dan santun tapi selalu menang perang.

BTW apik tenan photone, tunggu aku di Afrika ya Mbak yuu

dey said...

Foto2nya keren, bercerita banget.

Lidya - Mama Cal-Vin said...

hadil foto2nya bagus mbak

mak irul said...

fotonya natural banget ya...:)....mudah2an bisa sampai kesana dan bertemu langsung dng penduduk Siwa. aamiin :)

Ellys Utami said...

Mbak Titi... Sebenarnya istilah barbar sendiri baru digunakan pada masa kekaisaran Romawi. Orang Mesir menyebut suku Barbar sebagai Meshwesh.

Dan sejak kolonialisme barat masuk di Afrika Utara, mereka semakin termarjinalkan. Seperti kata mbak Titi itu...

Tak tunggu kedatangan sampean nang benua Afrika yo mbak hehehe...

Ellys Utami said...

Mbak Dey... makasih ya. Saya baru belajar juga nih... hehehe..

Ellys Utami said...

Makasih mbak Lidya... Jadi malu saya hehehehe... :)

Ellys Utami said...

Aaminnnn.... mudah2an Mak Irul nyampe ke sini ya..

Makasih mak udah mampir... :)

Indah Juli said...

Mau ke Siwa! :)
Tulisan dan foto-fotomu cakep tenan, mbak, mengiri menganan :D

Ellys Utami said...

Marilah kemari mak Indah Juli... Akan kusambut dirimu hehehe..
Aduhh mak.. foto mah masih nyubi, masih harus banyak berguru :D
Btw makasih udah mampir yo mak.... ;)

RU's JOURNAL said...

Mbak baru nemu blognya. Suka. Mimpi saya juga pengen sampai tanah afrika koq :D

Ellys Utami said...

@Ru's Journal.. Terima kasih sudah mampir... mudah2an mimpi berkunjung ke Afrika segera terwujud ya mbak.... aamiiinnnn :)

Zulfa said...

Paling nggak bisa foto human interest, selalu gagal, karena aku sendiri kagok diliati orang bawa kamera. perlu suntikan PD

Ellys Utami said...

Human interest ini sebenarnya butuh trik juga mbak Zulfa.. Menurut pakar fotografi ada 2 cara bikin foto bertema HI. Yang pertama melakukan pendekatan pada obyek foto, diajak ngobrol, ngopi2 kalo perlu hahaha... Nah cara kedua dengan candid.. Cara kedua yang sering kupakai. Dan karena kameraku bukan kamera yang bodynya gede jadi kalau mau candid juga nggak terlalu kelihatan.

Aku pakai mirrorless mbak Zulfa. Aku suka kamera jenis ini karena ringkes dan bisa masuk sling bag kesayangan. Jadi nggak perlu nenteng2 tas kamera khusus..

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy