Sep 16, 2015

Advertisement

Masjid Amr bin Ash, Masjid Pertama di Mesir

Advertisement


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,‘Jika kalian menaklukkan Mesir, maka aku wasiatkan agar kalian berbuat baik kepada orang-orang Qibthi ini. Mereka berhak atas perlindungan dan kasih sayang’.” (HR. Muslim no.2543).

Jika masjid Ibn Tholun merupakan masjid tertua ketiga di Kairo maka Masjid Amr bin Ash adalah masjid pertama di Mesir bahkan di Afrika. Masjid ini didirikan oleh Amr bin Ash tahun 641-642 M, setelah berhasil menaklukkan Mesir dari tangan Romawi.

Siapa Amr bin Ash?

Amr bin Ash adalah salah satu tokoh pahlawan era Rasulullah yang terkenal cerdik dalam taktik perang dan pemberani. Penunggang kuda yang mahir, negosiator ulung, dan ia juga seorang penyair yang puitis. Beliau juga dikenal sebagai orang yang memiliki kecerdasan luar biasa untuk keluar dari situasi yang sulit dengan tenang sekaligus menemukan solusinya.

Pada masa khalifah Umar bin Khattab, Amr bin Ash dipercaya memimpin pasukan untuk menduduki Mesir. Yang pada waktu itu berada dibawah kekuasaan negara adidaya Romawi. Bersama 4000 pasukan Amr bin Ash melawan 50.000 pasukan Romawi yang kuat. Meski kekuatan pasukan tidak seimbang, namun Amr bin Ash berhasil membuat pasukan Romawi bertekuk lutut. 

Setelah berhasil menaklukkan Mesir, Amr bin Ash diangkat menjadi gubernur. Ia mendirikan kota Fustat berikut masjid yang letaknya tidak jauh dari gereja yang sudah berdiri sejak abad 3 Masehi.

Metamorfosis Masjid Amr bin Ash

Bentuk awal masjid ini cukup sederhana. Berukuran 29 x 17 meter. Dindingnya terbuat dari batu bata dengan tiang yang terbuat dari batang pohon kurma. Sedangkan atapnya juga diambil dari daun kurma kering. Mihrab tempat imam sholat hanya ditandai dengan 4 tiang kayu. Lantainya juga hanya berupa tanah.

Tahun 673 M, gubernur Maslama ibn Mukhallad al-Ansari merenovasi masjid untuk pertama kali. Diperluas dan ditambah dengan menara di 4 sudut masjid. Berfungsi sebagai tempat adzan. Berikutnya masjid terus diperluas dan disempurnakan bentuknya. Tahun 827, oleh Gubernur Abdullah ibn Tahir interior masjid dipercantik dengan arcade (lorong yang terbentuk dari barisan kolom dengan lengkungan diatasnya). Di era Fatimiyah, menara masjid ditambah menjadi 5. 1 tambahan menara diletakkan di pintu masuk masjid.

Pada tahun 1169 kota Fustat termasuk masjid ini dibakar oleh seorang menteri bernama Shawar untuk menghindari penyerangan oleh pasukan salib. Namun setelah Shalahuddin al Ayyubi mengambil alih kekuasaan, tahun 1179 masjid dibangun kembali . 

Pada masa dinasti Mamluk, sekitar tahun 1796 M. Sebelum kedatangan pasukan Perancis dibawah pimpinan Napoleon, Sultan Murad Bay membongkar total lalu merenovasi masjid ini karena bangunannya yang sudah rapuh. Berikutnya tahun 1875 masjid direnovasi ulang. Dan terakhir tahun 1980 masjid mengalami rekonstruksi pada bagian pintu masuk.

Masjid Amr bin Ash sekarang

Masjid Amr bin Ash hingga kini masih rutin dipakai untuk sholat berjamaah. Turis asing juga tidak dilarang masuk ke masjid ini. Asalkan memakai pakaian yang sopan. 

Biasanya pada setiap malam 27 bulan Ramadhan, yang dipercaya sebagai malam lailatul qadar.  Masjid ini menjadi penuh. Bahkan hingga 1 km di luar area masjid. Warga berduyun-duyun untuk mengikuti shalat tarawih. Tak jarang, warga dari luar kota Kairo ikut berbondong-bondong. Untuk mendapat shaf-shaf depan, mereka sudah datang sejak jam 2 siang. Karena imam sholat tarawih hari itu adalah Syeikh Muhammad Jibril  seorang qari` yang dikenal memiliki suara merdu. Beliau memang rutin menjadi imam sholat tarawih di masjid ini sejak tahun 1988.

Masjid ini bukan hanya punya cerita sejarah yang panjang, namun juga menjadi simbol ketaatan umat Islam pada perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu berbuat baik pada orang Qibthi, dan wajib melindungi mereka. Terbukti gereja tidak serta merta dihancurkan ketika Islam menguasai Mesir.

Sisi barat

Pintu di sisi selatan
Tempat wudhu di halaman tengah

Arcade atau kolom-kolom yang berbentuk lengkung di atasnya menjadi ciri khas masjid-masjid di Mesir
Turis asing tampak mengagumi masjid bersejarah ini
Beginilah suasana tarawih malam 27 Ramadhan di Masjid Amr bin Ash (Source)

Advertisement

7 comments:

Lidya said...

Masya Allah cantik masjidnya mbak

Ellys Utami said...

Iya... Hampir semua masjid di Mesir cantik2. Ayo ke Mesir Mbak.. Nanti tak ajak keliling ke masjid2 cantik itu ;)

Ellys Utami said...

Iya... Hampir semua masjid di Mesir cantik2. Ayo ke Mesir Mbak.. Nanti tak ajak keliling ke masjid2 cantik itu ;)

Zulfa said...

Subhanallah, fotone cakep cakep tenan koyok sing duwe blog iki :)))

Ellys Utami said...

Cakepan sg moto perasaku lho mbak hahaha...LOL
Ndang budhal rene mbak Zulfa.. Ngko mbalik nang India aku tak melu hihihi...

Ellys Utami said...

Cakepan sg moto perasaku lho mbak hahaha...LOL
Ndang budhal rene mbak Zulfa.. Ngko mbalik nang India aku tak melu hihihi...

Sinta lovecoffee said...

wah sangat besar ya masjidnya

Kubah masjid

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy