Nov 15, 2014

Advertisement

Catatan Haji #7: Nikmatnya Ngemper di Jamarat

Advertisement



Perjalanan sejak hari tarwiyah sampai lontar jumrah aqabah sungguh sangat melelahkan. Namun masih ada beberapa prosesi lagi yang harus dijalani. Tak heran ibadah haji disebut dengan ibadah fisik. Karena memang dibutuhkan fisik yang sangat prima untuk melakoni seluruh rangkaian prosesinya.

Setelah wukuf di Arafah dan bermalam di Muzdalifah kemudian dilanjutkan lontar jumrah Aqabah, Selanjutnya adalah mabit atau bermalam di Mina selama 3 malam (nafar tsani) atau boleh 2 malam saja (nafar awal) pada hari tasrikh 11,12, dan 13 Dzulhijah. Yang masing-masing dibarengi dengan melontar 3 jumrah (wustha, ula dan aqabah) keesokan harinya. 


Tenda-tenda untuk mabit telah disediakan oleh panitia haji kerajaan Saudi Arabia. Fasilitas ini sudah termasuk dalam rusum yang kita bayar saat memohon visa. Di dalam tenda juga disediakan alas tidur berupa kasur-kasur tipis lengkap dengan pendingin udara. Sedangkan makan, disediakan oleh panitia haji negara masing-masing. Namun, karena kami haji mandiri, makannya ya usaha sendiri. 


Tenda-tenda di Mina


Lokasi tenda sudah dibagi beberapa zone. Zone tenda terjauh berada di daerah Mina Jadid. Tenda maktab saya dan rombongan yang tergabung dengan maktab jamaah mandiri negara-negara Arab ada di wilayah ini. Bahkan untuk menemukan tenda maktab, kami pernah tersesat hingga berjam-jam, saking jauhnya. Terbayang kalau harus bolak-balik Jamarat ke tenda maktab sebanyak 3 kali. Fyuuhhh.. 

Dengan alasan lokasi tenda maktab kami yang lokasinya lumayan jauh. Juga stamina yang yang belum pulih sepenuhnya, maka sebagian dari rombongan kam, merencanakan untuk mabit di sekitar jamarat. Kami ngemper di sana. Lalu setelah subuh lempar jumrah kemudian pulang ke penginapan di Aziziyah untuk istirahat. Setelah maghrib kembali ngemper di jamarat begitu seterusnya sampai 3 malam karena kami berniat mengambil nafar tsani. Melontar setelah subuh cukup menguntungkan karena jamarat masih lengang dan sepi sehingga bisa leluasa melontar tanpa berdesakan. 




Bus Saptco gratis yang mengantar sampai Jamarat
Bukit yang terlihat itu adalah bukit Mina.  

Jarak Jamarat ke penginapan kurang lebih sekitar 3,5 km, atau sekitar 45 menit jalan kaki. Kebetulan ada bus Saptco (semacam Damri-nya Saudi) gratis. Dari Aziziyah langsung ke Jamarat lantai 2 menyusuri punggung bukit Mina. Jadi tak sampai 20 menit kami sudah sampai di Jamarat. Lumayan menghemat tenaga. Karena mabit hari pertama kami jalan kaki karena tidak tahu kalau ada bus gratis ke Jamarat.

Sebagian yang lainnya memutuskan untuk menginap di tenda dan tidak pulang ke penginapan. Ada pula yang menginap di tenda saudara yang juga sedang menunaikan ibadah haji. Sedangkan saya dan suami memilih kelompok yang ngemper di sekitar Jamarat. Ada 10 orang dalam kelompok ini. Solid hingga hari ke 3, hanya 1 orang yang memutuskan mengambill nafar awal. 


Momen ngemper di Jamarat ini cukup meninggalkan kesan mendalam. Diskusi, ngobrol, sholat berjamaah dan jalan kaki bareng makin mendekatkan kami satu sama lain. Maka saat mabit terakhir dan jamarat sudah sepi malam itu karena banyak jamaah yang mengambil nafar awal kami semua merasa sedih. Karena rutinitas selama 3 hari ini akan segera berakhir. Melelahkan memang, tapi sungguh sangat berkesan buat kami.



Ini grup ngemper kami... (Photo by Yazen)

Ini kondisi sekitar Jamarat pada hari pertama mabit
Ada beberapa jamaah haji Indonesia yang juga memilih ngemper di sini. 
*lirik sarung :D



Kadang-kadang orang-orang yang tidur itu mendadak bangun kalau mendengar suara sirine polisi. 
Harus rela digusur dan pindah tempat hehehe...


Sedangkan ini kondisi pada malam ke 3 (nafar tsani)



Menemukan pemandangan ini sepulang melontar. Pemandangan kota Mekkah dari bukit Mina
Ini jalan menuju penginapan.dari Jamarat .

Peta "hiking" dari Aziziyah ke Jamarat

Catatan selanjutnya... 12 Jam Mekkah-Madinah




Advertisement

2 comments:

sofia zhanzabila said...

Wah itu yang di halaman, baru tau kalau tidurnya begitu Mbak... ngempernya membawa berkah...

Ellys Utami said...

@Sofia sebenarnya lebih nyaman di tenda sih mba... Cuma karena dapat tendanya jauh ya beginilah solusinya biar nggak jalan kaki bolak balik ke tenda hehehe...

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy