Nov 27, 2014

Advertisement

Haji (setengah) Backpacker #3: Pulang

Advertisement


Tiket pesawat pulang sudah kami dapatkan. Walau mengeluarkan dana tambahan sebesar 1600 riyal karena tiket rombongan yang tidak bisa reschedule. Tapi kami lega akhirnya dapat tiket, juga.

Berikutnya, kami harus lapor ke kantor maktab Indonesia untuk menjadwal kepulangan kami ke Kairo. 

Kamis 16 Oktober 2014, siang itu selepas sholat dzuhur kami ke sana. Kantor maktab letaknya tak jauh dari masjid Quba. Kami pikir para petugas kantor itu adalah orang Indonesia. Dugaan kami meleset, karena ternyata isinya orang berwajah Arab semua.



Kantor layanan jamaah haji Indonesia. Tulisan-tulisan di kantor ini hampir semua berbahasa Indonesia.
Tapi pegawainya 100% orang Arab

Prosedur pengambilan paspor ternyata juga tidak semudah yang kami kira. Terutama bagi kami yang hanya berdua tanpa rombongan. Panitia haji tidak akan menyerahkan paspor kita begitu saja, sebelum bisa memastikan bahwa kita akan benar-benar meninggalkan Saudi.

Setelah tiket pesawat kami tunjukkan, kurang lebih setengah jam kemudian petugas mengeluarkan sebuah surat. Yang nanti harus kami serahkan di terminal hijrah Madinah hari Sabtu malam (18/10). Jadwal bus yang tertera dalam surat itu adalah pukul 23.30. Setelah surat itu ditunjukkan baru kemudian kami akan diangkut bus resmi (angkutan haji) menuju Jeddah. Dan paspor diserahkan pada jamaah.

Sepulang dari kantor itu, tiba-tiba kami berubah pikiran. Kami tidak pulang dengan bus yang disediakan panitia haji. Agak trauma dengan kejadian pada saat berangkat kemarin. 12 jam di jalan. Karena kalau itu terjadi, maka jadi mepet dengan waktu boarding di bandara. 

Ada banyak mobil yang menawarkan angkutan ke Jeddah. Harganya cukup variatif. Ada yang harus sewa satu mobil yang tarifnya sekitar 1000 riyal per mobil. Bisa patungan, sesuai kapasitas mobilnya. Kalau mau sewa untuk berdua pun harganya sama. Jadi hitungannya per mobil. Terlalu mahal buat kami berdua.

Ada yang hitungannya per orang. Ini banyak yang ngetem di depan penginapan kami. Tarifnya sedikit lebih murah, 60 riyal per orang. Mobil yang digunakan biasanya sejenis MPV. Hampir saja pilih ini tapi kami pikir agak kurang nyaman karena tempat duduknya yang sempit. Belum lagi bawaan kami yang tentu akan menyita tempat karena bagasi mobil yang terbatas. 

Akhirnya pilihan jatuh pada bus Saptco VIP. Tarifnya 100 riyal per orang. Harganya lebih masuk akal dibanding yang lain. Paling tidak setara dengan pelayanannya. Sebenarnya juga tidak jauh beda dengan tarif bus yang disediakan panitia haji. Saya lihat di stiker rusum yang ditempelkan di paspor, tarif bus Madinah-Jeddah 97,5 riyal. Tapi untuk kondisi bus kenapa jauh beda ya...

Lalu kami menuju kantor Saptco yang berada tak jauh dari masjid Nabawi untuk booking tempat duduk. Namun sayang, kami tidak bisa booking karena mereka tidak menerima bookingan tanpa paspor. Karena bus ini memang bukan angkutan untuk jamaah haji. Sedangkan paspor kami kan masih di kantor maktab. Duh...

Sabtu siang usai dzuhur, kami kembali kantor maktab Indonesia. Mengutarakan maksud kami untuk kembali ke Jeddah dengan bus umum, bukan bus khusus jamaah yang sudah disediakan panitia. Alhamdulillah, tanpa urusan yang berbelit-belit ro'is yang baik itu mengabulkan permohonan kami. Tidak butuh waktu lama (sekitar 30 menit), beliau mengambilkan paspor kami yang ternyata sudah disetorkan ke terminal hijrah. (12 jam sebelum keberangkatan jamaah, paspor dikumpulkan di terminal hijrah).

Selanjutnya sang ro'is yang baik itu, mengutus Ahmad, asistennya mengantar kami ke kantor agen bus Saptco. Sudah dilayani dengan amat ramah, diberi layanan spesial pula hehe... 

Sekitar 20 menit kemudian kami tiba di dekat Crown Plaza Hotel, tempat agen Saptco VIP berkantor. Sesampainya di sana, saya menunggu di mobil, sedangkan Ahmad mengantar suami booking tiket bus. Untuk memastikan bahwa jamaah benar-benar meninggalkan Madinah lalu keluar dari Saudi.

Finally...

Kami berhasil booking tiket Saptco untuk berangkat Sabtu malam. Paspor yang selama 3 minggu ini tidak bersama kami, kini kembali lagi. Malam ini pukul 22.00 waktu Saudi kami harus meninggalkan Madinah. Untuk selanjutnya terbang menuju Kairo.


Madinah, 18 Oktober 2014


Tiket Saptco akhirnya bisa di booking



Catatan selanjutnya... Terdampar di Jeddah

Advertisement

1 comments:

Zulfa said...

Butuh banyak kesabaran kalu pas Haji, ya, mbak.

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy