Dec 1, 2015

Advertisement

This is Cairo

Advertisement


Ada berbagai cara menikmati keindahan ibukota negara yang dijuluki negeri seribu menara ini. Kota dimana kuno dan modern berpadu menjadi harmoni yang sempurna. Eksotis kata para turis.

Menyusuri sungai terpanjang di dunia yang membelah kota dengan menyewa felucca, perahu layar khas Mesir. Private ataupun sharing. Jika memilih sharing bareng orang lokal hanya dengan membayar 3 LE saja atau sekitar (5000 rupiah). Sedang kalau mau private sedikit lebih mahal yaitu 60 LE per jam.

Bisa juga mencoba berjalan kaki menyusuri bundaran Tahrir yang bersejarah itu, lalu downtown hingga kawasan tua Hussein. Tak akan terasa capek karena kita disuguhi deretan bangunan ala Eropa di downtown dan tiba di Hussein bertemu bangunan-bangunan berarsitektur Mamluk.

Dan satu lagi dengan menikmatinya dari ketinggian. Kalau Jakarta punya Monas, Kuala Lumpur punya menara Petronas, Dubai punya Burj Khalifah, Cairo juga punya gedung tinggi untuk menikmati panorama kota. Cairo Tower namanya.

Tower setinggi 187 meter ini dibangun tahun 1956. Menjadi bangunan tertinggi di Mesir dan Afrika Utara selama kurun waktu 50 tahun. Sebelum berdiri gedung-gedung tinggi lainnya di Cairo tahun 90an.

Untuk tiket masuk seharga 75 LE cukup sebanding dengan suguhan pemandangan yang ikonik. Dari atas ketinggian 187 meter kita bisa melihat sungai Nil yang melegenda membelah kota dengan deretan hutan beton mengelilinginya.

Waktu terbaik naik ke tower ini adalah sore menjelang senja hingga malam. Mengabadikan matahari yang perlahan tenggelam lalu berganti gemerlap lampu kota. Cantik.

Kalau mau romantic dinner dengan pasangan, ada restaurant di atas tower. Harganya juga cukup reasonable koq. 

Jadi jika ada kesempatan berkunjung ke Cairo, masukkan Cairo tower dalam itinerary selain Pyramid Giza tentu saja.

Inilah Cairo dari puncak Cairo Tower..

Cairo dan sungai Nil-nya

Keruwetan Cairo tertangkap jelas dari tower ini

Hutan beton
Cairo waktu  malam


Cairo Tower
Terakhir, narsis :D

Di publish juga di Detik Travel

Advertisement

6 comments:

bersapedahan said...

liat cairo dari atas .. kayak jakarta ya .... , hanya yang langsung membedakan kalau melihat sungai nil dan perahu2-nya .. kerennn

Ellys Utami said...

Mirip tapi lebih bersih Jakarta kayaknya mas. Macetnya juga lebih parah dari Jakarta. Kalo nyetir juga suka ngawur. Kadang macetnya juga gara-gara ada yang berantem karena mobilnya kesenggol mobil lain hehehe...

Tapi walaupun begitu Mesir memang punya sejuta pesona.... ;)
Thanks ya mas sudah nyasar ke sini.

Cumilebay MazToro said...

Murah yaaa kalo cuman 5000 bisa menyusuri sungai nya

Ellys Utami said...

Makanya buruan ke sini mas.. hehehe...

Molly said...

Biarpun kelihatan ruwet di siang hari tapi Cairo tetap mempesona kalau malam hari ya mba... cantik banget foto-fotonya :D.

Ellys Utami said...

Kata orang, Mesir memang cantik saat malam mbak. Soalnya jalanan dan gedung berhias lampu dan nggak kelihatan klau gedung-gedungnya berdebu hehehe..

Makasih sudah mampir mbak Molly.... Salam kenal :)

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy