Feb 24, 2016

Advertisement

Manial Palace : Ketika Seni Arsitektur Islam Bertemu di Satu Tempat

Advertisement


Menikmati seni arsitektur di Mesir memang tak pernah ada habisnya. Berbagai macam gaya arsitektur bisa kita saksikan. Maklum saja, Mesir pernah berada di bawah kekuasaan beberapa dinasti. Sudah barang tentu setiap dinasti ingin meninggalkan jejaknya di negeri ini. Masjid, istana bahkan komplek pemakaman.

Salah satunya Manial Palace..

Tidak seperti bangunan bersejarah lain di Mesir yang sudah berumur ratusan tahun. Istana Manial atau juga disebut Muhammad Ali Palace ini tergolong baru karena dibangun pada tahun 1901 oleh Pangeran Muhammad Ali Tawfik. Putra dari Khedive Tawfik I, dan merupakan keponakan raja Farouq I.

Pangeran ingin membangun tempat ini bukan hanya sebagai istana tapi juga tempat berkumpulnya seni Islam. Maka tak heran gaya arsitektur dan dekorasi interior istana ini adalah perpaduan gaya arsitektur Rococo dengan beberapa gaya arsitektur Islam seperti Mamluk, Fatimiyah, Ottoman, termasuk Maroko, Andalusia dan Persia.

Istana yang berdiri di atas area seluas 61.711 meter persegi ini berada di pulau Rhoda yang awalnya adalah taman kerajaan. Karena pulau ini terbentuk dari lumpur sungai Nil yang terkenal sangat subur. Di dalamnya ditanam berbagai jenis pohon yang didatangkan dari berbagai belahan dunia seperti pohon beringin, pohon Aras, pohon karet India dan beberapa spesies langka. Taman tersebut dibangun oleh kakek buyut pangeran, Raja Muda Ibrahim Pasha, pada tahun 1829.

Istana Manial yang sempat ditutup selama kurang lebih 10 tahun untuk keperluan restorasi. Dan dibuka kembali pada Maret 2015 ini menyimpan sekitar 350 koleksi karpet langka dari Turki, lampu gantung, keramik dinding dan beberapa koleksi barang antik keluarga kerajaan. Pangeran ingin menjadikan istananya ini sebagai museum. Sehingga pada tahun 1908 beliau mendaftarkannya di Egypt’s Heritage List for Islamic Monuments.

Di dalam kompleks istana Manial ini terdapat beberapa bangunan yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Memasuki gerbang kita akan disambut sebuah ruang berlantai 2 yang disebut Gate House. Yang salah satu ruangannya dinamakan Ceremonies Room. Digunakan untuk menyambut tamu-tamu resmi kerajaan. Tidak jauh dari Gate House, terdapat sebuah menara jam yang dibawahnya terdapat kolam air mancur dengan patung singa. Mengadopsi gaya Maroko dan Andalusia.


Gerbang Istana (bergaya Maroko)   
Ceremonies Room
Ruangan lain dalam Gate House  


Clock Tower bergaya Maroko dan Andalusia


Kolam dan air mancur ini perpaduan Maroko & Andalusia juga sedikit Eropa

Lalu kita akan menemui masjid dengan gaya Mamluk dipadukan dengan gaya Ottoman. Interior masjid dihiasi dengan ornamen-ornamen berwarna emas dan keramik biru khas Turki.






Interior masjid dengan ornamen-ornamen emas dipadukan dengan keramik dinding khas Turki

Selanjutnya kita akan melintasi taman yang rindang penuh pepohonan sebelum menjumpai Residential Palace. Bangunan ini merupakan bangunan utama dan tertua dalam komlpeks istana. Fasadnya tampak sederhana tapi kita akan takjub setelah melihat ke dalamnya. Ada 2 lantai yang terdiri dari 7 ruang di lantai 1 dan 4 ruang di lantai 2 dengan disain interior yang berbeda-beda.

Residence Palace tampak depan

Residential Palace (Main Hall)

Lantai 2 Residential Palace 
Ruang kerja di Residential Palace


Tidak jauh  dari Residential Palace ada Throne Hall sebuah ruang singgasana yang mengadopsi gaya Eropa. Terkesan mewah dengan dominasi warna emas dan merah.

Throne Hall



Tidak jauh dari Throne Hall terdapat Winter Halls, yang jendelanya langsung menghadap sungai Nil. Dindingnya dihiasi keramik-keramik Turki yang indah. Didalamnya terdapat satu ruangan yang dinamakan Aubusson Room, karena seluruh dekorasi ruangan menggunakan kain Aubusson dari Perancis


Jendela yang menghadap langsung sungai Nil

Aubusson Room
Salah satu ruangan di Winter Hall dengan beberapa koleksi keramik dari Cina

Di sebelah barat Winter Hall terdapat sebuah bangunan yang kata penjaga di sana, adalah museum pribadi pangeran, sayangnya waktu saya ke sana sedang tidak dibuka.

Halaman luar museum pribadi pangeran

Ini bagian dalamnya


Untuk bisa masuk ke dalam istana dan menikmati keindahannya, kita harus bayar tiket masuk sebesar 100 LE. Lumayan mahal sih tapi nggak mengecewakan koq. Tempatnya juga cukup terawat dan bersih. Bagi pecinta seni arsitektur dan fotografi, tempat ini wajib dikunjungi. Satu tempat lagi yang lokasinya berdekatan adalah Nilometer. Di pulau Rhoda juga, sekitar 2-3 km dari istana Manial ini.




Advertisement

8 comments:

Emak Pelancong said...

Uapik tenan. Opo maneh interiore residential palace, yo... Koyok nang njero masjid. ira

Ellys Utami said...

Iki fotone mek sebagian mbak Ira.. Nang Residential Palace ono total 11 ruangan yang masing2 ruangnya berbeda disain interiore. Pancene pangeran iki selera tinggi, sugih pisan hihihihi..

Lidya Fitrian said...

arsitekturnya bagus ya mbak, takjub jadi pingin lihat langsung

Ellys Utami said...

Di Mesir banyak banget bangunan yg arsitekturnya indah mbak Lidya.. Ini salah satunya. Yuk mbak tak tunggu kunjungannya ke Cairo, nanti aku jadi guide-nya deh.. :)

Ellys Utami said...

Di Mesir banyak banget bangunan yg arsitekturnya indah mbak Lidya.. Ini salah satunya. Yuk mbak tak tunggu kunjungannya ke Cairo, nanti aku jadi guide-nya deh.. :)

bersapedahan said...

detilnya mengagumkan .... bener2 indah, setiap sudut menjadi tempat yang menarik. foto2 disini akan selalu terlihat indah ... wajar juga kalau tiket masuknya lumayan mahal ... sangat sebandinng dengan keinndahannya

Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Lusi said...

Arsitektur jaman dulu itu benar2 seperti dinikmati pengerjaannya. Arsitektur jaman sekrg harus berkompromi dg budget dan gaya hidup yg makin instan & kilat.

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy