Nov 30, 2014

Advertisement

Haji (setengah) Backpacker #4 : Terdampar di Jeddah

Advertisement



source

Urusan dokumen berikut "dramanya" berhasil kami lewati. Ada pula hikmahnya, kami jadi tahu bagaimana jalur birokrasi urusan haji yang super njlimet dan ketat ini. Beruntung suami menguasai sedikit bahasa Arab (baca: 'amiyah Mesir) yang ternyata juga cukup membantu urusan itu.

Usai sholat Isya', kami check out dari Al-Khalej Palace, pondokan kami selama di Madinah. Setelah menyerahkan kunci kamar dan menyelesaikan administrasi kami berdua bergegas menuju kantor agen Saptco di Crown Plaza Hotel. Pria Mesir yang melayani pembelian tiket di kantor itu sudah mengingatkan kami untuk stand by sebelum jadwal keberangkatan pukul 22.00. 

Tidak jauh sebenarnya, jalan kaki hanya 15 menit-an. Tapi 2 koper, 2 backpack, ditambah 10 liter air zam-zam cukup membebani langkah kaki kami. Akhirnya kami putuskan untuk menumpang taxi, dengan membayar 10 riyal.

Oh iya, air zam-zam di Madinah ternyata banyak. Harganya pun sama. Jadi sebenarnya nggak perlu susah-susah beli di Mekkah. Kami beli zam-zam di Mekkah untuk antisipasi kalau di Madinah tidak ada. Itu juga atas saran dari Izul, teman mahasiswa kami di Kairo. "Takutnya gelo (nyesel) nggak nemu Zamzam di Madinah, bu" begitu katanya.

Pukul 21.45 setelah menyimpan barang bawaan kami ke dalam bagasi, kami masuk ke dalam bus. Benar-benar berbeda dengan bus yang kami tumpangi waktu berangkat kemarin. Interiornya sangat lapang. Di depan kursi tersedia meja dan di bawahnya terdapat colokan listrik untuk ngecharge. Malam itu tidak banyak kursi yang terisi . Mungkin hanya sekitar 12 orang termasuk kami berdua. Jadi saya bisa selonjoran, karena suami duduk di bangku paling depan. 


Source


Bus ini merupakan bus reguler yang melayani penumpang lokal dan mukimin. Rutenya adalah Mekkah-Madinah, Jeddah-Madinah, Riyadh-Al Khubar, dan Riyadh-Bahrain. Tiketnya juga bisa di pesan online di sini. 

"Dari mana mas?" Tiba-tiba sopir bus yang usianya (mungkin) sebaya saya menyapa suami

"Saya dari Lamongan Jawa Timur, tapi kebetulan tinggal di Kairo, Mesir" Jawab suami.

"Ikut rombongan haji Mesir kalo gitu mas?" Tanyanya lagi.

"Iya kami ikut rombongan jamaah haji Mesir,"jawab suami.

"Saya Agus, dari Jombang mas..."

"Oh ya? Aku Ismail, Jombang endi (mana) mas?

Begitulah, obrolan pun mengalir karena kami sama-sama dari Jawa Timur. 3 orang laki-laki (1 orang lagi sopir cadangan yang berasal dari Jawa Barat) itu asyik ngobrol. Saya sendiri terlelap. Bus ini memang benar-benar nyaman. Perkiraan kami, perjalanan akan memakan waktu 6 jam-an.

Namun ternyata perkiraan itu meleset. Perjalanan Makkah-Madinah yang beberapa hari lalu memakan waktu hingga 12 jam. Ternyata perjalanan dari Madinah menuju Jeddah ini hanya butuh waktu 4 jam saja. Bus Saptco yang disopiri mas Agus yang orang Jombang ini sepertinya pakai tenaga turbo. 

Pukul 02.00 dini hari bus berhenti di sebuah hotel, kami pikir sedang menurunkan penumpang. Kami santai saja duduk di bus dan tidak ikut turun. Tapi koq saya lihat ke belakang, kursinya sudah kosong. 

Lalu saya tanya mas Agus,

"Lho mas ini sudah nyampe ta??"

"Iya mbak ini sudah sampai. Mbak sama Mas Ismail tunggu saja di lobby. Kalau mau jalan-jalan ke kornis tunggu habis subuh aja."

Oalahhh mas, badanku wes remek ngene gak selera mau jalan-jalan ke kornis (ngomong sendiri dalam hati :D ) Kalau mau ke bandara juga kepagian. Pesawat kami berangkatnya jam 14.00 jadi ngapain juga bengong di sana hiks..hiks.. Jadi terbayang kasur empuk. 


"Mas coba tanyain ke resepsionis, berapa tarif nginep di sini. Masa kita duduk-duduk di sini sampai besok siang. Lumayan kan 10 jam nunggu."

Suami lalu mengampiri meja resepsionis. Beberapa saat kemudian ia kembali ke tempat saya duduk.

"Mahal, 500 riyal. Kita kan cuma butuh setengah hari saja. Nggak sampai nginep. Tapi kata dia, ada penginapan murah dekat sini. Sekitar 150-200 riyal tarifnya. Gimana, kita ke sana..?

Bergegas kami keluar dari lobby hotel, menuju penginapan yang ditunjukkan resepsionis itu, Hanya berjarak 200 meter, kami menemukan hotel yang di maksud. Alhamdulillah masih ada kamar kosong. Kamarnya lumayan, setara lah dengan tarifnya yang 150 riyal. Jadilah kami berdua merebahkan diri ditempat ini selama kurang lebih 10 jam sambil menunggu waktu terbang ke Kairo. Lumayanlah daripada keleleran gak jelas.. :D


Jeddah, 19 Oktober 2014


Catatan Selanjutnya...  Jalan Pulang yang Tak Mudah

Advertisement

1 comments:

Zulfa said...

Mbak nggak ngomong jowo karo wong Jombang ? Biasane nek ketemu podod jowone nang Luar negeri, seneng ngomong Jowo an, hehehe

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy