Advertisement
Tiket pesawat pulang sudah kami dapatkan. Walau mengeluarkan dana tambahan sebesar 1600 riyal karena tiket rombongan yang tidak bisa reschedule. Tapi kami lega akhirnya dapat tiket, juga.
Berikutnya, kami harus lapor ke kantor maktab Indonesia untuk menjadwal kepulangan kami ke Kairo.
Kamis 16 Oktober 2014, siang itu selepas sholat dzuhur kami ke sana. Kantor maktab letaknya tak jauh dari masjid Quba. Kami pikir para petugas kantor itu adalah orang Indonesia. Dugaan kami meleset, karena ternyata isinya orang berwajah Arab semua.
Berikutnya, kami harus lapor ke kantor maktab Indonesia untuk menjadwal kepulangan kami ke Kairo.
Kamis 16 Oktober 2014, siang itu selepas sholat dzuhur kami ke sana. Kantor maktab letaknya tak jauh dari masjid Quba. Kami pikir para petugas kantor itu adalah orang Indonesia. Dugaan kami meleset, karena ternyata isinya orang berwajah Arab semua.
Prosedur
pengambilan paspor ternyata juga tidak semudah yang kami kira. Terutama bagi kami yang hanya berdua tanpa rombongan. Panitia haji tidak
akan menyerahkan paspor kita begitu saja, sebelum bisa memastikan bahwa kita akan benar-benar
meninggalkan Saudi.
Setelah
tiket pesawat kami tunjukkan, kurang lebih setengah jam kemudian petugas mengeluarkan sebuah surat. Yang nanti
harus kami serahkan di terminal hijrah Madinah hari Sabtu malam (18/10). Jadwal bus yang tertera dalam surat itu adalah pukul 23.30. Setelah surat itu ditunjukkan baru kemudian kami akan diangkut bus resmi (angkutan haji) menuju
Jeddah. Dan paspor diserahkan pada jamaah.
Sepulang dari kantor itu, tiba-tiba kami
berubah pikiran. Kami tidak pulang dengan bus yang disediakan panitia haji. Agak trauma dengan kejadian pada saat berangkat kemarin. 12 jam di jalan. Karena kalau itu terjadi, maka jadi mepet dengan waktu boarding di bandara.
Ada banyak mobil yang menawarkan angkutan ke Jeddah. Harganya cukup variatif. Ada yang harus sewa satu mobil yang tarifnya sekitar 1000 riyal per mobil. Bisa patungan, sesuai kapasitas mobilnya. Kalau mau sewa untuk berdua pun harganya sama. Jadi hitungannya per mobil. Terlalu mahal buat kami berdua.
Ada yang hitungannya per orang. Ini banyak yang ngetem di depan penginapan kami. Tarifnya sedikit lebih murah, 60 riyal per orang. Mobil yang digunakan biasanya sejenis MPV. Hampir saja pilih ini tapi kami pikir agak kurang nyaman karena tempat duduknya yang sempit. Belum lagi bawaan kami yang tentu akan menyita tempat karena bagasi mobil yang terbatas.
Akhirnya pilihan jatuh pada bus Saptco VIP. Tarifnya 100 riyal per orang. Harganya lebih masuk akal dibanding yang lain. Paling tidak setara dengan pelayanannya. Sebenarnya juga tidak jauh beda dengan tarif bus yang disediakan panitia haji. Saya lihat di stiker rusum yang ditempelkan di paspor, tarif bus Madinah-Jeddah 97,5 riyal. Tapi untuk kondisi bus kenapa jauh beda ya...
Lalu kami menuju kantor Saptco yang berada tak jauh dari masjid Nabawi untuk booking tempat duduk. Namun sayang, kami tidak bisa booking karena mereka tidak menerima bookingan tanpa paspor. Karena bus ini memang bukan angkutan untuk jamaah haji. Sedangkan paspor kami kan masih di kantor maktab. Duh...
Ada banyak mobil yang menawarkan angkutan ke Jeddah. Harganya cukup variatif. Ada yang harus sewa satu mobil yang tarifnya sekitar 1000 riyal per mobil. Bisa patungan, sesuai kapasitas mobilnya. Kalau mau sewa untuk berdua pun harganya sama. Jadi hitungannya per mobil. Terlalu mahal buat kami berdua.
Ada yang hitungannya per orang. Ini banyak yang ngetem di depan penginapan kami. Tarifnya sedikit lebih murah, 60 riyal per orang. Mobil yang digunakan biasanya sejenis MPV. Hampir saja pilih ini tapi kami pikir agak kurang nyaman karena tempat duduknya yang sempit. Belum lagi bawaan kami yang tentu akan menyita tempat karena bagasi mobil yang terbatas.
Akhirnya pilihan jatuh pada bus Saptco VIP. Tarifnya 100 riyal per orang. Harganya lebih masuk akal dibanding yang lain. Paling tidak setara dengan pelayanannya. Sebenarnya juga tidak jauh beda dengan tarif bus yang disediakan panitia haji. Saya lihat di stiker rusum yang ditempelkan di paspor, tarif bus Madinah-Jeddah 97,5 riyal. Tapi untuk kondisi bus kenapa jauh beda ya...
Lalu kami menuju kantor Saptco yang berada tak jauh dari masjid Nabawi untuk booking tempat duduk. Namun sayang, kami tidak bisa booking karena mereka tidak menerima bookingan tanpa paspor. Karena bus ini memang bukan angkutan untuk jamaah haji. Sedangkan paspor kami kan masih di kantor maktab. Duh...
Sabtu siang usai dzuhur, kami kembali kantor maktab Indonesia. Mengutarakan
maksud kami untuk kembali ke Jeddah dengan bus umum, bukan bus khusus jamaah yang sudah disediakan panitia. Alhamdulillah, tanpa urusan yang berbelit-belit ro'is yang baik itu mengabulkan permohonan kami.
Tidak butuh waktu lama (sekitar 30 menit), beliau mengambilkan paspor kami yang
ternyata sudah disetorkan ke terminal hijrah. (12 jam sebelum keberangkatan jamaah, paspor dikumpulkan di terminal hijrah).
Selanjutnya
sang ro'is yang baik itu, mengutus Ahmad, asistennya mengantar kami ke kantor agen bus
Saptco. Sudah dilayani dengan amat ramah, diberi layanan spesial pula hehe...
Sekitar 20 menit kemudian kami tiba di dekat Crown Plaza Hotel, tempat agen Saptco VIP berkantor. Sesampainya di sana, saya menunggu di mobil, sedangkan Ahmad mengantar suami booking tiket bus. Untuk memastikan bahwa jamaah benar-benar meninggalkan Madinah lalu keluar dari Saudi.
Sekitar 20 menit kemudian kami tiba di dekat Crown Plaza Hotel, tempat agen Saptco VIP berkantor. Sesampainya di sana, saya menunggu di mobil, sedangkan Ahmad mengantar suami booking tiket bus. Untuk memastikan bahwa jamaah benar-benar meninggalkan Madinah lalu keluar dari Saudi.
Finally...
Kami berhasil booking tiket
Saptco untuk berangkat Sabtu malam. Paspor yang selama 3 minggu ini tidak bersama kami,
kini kembali lagi. Malam
ini pukul 22.00 waktu Saudi kami harus meninggalkan Madinah. Untuk selanjutnya
terbang menuju Kairo.
Madinah, 18 Oktober 2014
Catatan selanjutnya... Terdampar di Jeddah
Madinah, 18 Oktober 2014
![]() |
| Tiket Saptco akhirnya bisa di booking |
Catatan selanjutnya... Terdampar di Jeddah
Advertisement


1 comments:
Butuh banyak kesabaran kalu pas Haji, ya, mbak.
Post a Comment