Dec 20, 2013

Advertisement

[Photo Story] Inilah Kairo...

Advertisement



Sudah sering saya menulis tentang tempat-tempat menarik di Kairo, walaupun belum semuanya. Mesir seakan tak pernah habis untuk diceritakan. Semua anglenya menarik. Bukan saja tempat-tempat yang sudah populer seperti Pyramid, kota Memphis, Laut Merah, Luxor dan Sinai yang tertutup salju kala musim dingin tiba. Tapi sudut kota yang kumuh pun menarik untuk diceritakan.

Kali ini saya akan ajak jalan-jalan blusukan di sudut-sudut kota Kairo. Kumuh, semrawut, dan jorok tapi buat saya tetap saja menarik. Dan inilah Kairo..

 
__________

Tempat pertama adalah City of the dead...  Eiittss, jangan buru-buru membayangkan tempat yang serem dan misterius yah :D Tempat ini memang kuburan paling tua dan luas di Kairo, tapi jauh dari angker apalagi buat lokasi uji nyali. Mau nongkrong semalaman juga nggak bakalan dadah dadah ke kamera tanda nyerah hahaha...


Padatnya kota ini yaaa..... Menara yang menyembul itu adalah menara masjid Sultan Hassan dan Masjid Rifa'i

Tempat ini sebenarnya nggak bisa sepenuhnya di bilang kotanya orang mati sih. Karena orang-orang  mati itu "berdampingan" dengan orang-orang yang masih hidup. Aneh memang.. Tapi inilah kenyataannya. Karena kemiskinan, orang-orang Mesir 'rela' berbagi tempat dengan orang yang sudah mati.








Tiap hari Jum'at, tempat ini rame banget terutama di dekat kawasan Sayyeda Aisha. Kalau mau shopping buruan deh ke situ. Ada pasar serba ada, dari barang bekas, alat rumah tangga, spare part mobil, makanan sampai jersey 'bermerk'. Soalnya suami pernah beli jersey 'bermerk' hanya seharga 25 LE, nggak sampai Rp. 50.000 cyin.. hihihihi..


Suasana pasar Jum'at


Di mana ada penjual baju, di situ ada emak-emak :D

Suatu hari, saya diajak suami jalan-jalan. Pas ditanya kemana, dia bilang mau ngasih tahu tempat makanan enak. Ada di kawasan Sayyeda Zaenab. Kalau naik metro dari Maadi cuma bayar 1 LE (Rp. 1.500). Beberapa hari sebelumnya dia di ajak temannya ke tempat itu. Ada kikil sapi yang rasanya top banget katanya. Anak-anak nggak usah diajak, pasti mereka nggak suka tempatnya. Makin penasaran kan saya... 

Yang digantung itu usus diisi daging.. :D



Tempat makannya itu di tengah jalan :P

Itu dia tempat makannya... Kumuh dan jorok ya? Eitss... tapi saya suka koq tempat ini. Nggak tahu juga kenapa saya suka. Menarik sih menurut saya...Sup kikil (kaki sapi) dan koftanya lumayan enak juga.

Dan yang ini nih, jarang-jarang lihat orang jualan daging, yang sapi dan onta hidupnya dipajang di depan lapaknya. Begini ini nggak nemu kalau nggak di Mesir... :D
 

Sapi hidup di depan lapak penjual daging

Orang ini bukan yang jualan onta koq.. :P

Nah kalau yang di bawah ini adalah Maadi, tempat tinggal saya selama di Kairo. Dulu pas pertama nyampe di Kairo, takjub juga dengan banyaknya pohon-pohon hijau itu hehehe... Ketahuan kan kalau nggak pernah baca :P



Faktanya, Mesir merupakan salah satu daerah tersubur di Afrika, dan salah satu negara tersubur di Mediterania. Karena kesuburannya, Mesir menjadi salah satu tempat terawal yang dihuni oleh manusia. Sungai Nil menjadi penyebab Mesir menjadi subur. :D


Karena Maadi ada di bantaran sungai Nil makanya pohon-pohon bisa tumbuh subur di sini. Walaupun terlihat rapi dan tertib, jangan salah... Setiap pagi hampir selalu terjadi keributan karena rebutan jalan. Semuanya nggak ada yang mau ngalah, terjadilah kemacetan di jalan itu. Dan satu lagi, Orang-orang yang punya nggak ada yang mau parkir di basement. Berderet di kanan kiri jalan, dari jalan yang lebarnya 10 meter hanya tersisa 4-5 meter saja. Ampuunn deh... :(

Kalau pagi dan sore jalanan itu macet beud :D

Suasana Maadi hari Jum'at pagi

Pemandangan seperti foto di bawah ini benar-benar di Mesir. Mirip Indonesia kan? Bedanya kalau di Indonesia, pematang sawahnya ditanami pohon kelapa, kalau di Mesir ditanami kurma. Dan tempat seperti ini tidak jauh dari pusat kota Kairo. Hanya sekitar 20 km saja. Orang-orang desa Mesir umumnya ramah pada orang asing, sederhana dan bersahaja.

Foto saya ambil saat perjalanan menuju situs kota kuno Memphis di sebelah selatan Kairo. Kadang-kadang kalau mereka tahu sedang di potret, mereka akan melambaikan tangan dan tersenyum.





Itulah sedikit gambaran dari kota Kairo yang mungkin tak terjamah para turis. Mana ada sih agen-agen wisata yang mau bawa turis-turis ke tempat seperti itu hehe...

Advertisement

7 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

walaupun belum pernah kesana tapi suka lihat foto2nya mbak

Traveler Family said...

Mbak nggarahi tambah ngiler pengen nang Mesir. Tapi kethoke nggak sidho bulan April, jeee...... Mandar mugo ndang onok rizki-ne. Btw, sing pajangan Onta karo sapi urip kuwi unik pisan, yoo. Wong sing lagi maem nang kono iso mbayangnya, sesuk yen mrene maneh, sapi sing isih urip kuwi sing taksantap... hehehe. Dientheni tulisan2 selanjutnya... ira

Ellys Utami said...

Makasih mak.... Saya paling suka pergi ke tempat yg nyempil2 gitu. Tempat yg buat orang lain dianggap kurang menarik, justru jadi daya tarik buat saya hehehe....

Ellys Utami said...

Amiiinnn. .. tak dungakno rejeki lancar cik iso ndang budhal ng Mesir yo mbak. Dungakno pisan pas smpyn ng Mesir, aku ono ng kono... Amiiinnn.

Iyo mbak, ng Mesir nek njagal sapi/onta iku ng tengah dalan gak ng nggon khusus. Dadi yo nggilani pol... kemproh :D

Iki mood nulis rodo loyo gara2 LDRan hehehe... suwun wes mampir mbak.

Keke Naima said...

khas timur tengah, bangunannya kebanyakan warna tanah, ya. Mungkin karena biar gak kotor karena pasir, ya, Mak?

Ellys Utami said...

Bisa jadi begitu mak Myra.. Ada juga beberapa bangunan pake cat warna warni.. beberapa bulan berselang, warnanya berubah jadi warna pasir hihihi...

Juwita Queensa said...

Aku suka banget baca tulisan2 mba ellys bagus menginspirasi,,jadi pengen ke mesir...

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy