Nov 13, 2011

Advertisement

Belajar Sejarah di Egyptian Museum, Kairo

Advertisement


Egyptian Museum


Pelajaran sejarah buat saya dulu adalah momok. Apalagi sejarah tentang awal peradaban manusia, jaman batu, jaman logam..... ugghh tau deh jaman apaan lagi. Pelajaran yang membosankan menurut saya, bikin ngantuk. Setiap kali guru menerangkan, entah kemana pikiran saya melayang-layang waktu itu, hehehe... Saat saya menjadi ibu, ketika anak-anak menanyakan tentang PR pelajaran sejarah, saya tinggal menyuruh mereka mencarinya di internet, gampang kan?

Berkunjung ke museum? Ahh.. tidak pernah terlintas dalam pikiran saya. Soalnya yang ada di otak saya museum itu tempat yang kusam, redup, berdebu, jelek, barang-barangnya nggak terawat, lalu apa menariknya berkunjung ke sana?? Mendingan pergi ke mall bisa lihat yang bagus-bagus, atau pergi ke pantai buat berenang, atau tempat lain yang lebih menyenangkan dibandingkan museum.

Tapi kemarin, saat saya berkunjung ke Egyptian Museum di Kairo, pikiran saya berubah.. pelajaran sejarah terasa begitu menyenangkan. Melihat benda-benda dari jaman 3.000 tahun sebelum masehi rasanya seperti memasuki mesin waktu. Takjub!! Karena benda-benda yang umurnya ribuan tahun itu masih terawat dan relatif utuh. Dari perahu kayu sampai patung-patung batu masih ada. Bahkan mummy Fir'aun yang tenggelam saat mengejar nabi Musa dapat kita saksikan di museum ini.

Perhiasan emas dan perak, topeng dan peti raja Tutankhamun yang terbuat lebih dari 1 ton emas solid, semuanya benar-benar masih terawat dan tersimpan rapi. Di museum ini saya baru tahu bahwa raja Tutankhamun adalah fir'aun (raja) termuda yang pernah berkuasa di Mesir. Berkuasa pada usia 9 tahun dan meninggal pada umur 18 tahun. Memerintah dari tahun 1339 sampai 1347 SM. 

Benda-benda yang banyak dipamerkan di museum ini kebanyakan adalah benda-benda peninggalan raja Tutankhamun ini, karena makam Tutankhamun adalah satu-satunya makam raja-raja yang tidak pernah dijarah selama berabad-abad. Ada sekitar 5.000 benda termasuk perhiasan dan ukiran emas. Makam Tutankhamun ditemukan oleh arkeolog Inggris, Howard Carter pada tahun 1922.

Benda-benda itu membuat saya dapat membayangkan betapa majunya peradaban manusia waktu itu. Bagaimana tidak, jaman 3.500 tahun lalu mereka sudah canggih mengukir, membuat keramik, alat-alat dari besi dan membuat perhiasan emas. Bukan hanya itu, pyramid adalah salah satu bukti kemajuan teknologi dibidang arsitektur.

Mesir memang merupakan salah satu tempat  peradaban manusia bermula selain Mesopotamia dan Babilonia di Irak. Delta Nil yang subur salah satu yang menjadi penyebab mengapa Mesir menjadi salah satu tempat peradaban manusia sejak lebih dari 3.500 SM lalu.

Sayangnya kita tidak boleh membawa kamera masuk ke dalam Museum. Jadi nggak bisa foto-foto di dalam deh... Tiket masuk museum 60 EGP untuk umum dan pelajar 30 EGP. Untuk melihat mummy-mummy Fir'aun kita harus membayar lagi sebesar 100 EGP karena mummy-nya disimpan dalam ruangan khusus. Museum terdiri dari 2 lantai, lantai 1 dibagi menjadi beberapa area, Mesir jaman kerajaan lama, kerajaan menengah, dan kerajaan baru. Sedangkan lantai 2 adalah tempat perhiasan, lukisan, dan mummy.

Ternyata museum adalah tempat yang membuat saya tahu tentang banyak hal, terutama sejarah Mesir kuno. Membuat saya tidak lagi alergi terhadap sejarah. Tempatnya yang nyaman, jauh dari kesan kusam dan benda-benda koleksinya yang terawat membuat kita nggak bosan berada di dalamnya. Hmmm... tapi percaya atau tidak saya belum pernah masuk museum di Indonesia lho... hehehe..



Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy