Apr 22, 2013

Advertisement

Tentang Kereta Keledai yang Masih Eksis di Kairo

Advertisement


Kapankah anda terakhir kali melihat kendaraan tradisional yang ditarik oleh hewan, seperti delman yang ditarik oleh kuda, atau pedati yang ditarik sapi? Delman biasanya untuk angkutan manusia sedangkan pedati biasanya untuk mengangkut barang. Mungkin buat anda yang tinggal di daerah pedesaan, kendaraan-kendaraan itu masih bisa ditemukan walaupun sudah sangat langka. Di desa saya saja sudah tidak ada lagi kendaraan yang ditarik oleh sapi atau kuda seperti itu. Padahal waktu saya SD dulu, pulang pergi ke sekolah masih naik delman hehehe...

Di kota, apalagi kota-kota besar nyaris kita tidak dapat menyaksikan lagi jenis kendaraan tradisional itu. Padatnya kendaraan bermesin otomatis menggusur keberadaan kendaraan tidak bermesin ini. Walaupun delman masih bisa kita lihat dibeberapa tempat wisata, hanya sekedar untuk wisata bukan sebagai alat transportasi atau angkutan barang lagi.

Jaman dulu delman atau pedati adalah alat transportasi yang cukup handal karena mobil atau kendaraan bermesin masih sangat langka jaman itu, baik untuk sarana angkutan manusia maupun barang. Walaupun tidak memakai bahan bakar minyak (BBM) kendaraan ini sangat tidak efisien dalam hal waktu. Waktu tempuh yang lama menyebabkan delman dan pedati hanya tinggal nama. Jangankan delman atau pedati, becak saja sudah tergerus oleh kemajuan jaman. Mungkin anak cucu kita nanti tidak lagi mengetahui bagaimana bentuk delman dan pedati. Coba tanyakan pada mereka, pedati itu apa? Pasti segera mereka klik mesin pencari di internet untuk mengetahui bagaimana bentuk pedati.

Kalau di kota-kota di Indonesia anda sudah tidak lagi bisa melihat kenderaan bertenaga hewan, lain halnya dengan di Kairo, Mesir. Anda akan terheran-heran, karena melihat masih banyak kendaraan bertenaga hewan di kota sebesar Kairo. Ditengah padatnya kendaraan bermotor di Kairo, masih banyak kereta keledai berseliweran di sini. Saya pun heran awalnya, jaman modern gini masih ada yang pakai tenaga keledai untuk kendaraan ya... hehehe..

13311005901812598528
Pedagang buah keliling di kawasan ekspatriat Maadi, Kairo

Biasanya, kendaraan bertenaga keledai atau khimar ini dipakai untuk berdagang. Berjualan sayur, buah atau makanan keliling. Nggak peduli di kawasan kumuh atau mewah, penjual makanan keliling tetap dengan kereta keledainya menjajakan dagangan mereka. Di pasar-pasar bahkan lebih banyak kita saksikan pedagang dengan kereta keledainya ini.

13311006871918111187
Kereta keledai yang bertahan ditengah hilir mudiknya kendaraan bermotor


Unik dan lucu yah... ditengah modernisasi alat transportasi, kereta keledai masih bertahan di ibukota sebuah negara. Mungkin juga ini bisa jadi salah satu alternatif solusi untuk kenaikan BBM yang lagi hangat-hangatnya di Indonesia. Kembali ke jaman dulu lagi, pakai kendaraan tanpa perlu beli BBM, cukup pakai rumput saja dan pakai kaki. Yang jelas kendaraan ini lebih ramah lingkungan hehehehe.... salam

Advertisement

2 comments:

keke naima said...

tapi malah jd pemandangan unik loh, mbak :)

Ellys Utami said...

Pertama kali datang ke Kairo.. agak kaget juga.. di tengah kota koq masih ada pedagang yang lapaknya ditarik sama keledai.. hehehe..

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy