Mar 21, 2014

Advertisement

Siwa, Oase di Belantara Sahara

Advertisement




Selalu saja ada hal-hal menakjubkan yang saya temukan di Mesir. Sepertinya negeri di ujung utara benua Afrika ini tak pernah habis dijelajahi. Bukan hanya masjid-masjid tua yang selalu terlihat cantik dan eksotik. Artefak-artefak kuno yang membuat imajinasi melayang ke ribuan tahun lampau. Atau sungai Nil yang melegenda. Juga laut Merah yang biru dengan terumbu karang yang cantik. Namun tempat-tempat kumuh di sudut kotanya pun terasa sangat menarik.

Seperti yang satu ini, sebuah kota kecil dekat perbatasan Libya. Siwa, sebuah kota yang terpencil dan nyaris terisolasi. 

Dikelilingi oleh lautan pasir terluas di dunia, Sahara. Berada di bagian barat Mesir, berjarak kurang lebih sekitar 800 km dari Kairo dan hanya 50 km dari perbatasan Libya. Memakan waktu tempuh lebih dari 8 jam. Perjalanan menuju ke sana terasa sangat membosankan. Tak ada pemandangan menarik di sepanjang perjalanan. Yang ada hanya hamparan gurun pasir nan tandus. 

Namun kebosanan akan berubah menjadi takjub, tatkala memasuki Siwa. Kota yang berada di belantara gurun Sahara ini hijau dengan hamparan pohon-pohon kurma dan zaitun. Kita tak kan menemukan hiruk pikuk kendaraan bermotor seperti layaknya di kota. Kereta keledai menjadi alat transportasi yang mendominasi di sini. Namun jangan bayangkan bahwa kehidupan masyarakat di Siwa itu primitif. Mereka adalah orang-orang yang ramah seperti orang-orang desa di pinggiran Kairo. Sangat menghormati tamu.

Kendati jauh dari aliran sungai Nil, Siwa memiliki banyak sumber air yang nyaris tak pernah kering sepanjang tahun. Siwa memiliki ratusan oase kecil dan sebuah oase raksasa berukuran 80 x 20 km yang dinamakan Wahat Siwa (Siwa Oasis). Dan juga dua danau garam yang jika musim panas tiba, airnya akan mengeras dan berwarna putih menyerupai salju. Namun jika musim dingin air garam akan mencair dan airnya jernih berwarna kebiruan. 

Inilah sebabnya Siwa memiliki tanah yang subur. Siwa memang cukup tersohor dengan kurmanya yang enak, bahkan minyak zaitunnya telah diekspor sampai ke Eropa. Sebuah berkah luar biasa yang dilimpahkan Tuhan untuk kota kecil ini.


Hamparan kebun-kebun kurma berlatar oasis raksasa

Pasar di Siwa


Suasana Siwa




Salt lake, bening dan berwarna biru kalau musim dingin dan berubah putih jika musim panas

Siwa telah menjadi tempat tinggal manusia sejak ribuan tahun lampau. Diperkirakan sejak jaman Mesir kuno. Tercatat Alexander the Great dan Cleopatra pun pernah mengunjungi Siwa. Bukti keberadaan mereka ada di Jabal Mawta (Mount of the Dead). 


Kita tak akan banyak menemukan bangunan-bangunan rumah modern di Siwa. Bangunan-bangunan di sana sangat sederhana. Bahkan dahulu, seluruh rumah di Siwa terbuat dari campuran lumpur dan garam. Ini bisa kita saksikan di Shali Siwa. Shali dalam bahasa siwi yaitu bahasa asli penduduk Siwa berarti kota. Kota tersebut dibangun sekitar 12 abad silam. Komplit dengan masjid di dalamnya. Berfungsi juga sebagai benteng pertahanan dari serangan musuh.

Jabal Mawta, makam raja-raja Mesir kuno dari periode Ptolemi

Shali Siwa, kota yang dibangun menggunakan campuran lumpur dan garam

Ini hotel lho... 




Jabal Dakrour (Dakrour Mountain) tempat festival syaha berlangsung setiap tahunnya di bulan Oktober


Penduduk Siwa hanya sekitar 23.000, mereka berasal dari suku barbar. Suku yang mendiami sepanjang Afrika Utara. Bahasa yang mereka gunakan adalah Arab 'amiyah, beraksen Libya. Setiap tahun pada bulan purnama di bulan Oktober, para lelaki Siwa berkumpul di Jabal Dakrour. Untuk melakukan rekonsiliasi antar bani atau keluarga. Juga sebagai perayaan perdamaian yang disebut festival Syaha.

Jauhnya perjalanan memang sanggup membuat kita lelah dan dilanda kebosanan. Namun perjalanan itu tidak akan mengecewakan jika kita sudah sampai di Siwa. Seperti saya, yang telah terpesona Siwa, kota di belantara Sahara..



Advertisement

2 comments:

mrs. amidy said...

baru tahu saya mak kalo oase itu cantik sekali.. haha
btw itu hotel masih dipake? gmana penampakan dalamnya ya?

Ellys Utami said...

Mrs. Amidi.. Oase di Siwa ini cukup kondang mak, gede bangett kalo dilihat dari jauh mirip laut. Padahal letaknya ada ditengah gurun Sahara *heran.
Hotel itu kelihatannya sudah terbengkalai. Sejak kondisi politik Mesir ribut, nggak banyak turis yang datang ke Siwa.. huhuhu.. menyedihkan ya mak??

Btw, makasih sudah mampir yah.. salam kenal mak...

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy