Apr 17, 2013

Advertisement

2 Winter & 2 Summer

Advertisement


Tidak terasa sudah 2 winter saya lalui di sini sebentar lagi sudah akan melalui 2 spring dan 2 summer juga. Itu artinya sudah hampir 2 tahun saya berada di negerinya para nabi ini.

Sebelum hijrah ke Kairo, saya pikir Kairo itu cuma punya 1 musim saja (ketahuan kalo nggak pernah baca geografi hehe..) seperti halnya tipikal negeri Afrika yang panas dan tandus. Mesir kan termasuk negara di benua Afrika jadi wajarlah saya berasumsi seperti itu. Saya nggak pernah mikir kalau di Mesir itu ada musim dingin juga walaupun tak sedingin winter di Eropa.


Corniche Nil Maadi (dekat rumah)


Pertama kali menginjakkan kaki di Kairo, bulan Agustus pas panas-panasnya. Suhu udara waktu itu sekitar 38 - 40º celcius kebetulan bulan puasa. Biarpun panasnya nggak ketulungan tapi saya heran koq baju saya nggak basah ya?? Biasanya kalo kepanasan baju suka berbau aneh gitu :D.. *ngaku. Ini kan gara-gara kelembaban di Mesir tipis banget makanya tubuh tidak memproduksi keringat.

Ternyata beberapa bulan kemudian suhu udara jadi berubah sejuk lalu kemudian dingin. Dinginnya malah sampai 7º celcius gitu bbbbrrrrr. Untuk orang dari benua tropis seperti saya ini suhu terdingin yang pernah dirasakan hanya sekitar 18º celcius (suhu minimal AC) jadi ketika tiba musim dingin dg suhu dibawah 10º jadi mirip buntelan karung apalagi kalo malam hari karena pakai bajunya rangkap 3 plus selimut rangkap 2 hehehe...

Kalau salju, tahun lalu pernah sempat mampir di Alexandria tumben banget itu. Sayang nggak mampir ke Kairo padahal pengen banget foto-foto pake background salju *halaaahh :D.. Nah, kalo pengen ngerasain salju di Mesir, bisa naik ke gunung Sinai dijamin bakalan bisa berfoto ria di atas salju. Cuma sayangnya harus naik-naik ke puncak gunung dulu baru bisa bermain salju. Enggak dulu deh.. nunggu ada tiket gratis ke Eropa hahaha.. *ngarep.

Walaupun curah hujan sangat minim di Mesir tahun ini hujan cukup sering turun dan lama. Turunnya hujan di Mesir terjadi saat musim dingin. Tapi kalo pas turun hujan walaupun cuma sebentar, bisa dipastikan jalanan Kairo akan tergenang air dan bikin macet. Turunnya hujan di Kairo membuat rindu tanah air jadi sedikit terobati. Bau tanah basah itu lho yang ngangenin.

Hujan dari balik jendela kamar


Musim yang paling saya suka adalah musim diantara 2 musim.. apaan sih bikin bingung hehe.. Musim semi kalo kata orang Eropa yang berada diantara musim dingin dan musim panas. Kalo musim seminya Eropa itu ditandai munculnya bunga warna warni, begitupun di Mesir walaupun tak sebanyak di Eropa tapi cukup berwarna juga, misalnya saja di Azhar Park. Saat musim semi seperti saat ini Azhar Park jadi lebih meriah karena warna warni bunga. Kenapa saya suka musim semi? Karena suhu udaranya lebih mirip suhu udara tropis, sejuk dan sedikit lembab.



Berlalunya musim dingin yang akan berganti musim panas Juni nanti ditandai juga dengan hujan debu atau pasir. Kalau sudah angin kencang disertai pasir gurun, siap-siap masker dan kacamata kalau keluar rumah. Kalau sudah muncul hujan atau badai pasir maka seluruh kota akan berubah menjadi berwarna kuning. Seperti efek sephia dalam fotografi itu lho. Pertama kali lihat fenomena itu agak takjub juga, gimana nggak takjub suasana di luar rumah jadi mirip suasana di film-film tahun 40-an gitu.


Foto tanpa proses editing kecuali watermark & resize

Perubahan musim di Mesir juga bisa ditandai dengan munculnya buah-buahan tertentu. Misalnya nih kalo dijalan udah banyak orang jualan strawberry dan jeruk berarti udah masuk musim dingin. Kalau sudah mulai ada buah-buahan berair seperti melon dan semangka itu tandanya musim panas akan tiba. Nah, kalau buah mangga, delima dan anggur sudah membanjir maka itu tandanya puncak musim panas telah tiba.

Mesir memang negeri yang unik. Seneng banget bisa tinggal dan merasakan minum air purba, air sungai Nil yang sudah jadi sumber kehidupan sejak ribuan tahun lalu. Sampai sekarang sumber air bersih satu-satunya ya dari sungai Nil itu. Mitosnya nih, kalau sudah pernah minum air sungai Nil suatu saat nanti akan kembali lagi ke sini. Dan nggak tau kenapa saya emang betah tinggal di sini.

Ya sudah sekilas cerita saya tentang Mesir. Lain kali saya akan cerita tentang hal lain yang menarik dari negeri seribu menara ini..

Advertisement

9 comments:

Lisa Tjut Ali said...

cantik sekali ya pemandangan di Corniche Nil Maadi

hana sugiharti said...

kalau ada duren itu musim apa mak? hihihihi

Ellys Utami said...

Iya mak Lisa.... Nil emang gak ada duanya *yakiyalah... :D

Sungai Nil itu nggak pernah kering padahal sumbernya nun jauh di Tanzania sana pokoknya mengalir sampe jauh... lho koq kayak bengawan solo ya hihihii....

Ellys Utami said...

Kalo ada duren ya musim kawin mak.... hahaha.. laris manis soalnya :D

Riski Fitriasari said...

keren sekali ya ada hujan debu, trus ga keringetan walaupun panas, wah suami saya mungkin seneng kalo kayak gitu..

Ellys Utami said...

Kelembaban di Mesir minim banget mak.... jadi nggak keringetan biarpun panas. Tapi akibatnya curah hujannya maksimal 5 kali setahun.. hiks..

Makasih mak sudah mampir ke blog saya... :)

keke naima said...

liat foto hujan debu jd inget film mission impossible yg ghost protocol :D

Ellys Utami said...

Hihihi... iya kan syutingnya di Dubai kalo nggak salah ya?? Kalo ngeliatnya dari balik kaca gitu seru tapi kalo pas di luar hadehhhh.... nyiksa banget :D

Zulfa said...

Aku lebih suka menyebutnya musim kecepit. Sukanya musim semi itu fotoin bunga bunga yg bermekaran. trus klo kecepit mendekati winter kayak sekarang adalah aroma daun. segerrrr

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy