May 6, 2014

Advertisement

Alexandria, The Pearl of The Mediterannian

Advertisement



Kami terjebak di tengah pasar tradisional. Kebetulan sholat Jum'at baru saja usai. Lengkap sudah, keruwetan jalan di tengah pasar hari itu. Orang-orang yang berkendara seenaknya, menyerobot sana sini. Sopir-sopir tramco kerap membunyikan klakson tanpa aturan. Kalau tidak begini bukan Mesir namanya hehehe...

Petunjuk arah juga nyaris tak ditemukan di sini, memaksa kami meraba-raba arah. Papan nama jalan hanya tersisa tiangnya saja. Parah!


"Assalaamu'alaikum.. Thoriq ilal kornish, fein??"  

(Assalaamu'alaikum.. Jalan ke pantai mana ya?)

Beberapa kali kami mengulangi pertanyaan yang sama. Bertanya pada beberapa orang. Lebih dari 10 kali mungkin. Kadang petunjuk yang diberikan malah membuat kami bingung. Beberapa kali harus memutar arah, mencari jalan sesuai petunjuk yang diberikan. Biasa, kalau bertanya pada orang Mesir harus berkali-kali kalau tak ingin semakin tersesat.

Tujuan kami hari itu adalah Alexandria. Walau sudah kali kedua ke sana, kami masih belum paham seluk beluk jalannya. Maklum saja dulu saya keliling kota naik angkutan kota jadi tinggal naik, tidur lalu sampai di tujuan :D


Kota Alexandria dari balkon hotel


Alexandria atau Iskandariyah merupakan kota terbesar kedua di Mesir. Alexander the Great atau Alexander Agung yang berasal dari Macedonia mendirikan kota ini pada 331 tahun sebelum masehi. Pernah menjadi ibukota Mesir selama hampir 1000 tahun. Tatkala berada di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi. Sebelum pindah ke Fustat ketika masuknya Islam ke Mesir.

Letaknya sangat strategis karena berada di delta sungai Nil yang subur sekaligus berada di tepi laut Mediterania yang menjadi jalur perdagangan penting dunia, penghubung benua Eropa dengan Afrika. Sampai-sampai Alexandria dijuluki sebagai "The Pearl of the Mediterannian" (Mutiaranya Mediterania).


Kota romantis ini membentang sepanjang 32 km. Jika kita lihat di peta bentuk pantainya menyerupai huruf W. Di Cekungan sebelah timur merupakan kota modern sedangkan di sebelah barat adalah kota lama (downtown). Maka tak heran banyak bangunan berasitektur Eropa, juga peninggalan Romawi tersebar di daerah ini (diceritakan ditulisan tersendiri nanti).


Pedestrian yang lebar dan nyaman disepanjang pantai

Jalur tram tengah kota


Jarak Kairo ke Alexandria kurang lebih 225 km, menempuh waktu hampir 3 jam. Sebenarnya, ada kereta api yang melayani rute Kairo-Alexandria, tapi kami memilih menyewa mobil dan mengemudikannya sendiri. Karena sudah pernah ke Alexandria naik kereta api. Tarif kereta api cukup murah, kalau tidak naik tarifnya sekitar 20 LE untuk kelas 2.

Ada 2 pilihan jalur dari Kairo menuju Alexandria. Desert road dan agricultural Road. Agriculcural road adalah jalur tradisional (non tol). Untuk jalur Desert road, dikenakan biaya 5 LE. Kedua jalan itu sama-sama mulus dan lebar. Bedanya kalau melalui jalan tradisional, kita akan menemui lebih banyak pemukiman penduduk, ladang gandum dan kendaraan umum. Jadi seringkali harus mengurangi kecepatan kendaraan. Belum lagi "polisi tidur" yang melintang di jalan. Aneh memang, kalau di Indonesia "polisi tidur" biasanya ada di jalan perumahan atau kampung. Tapi di Mesir sini, jangan kaget kalau di jalan raya yang lebar ada "polisi" yang tidur ditengah jalan :D Hanya di Mesir.



Kebun gandum siap panen :D


Setelah hampir 1 jam berputar-putar di tengah pasar mencari jalan keluar menuju corniche, sampai juga kami di tempat yang kami tuju. Langsung menuju ke arah barat, arah menuju benteng Qaitbay. Kami menyewa hotel di daerah sana. Windsor Palace Hotel.

Tak sulit menemukan hotel ini. Berada persis di jalan utama. Bangunannya memang Eropa sekali dan masih terlihat asli. Termasuk liftnya.. keren. Ternyata hotel ini merupakan bangunan tahun 1901. Restorannya berada di lantai paling atas dan sebagian berupa tempat terbuka. Jadi dari sini kita akan dimanjakan dengan pemandangan kota Alexandria termasuk benteng Qaitbay yang tampak jelas.


Jelang musim panas kali ini, suhu di Alexandria relatif lebih sejuk dibanding Kairo. Angin berhembus cukup kencang. Bahkan hari pertama kami di sini disambut dengan guyuran hujan. Brrrr.....


Menikmati keindahan kota sore hari sesampainya di sini, kami mencoba kereta kuda. Mobil terparkir manis karena enggan terjebak macet. Maklum saja di akhir pekan orang-orang Mesir seperti kompak keluar dari rumah mereka. Yah macetlah yang terjadi karena semuanya bawa mobil..


Kuda di sini gagah-gagah lho. Bentuk kereta mirip kereta kuda kerajaan Inggris. Jadi berada di atas kereta itu seperti jadi putri raja hihihi. Jika di jalanan Kairo banyak keledai berlalu lalang, di Alexandria lebih banyak kuda yang seliweran di jalan. Bahkan tidak pernah menemukan keledai di sini. Tarifnya kereta kuda antara 20 - 50 LE tergantung jaraknya. Biasanya jarak terjauh adalah dari Bibliotheca Alexandria ke Qaitbay.


Ada juga bus bertingkat yang jauh lebih murah untuk menyusuri Alexandria dari ujung barat (benteng Qaitbay) ke ujung timur (Montaza) hanya membayar 3 LE saja. Harus sabar menunggu karena hanya ada 2 armada saja, kalau ini sudah kami coba.


Luangkan waktu setidaknya 2 hari untuk menyusuri kota ini. Bahkan 3 hari pun rasanya tidak cukup puas berada di sini. Hembusan angin pantai, harmoni suara ombak dengan suara burung camar akan membuat anda betah berlama-lama menikmatinya. Kota ini akan membuat anda jatuh cinta. Tertarik?


Salah satu hotel di alexandria yang berarsitektur Eropa

Naik kereta kuda ini berasa jadi putri kerajaan Inggris :D



Kota Alexandria dari benteng Qaitbay

Stanley Bridge, salah satu ikon Alexandria



Advertisement

4 comments:

ira said...

Muantep tena, Mbak apik2 fotone...

Lidya - Mama Cal-Vin said...

Subhallah walaupun cuma dari foto terlihat indah apalagi lihat secara langsung

Ellys Utami said...

Hehehe.... suwun mbak Ira. 2 foto paling nduwur iku hasil jepretan kamera hape :D

Ayo mbak rene... ;)

Ellys Utami said...

Mbak Lidya... saya do'akan mbak bisa berkunjung kesini biar bisa lihat langsung indahnya kota Alexandria ini. Aamiinnn... :)

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy