Oct 10, 2011

Advertisement

Eksotika Alexandria (part 1)

Advertisement






Alexandria atau Iskandariyah adalah kota terbesar ke dua setelah Kairo di Mesir. Berada 208 km barat laut Kairo yang membentang 32 km sepanjang laut Mediterania. Kota ini didirikan oleh Alexandre the Great pada 331 SM dan hampir seribu tahun menjadi ibukota Mesir sampai ditaklukannya Alexandria oleh Amr Bin Ash pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab tahun 461 Masehi. Dan sejak akhir abad 19 kota eksotis ini menjadi pusat utama industri pelayaran internasional dan menjadi salah satu pusat perdagangan paling penting di dunia.

Keindahan kota di sepanjang pantai laut Mediterania ini memang pernah saya baca dan saya lihat lewat google earth hehehe… Saya akhirnya berkesempatan mengunjungi kota ini awal Oktober kemarin saat libur long weekend. Dari awal saya dan keluarga ingin berkelana keliling Alexandria backpackeran aja selama 3 hari.

Pergi ke Alexandria dari Kairo menggunakan kereta api membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Tiket kereta api sudah kami pesan 2 hari sebelumnya. Relatif murah sih… hanya 19 pound (sekitar Rp. 28.000) untuk kelas 2 AC. Berangkat dari Ma’adi naik metro di stasiun Sakanat Ma’adi turun di stasiun Syuhada membutuhkan waktu sekitar 45 menit dan hanya bayar 1 pound saja… 

Dari metro Syuhada naik ke stasiun Ramsis untuk naik kereta api ke Alexandria. Stasiun Ramsis terlihat kacau dan tidak tertib karena sedang di renovasi. Tidak jelas keterangan nomor kereta dan informasi tentang keberangkatan.

Di sinilah kisah backpacker itu berawal…. kami bertujuh salah naik kereta karena informasi yang minim dan cenderung kacau. Kereta yang kami naiki adalah kereta yang mestinya berangkat sebelum kereta kami. Informasi nomor kereta yang kami dapatkan ternyata tidak cocok dengan nomor kereta yang tertera pada tiket kami. Menyadari kesalahan itu, kami segera dengan cepat turun kereta, tapi apa daya… tiba-tiba kereta berjalan. 

Panik sudah pasti tapi gimana lagi, mau lompat keluar pintu kereta sudah tertutup dan kereta sudah berjalan cepat, tidak berhenti sama sekali hingga Alexandria. Alhasil berdirilah kami di sambungan kereta sepanjang 2,5 jam perjalanan Kairo-Alexandria, lumayanlahhhh…. Untung saja petugas tidak meminta tambahan ongkos karena kami naik kereta kelas 1 hehehe…

Duduk di sambungan kereta bersama ibu tua yang tampak kelelehan ini :)


Pemandangan sepanjang perjalanan kereta Kairo-Alexandria ternyata seperti pemandangan Indonesia. Banyak sawah, kebun tebu, pohon-pohon, rumah penduduk yang bukan apartemen, jadi sayapun tidak merasa berada di daratan Afrika. Ini salah satu berkah sungai Nil, tanah di sekitarnya menjadi subur. Ini juga yang menjadi salah satu sebab mengapa peradaban manusia tertua ada di sepanjang sungai Nil ini.

Capek berdiri di sepanjang perjalanan tapi sedikit terobati dengan pemandangan yang mirip Indonesia itu. Berasa mudik lebaran ke Banyuwangi naik kereta api Mutiara Timur . Karena judulnya backpacker, untuk itu kami tidak menginap di hotel tapi di apartemen yang harganya lebih murah di bandingkan sewa hotel. Sewa apartemen waktu itu 300 LE/hari untuk 2 kamar. Kondisinya, bolehlah untuk istirahat dengan nyenyak. Lokasinya juga lumayan strategis dekat Muntaza, salah satu tempat terkenal di Alexandria.









Malam hari setelah sorenya beristirahat kami keliling dengan bis dari Muntaza ke Qaitbay Citadel menyusuri pantai sepanjang sekitar 32 km hanya dengan membayar 3 pound saja. Melewati Stanley Bridge yang cantik, Maktabah yang megah, dan bangunan-bangunan hotel di sepanjang pantai dengan lampu-lampunya yang menarik. Benar-benar kota yang indah yang romantis..



Stanley Bridge

Tiba di Qaitbay Citadel, sedikit kecewa karena tidak ada lampu-lampu yang membuat bangunan itu tampak cantik saat malam hari. Gelap dan banyak pedagang kaki 5 di sepanjang jalan menuju pintu masuk Qaitbay, lumayan kotor juga. Qaitbay Citadel memang hanya buka siang sampai sore saja jadi kami tidak masuk ke dalam. Hanya bisa menikmati Qaitbay dari luar tapi akan masuk ke dalamnya esok hari.

Karena sudah terlalu malam, kami tidak mampir ke tempat-tempat yang sudah kami rencanakan sebelumnya sejak dari Kairo. Hanya makan malam dan menyusuri Stanley Bridge sambil menikmati dinginnya Alexandria di awal musim dingin ini.

Oh iya… kemacetan di Alexandria ternyata sama dengan di Kairo. Terutama saat menjelang weekend Kamis malam. Harus piawai dan ekstra hati-hati jika menyeberang jalan karena gaya mengemudi mobil di Alexandria atau Mesir umumnya ngawur dan suka ngebut.

Nanti di bagian 2 akan saya ceritakan lagi kunjungan kami ke tempat-tempat menarik dan indah di Alexandria. Salam…


Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy