Feb 24, 2011

Advertisement

Evacuated From Tripoli...

Advertisement



Kota Tripoli dari kantor suami

Ini sebenarnya bukanlah kisah yang heroik.. tapi ini adalah cerita suami saya yang sampai tulisan ini saya posting sedang berada di Tripoli, Libya. Dia berada dalam ferry yang akan mengevakuasinya bersama sekitar 300-an karyawan perusahaan tempatnya bekerja menuju Malta.

Mendengar berita tentang Libya saat ini memang membuat kita yang di sini membayangkan suasana yang mencekam layaknya suasana perang. Tapi akan saya tuliskan hal-hal yang terjadi selama 5 hari terakhir di sana berdasarkan cerita suami saya melalui Facebooknya.

Suami saya sampai ke Tripoli pertamakali pada Juni tahun 2010. Rencananya dia akan membawa kami (saya dan anak-anak) ke sana. Tapi berhubung sampai hari ini dia belum mendapatkan visa tinggal maka kami sementara tinggal berjauhan dengannya. Komunikasi sama sekali tidak ada masalah, tiap hari kami selalu bisa berkomunikasi melalui video call.

Ketika terjadi demonstrasi besar di Tunisia dan Mesir saya agak khawatir dengan Libya, karena Libya berada diantara kedua negara yang sama-sama presidennya terguling karena demonstrasi. 

Yaa... benar saja beberapa hari setelah Mesir berhasil menggulingkan Mubarak dari kursinya, Libya mulai bergejolak. Diawali demonstrasi yang tidak seberapa besar kota Benghazi sekitar 1000 km di timur Tripoli pada tanggal 17 Februari 2011, yang mengakibatkan jatuh korban dan demonstrasi menjadi semakin besar dan tidak terkendali.

Minggu, 20 Februari 2011

Komunikasi lewat Skype masih seperti biasa, saya masih bisa menelponnya pagi-pagi untuk membangunkannya. Siangnya lanjut dengan chatting dengan YM dan Facebook.


Senin, 21 Februari 2011

Saya sudah kesulitan menelepon untuk membangunkannya pagi-pagi (waktu Libya). Beberapa kali saya coba untuk menghubungi tetap saja tidak bisa. Siangnya akhirnya saya berhasil chatting dengannya. Dia bilang, ada milisi bersenjata di perbatasan kota ketika dia berangkat kerja. Kelihatannya mereka hanya berjaga-jaga, memeriksa isi kendaraan. Terus terang waktu itu saya agak cemas dengan keadaannya. Tapi dia bilang masih aman. Ini ceritanya yang saya copas dari laman facebooknya :

Hari minggu pagi, warga kerja setelah libur weekend. situas di Benghazi jadi topik hangat di kantor2 dan jalan2 di tripoli. banyak tentara dan warga sipil bersenjata berjaga di simpang2 jalan. cukup tegang juga jadinya.
Minggu sore pulang dari kantor, banyak konvoi2 pendukung kadhafi di jalan2 kota. malamnya jalan2 ttp ramai, teriakan2 khas pendukung pendukung kadhafi masih berseliweran di jln2. timbul keributan di beberapa titik. bakar2 ban dan terjadi bentrokan. suara2 tembakan terdengar di kota. suara tembakan2 bikin org balik ke rmh masing2, selanjutnya gak ada lagi suara teriakan2 konvoi.
(Pada hari ini di perusahaan tempat suami bekerja sudah merencanakan untuk mengevakuasi karyawannya secara bertahap, diutamakan karyawan yang membawa keluarga dulu)

Selasa, 22 Februari 2011

Melihat perkembangan berita di TV, koran, berita online sepertinya Tripoli semakin tidak kondusif, dan saya semakin cemas dengan keadaan suami saya. Apalagi komunikasi lewat internet juga agak susah diakses. Ada kabar bandara Tripoli ditutup, dan pesawat untuk evakuasi dilarang masuk Tripoli. Suami juga bilang, telepon ke KBRI Libya juga agak susah, jadi suami kesulitan mencari informasi tentang proses evakuasi WNI.

Saya semakin panik dengan keadaan ini. Tapi saya ambil inisiatif untuk menelepon Kemenlu di Jakarta. Pihak Kemenlu menyatakan bahwa tentang kondisi Libya masih dirapatkan sore itu. Dan akan ada pemberitahuan resmi melaluii website Kemenlu.

Lalu saya juga menelepon KBRI Libya, walaupun susah, saya mencobanya beberapa kali dan akhirnya bisa tersambung. Staf KBRI menyatakan bahwa belum ada rencana untuk mengevakuasi WNI di Libya karena kondisi di Tripoli masih sangat kondusif dan aman. Berita-berita itu sangat berlebihan, kata staf KBRI tersebut, yang rusuh itu di Benghazi. Kami akan melakukan tindakan segera jika keadaan semakin tidak kondusif.

Ini cerita suami saya di Facebooknya :

Keadaan tripoli aman & lancar. Berita TV yg bikin panas. Gak ada demo protes sama sekali sejak gejolak minggu lalu. Kalo ada di tv itu bohong, yg banyak itu demo dan konvoi supporter kadhafi di jalan2. Kasusnya beda sama di Benghazi minggu lalu. awalnya demo kecil hari rabu, karena katanya ada jatuh 2 korban (benar apa nggaknya blm pasti), besoknya (Kamis) ada demo besar yg ditembaki. Banyak korban. Jum'at demo makin besar tak terkendali. Sabtu tentara meninggalkan kota Benghazi. sebagian mbelot ke massa.
Situasi tak terkendali memang ada di bagian timur Libya, tentara akhirnya membiarkan setelah terjadi korban ratusan. situasi Tripoli benar terbalik, demonstran anti leader hampir gak ada. Yang dominan demo dan konvoi para pendukung. Kata media: Tripoli dibombardir... ngarang banget. Yang ada: pesawat dikirim ke bag timur untuk menghacurkan gudang2 senjata disekitar kota2 yg ditinggal tentara. Bukan ngebom demonstran.

Membaca itu saya bisa sedikit tenang dan tidak lagi terpengaruh dengan berita-berita. Saya hanya update kabar dari suami lewat facebooknya (yang kadang bisa kadang tidak karena mungkin diblokir)


Rabu, 23 Februari 2011


Dia mengabarkan bahwa karyawan perusahaan tempatnya bekerja (terutama ekspatriat) akan dievakuasi menuju Malta melalui laut karena evakuasi melalui udara tidak memungkinkan lagi. Bandara penuh dengan orang-orang yang akan eksodus. 

Ini ceritanya lagi :

Senin pagi suasana jalanan sepi dan tegang. kantor2 sepi, jemputan kantorku yg biasaya ngantar ke base gak dtg. inilah waktunya tv asing beritanya macam2 katanya Tripoli di bom tiap 20 menit. Bohongnya parah. satu pun suara pesawa...t tempur gak ada. yg nampak ada helikopter patroli melintas, itupun satu kali saja.

Nggak ada korban jiwa di tripoli, kata kawan2 ada keributan di kota kecil dekat tripoli sampai ada korban jiwa. situasi senin-selasa sepi. Gak ada demo maupun konvoi pendukung lagi. Selasa sore, Kadhafi pidato berapi2 di TV, marah atas perkembangan terakhir. Minta masyarakat keluar kembali.

Malamnya jalan2 kembali ramai. kembang api mulai menghiasi suasana malam seperti biasa. Konvoi2 pendukung Kadhafi rame lagi, ngumpul di alun2 kota, ada ribuan org. selanjutnya rabu, suasana lbh cair sampai aku siangnya menuju pelabuhan menghindari situasi memburuk. Mengingat situasi di timur Libya tak terkendali.

Kamis, 24 Februari 2011

Saat saya posting tulisan ini, dia masih berada dalam ferry yang akan mengevakuasinya menuju Malta. Belum bisa berlayar karena cuaca yang kurang baik, angin dan ombak yang tidak bersahabat. Rencananya setelah sampai di Malta, akan ada pesawat yang membawa ke Roma atau Perancis dilanjutkan ke negara masing-masing.

Ini pesannya:
Di dalam kapal ferry, di pelabuhan Tripoli. angin bertiup kencang, ombak cukup tinggi. keberangkatan terpaksa ditunda sampai cuaca membaik. Malam sudah larut, mudah2an bisa tidur nyenyak. dalam kapal cukup nyaman. Ada 8 orang indonesia diantara 300 lbh karyawan beserta keluarga.

Saya membaca di salah satu media online, KBRI di Libya akan mempersiapkan proses evakuasi WNI dari sana melihat perkembangan situasi Tripoli. Dan mungkin agak mengalami kesulitan terutama jika evakuasi melalui udara karena kondisinya tidak seperti Mesir kemarin.

Adanya harapan untuk kembali ke Tripoli atau tidak, tergantung perkembangan situasi keamanan di Libya. Harapannya semoga ini segera berlalu. Semoga Ghadafi bisa mengatasi masalah di negerinya dengan bijaksana. Semoga.....


Pekanbaru, 24 Februari 2011






Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy