Advertisement
Labbaik Allahumma Labbaik...
Labbaikala syarika laka labbaik..
Tiba
juga hari itu… Selasa, 29 September 2014
Selepas
sholat ashar, dalam keadaan berihram kami berdua berangkat dari Maadi menuju
Nasr City tempat rombongan berkumpul. Tidak ada seremoni khusus seperti
layaknya keberangkatan jamaah haji di Indonesia. Hanya diantar bawab (penjaga)
apartemen, Faiz, 2 teman mahasiswa dan sopir yang biasa mengantar suami ke
kantor. Jangankan seremoni, latihan manasik saja tidak sempat. Kami hanya mempelajarinya dari buku.
Meninggalkan
Faiz si anak bontot itu bukan hal yang mudah buat saya. Tapi saya tak lantas
berat hati meninggalkannya. Sudah saya siapkan mentalnya sejak jauh hari. Dan dia siap bahkan cukup excited (karena tidak ada yang ngomel pagi-pagi katanya hehehe..)
Ada
2 orang mahasiswa sahabat keluarga kami yang menemani Faiz selama kami tinggal.
Makanan untuk bekal makan siang di sekolah juga sudah saya siapkan. Di kemas
dalam plastik lalu dibekukan. Tinggal memanaskan saja.
Untuk barang bawaan, kami hanya membawa masing-masing 5 stel pakaian, underwear, perlengkapan mandi, dan
1 set pakaian ihram cadangan untuk suami. Disimpan dalam 2 buah koper. Awalnya
saya masukkan dalam 1 koper, tapi suami meyarankan untuk bawa masing-masing
saja. Kebiasaan kalau traveling, berangkat koper kosong, pas pulang kopernya
beranak :p
Oh
iya, karena proses perolehan visa haji dan keberangkatan kami yang
terhitung mendadak. Maka,
tidak ada acara walimatus safar seperti umumnya jamaah haji yang akan
berangkat. Jadi banyak teman-teman dan saudara baru kami kabari sesaat sebelum
berangkat. Itu juga pamitannya lewat media sosial hehehe...
Jadwal
penerbangan dan maskapainya saja belum kami ketahui. Karena tiket dan paspor
masih ada di tangan ustadz Erwin (ketua rombongan merangkap pembimbing) dan
belum dibagikan. Kami hanya tahu berangkatnya malam setelah Isya'. Itu saja.
Tak
sampai 1 jam kami sampai di Suq Sayyarat (pasar mobil) tempat orang-orang
Indonesia biasa ngumpul kalau pergi rombongan. Ada bis yang sudah menunggu. Dan
sudah banyak yang berkumpul di sana. Rombongan kami yang akan berangkat malam
ini sekitar 70an orang. Ini merupakan trip ke dua. Sedangkan trip pertama yang
visanya selesai lebih awal berjumlah sekitar 30 orang. Sudah berangkat 3 hari
sebelumnya.
Tepat
setelah adzan maghrib, kami masuk ke dalam bis. Paspor dan tiket dibagikan.
Lalu saya buka. Yaa Rabb... akhirnya salah satu halaman paspor saya
bertempelkan stiker visa ini. Visa yang bikin orang rela nunggu, mengantri puluhan tahun. Alhamdulillahh....
Jadwal penerbangan yang tertera dalam tiket, pukul 21.20 diperkirakan sampai di bandara King Abdul Aziz Jeddah pukul 00.30 waktu KSA (selisih waktu 1 jam dengan Mesir). Kabarnya bandara untuk penerbangan haji ditutup pada pukul 00.00 malam ini.
Jadwal penerbangan yang tertera dalam tiket, pukul 21.20 diperkirakan sampai di bandara King Abdul Aziz Jeddah pukul 00.30 waktu KSA (selisih waktu 1 jam dengan Mesir). Kabarnya bandara untuk penerbangan haji ditutup pada pukul 00.00 malam ini.
Mungkinkah bandara masih dibuka, menunggu pesawat Flynas yang membawa rombongan kami ini mendarat ???
Catatan selanjutnya.... The Journey Begins
Advertisement

7 comments:
Gak sabar pengen baca lanjutannya ^_^
seneng banget kalau baca tulisan tentang perjalanan gaji, semoga aku segera kesan ajuga mbak
mbak saran, kalo ceritanya bersambung, dibuat nomor episodenya gitu..sambungan dari cerita ini yang mana ya? saya agak bingung...penasaran juga dengan pengalaman haji dari negara lain..yg kayaknya nggak serumit dari Indonesia
Terima kasih sarannya Mbak Eva... Lanjutan Dari cerita Ini ada di link "catatan selanjutnya" dibawah tulisan Ini. Nanti saya tambahi judul tulisannya aja deh biar nggak bingung hehehe..
Tidak saya buat bernomor tapi saya buat dg judul yg berbeda. Sesuai dengan urutan perjalanannya.
Berangkat haji dari negara lain bukan tidak rumit tapi nggak ngantri lama seperti di Indonesia asal syarat2nya lengkap. Dan selama di sana nggak ada pelayanan khusus seperti jamaah haji di Indonesia. Jadi harus mandiri semuanya..
Terima kasih sarannya Mbak Eva... Lanjutan Dari cerita Ini ada di link "catatan selanjutnya" dibawah tulisan Ini. Nanti saya tambahi judul tulisannya aja deh biar nggak bingung hehehe..
Tidak saya buat bernomor tapi saya buat dg judul yg berbeda. Sesuai dengan urutan perjalanannya.
Berangkat haji dari negara lain bukan tidak rumit tapi nggak ngantri lama seperti di Indonesia asal syarat2nya lengkap. Dan selama di sana nggak ada pelayanan khusus seperti jamaah haji di Indonesia. Jadi harus mandiri semuanya..
Ngiri poll.... Mandar mugo aku ndang nyusul. aamiin...
Aamiin yaa Rabbal 'alamin Mugo2 disegerakan yo mbak...
Post a Comment