Nov 6, 2014

Advertisement

Catatan Haji #3 : Tersesat di Mina

Advertisement



Apa yang anda lakukan jika bepergian ke suatu tempat yang belum anda kenal dan anda tidak ingin tersesat di sana? Solusinya tentu saja pakai peta atau GPS. 

Biasanya, sebelum traveling saya dan suami selalu membaca buku atau blog tentang tempat-tempat menarik yang ada di tempat tujuan. Mempermudah kami menyusun itenerary. Setelah sampai di sana, baru kemudian kami cari peta. Biasanya ada di pusat informasi bandara atau di hotel tempat menginap. Ini untuk mempermudah perjalanan yang sudah disusun. 

Membaca peta, menjadi tugas suami karena dia yang punya kemampuan untuk itu. Hanya butuh beberapa saat saja mempelajarinya, dia langsung tahu dengan tepat di mana tempat yang jadi tujuan kami itu. Dengan mudah menentukan arah, utara, selatan, barat, timur. Akurat dan nyaris tak pernah tersesat.

Namun kali ini berbeda dari biasanya. Kami memiliki peta kota Mekkah dan Madinah sejak 2 tahun lalu. Suami mendapatkannya dari stand Saudi Arabia yang menjadi salah satu peserta Cairo Book Fair. Sebuah acara pameran buku tahunan di Mesir.

"Untuk dipelajari, biar nggak nyasar kalau kita ke sana nanti..."begitu katanya

Peta yang disimpan sejak 2 tahun lalu itu memang cukup membantu kami saat haji kemarin. Namun, peta yang sudah dipelajari tak lantas menjamin kami tidak tersesat di sana hehehe..

Hal ini terjadi ketika kami mencari tenda maktab di Mina pada hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) 1 hari sebelum wukuf.

Jika jamaah haji Indonesia selalu didampingi oleh ketua rombongan dengan koordinasi yang sudah diatur sejak di tanah air. Dan kemana-mana diangkut dengan bus. 

Berbeda dengan rombongan kami. Sejak tiba di apartemen, kami nge-geng sendiri-sendiri. Biasanya kami berkelompok sesuai lokasi kamar karena lebih mudah untuk koordinasi dan komunikasinya.

Tapi pada pagi hari itu, rombongan kami berencana berangkat ke Mina dalam kelompok besar. Kami akan berjalan kaki bersama menuju Mina. Sesuai briefing yang diberikan ustadz Erwin sebagai ketua rombongan pada malam sebelum berangkat. Karena jarak dari Aziziyah ke Mina tidak sejauh ke Masjidil Haram. Mungkin hanya sekitar 20 menit jalan kaki untuk masuk ke Mina.

Setelah berkumpul, sekitar pukul 9.00 pagi itu kami berangkat. Semuanya berpakaian ihram. Wah, ternyata yang jalan kaki bukan hanya rombongan kami. Ratusan jamaah haji terlihat berjalan berkelompok memenuhi jalan raya. Tapi sayangnya baru beberapa meter berjalan, rombongan kami terpisah. Karena saya dan beberapa orang lainnya berhenti untuk beli pulsa. Dari sinilah rombongan kami buyar, terpisah menjadi entah berapa kelompok. Yang jelas, saya hanya bertemu dengan sekitar 12 orang saja. Sedangkan ustadz Erwin tidak termasuk dalam 12 orang ini.

Kami terus bertahan agar 12 orang ini tetap solid berkelompok. Karena kami semua tidak ada yang tahu posisi tenda. Menurut gelang maktab yang kami pakai, tenda kami ada di zone 6. Umumnya, area tenda di Mina ini ditandai oleh bendera masing-masing negara. Jadi akan lebih mudah ditemukan. Sedangkan di maktab kami ini kan jamaah mandiri yang asal negaranya campuran jadi tidak mungkin tendanya ditandai dengan bendera negara. Di rombongan kami saja ada beberapa orang dari Malaysia, China bahkan sepasang suami Istri berasal dari Perancis.

Berbekal peta yang dibawa suami, kami menyusuri area tenda di Mina. Papan-papan peta besar juga ada setiap 10 meter tapi kami tetap saja gagal paham alias bingung hehehe...

Bertanya pada polisi atau petugas yang berjaga di sana juga tidak ada gunanya. Mereka hanya geleng-geleng saja kalau di tanya. Mereka saja nggak tahu apalagi kami hahaha...



Cuaca siang itu cukup terik. Untunglah kran-kran air minum banyak disediakan di sepanjang jalan yang kami lewati. Setelah 1 jam berjalan kaki, tenda belum berhasil ditemukan.

"Ahaaa! Kita sudah dekat. Ini ada tulisan zone 5.." seru salah seorang dari kami. Tapi kembali harus menelan kekecewaan karena ternyata zone 5 setelah dilihat di papan peta, lokasinya jauh dari zone 6.

Kami terus saja berjalan. Sudah hampir 2 jam tenda tak juga kami temukan. Tatkala melihat bendera Indonesia, beberapa orang spontan kegirangan...  

"Wah ini Surabaya nih yuk mampir aja ke sini..." 


"Ini Depok nih...kita berhenti aja di sini."


"Heiii...ini tenda Kalsel asiiiikkkk.. minta minum yukkk.."


Hehehe.... semua dalam rangka menghibur diri karena belum juga bisa menemukan tenda 179. Sempat bertanya pada petugas haji Indonesia. Sayangnya mereka juga tidak tahu lokasi tenda kami.


"Coba deh telpon Dessy, Cha?" Ujar saya pada Icha. Dessy adalah teman sekamar Icha tapi berada terpisah dari rombongan kami.


"Dessy bilang udah nyampe. Tendanya ada di atas bukit..." kata Icha.


Hahhh!! Di atas bukit itu??? Yaa Allah.. masih jauh euyyy. Harus naik pula... "timpal saya


"Udah yuuukk semangat. Dzuhur kita harus sudah sampai di tenda untuk sholat di sana. Sudah dekat koq.." beberapa dari rombongan pria menyemangati kami para wanita. Ransel yang berisi baju ganti dan bekal makanan cukup membuat kami ngos-ngosan. Entah berapa kali botol-botol minum kami diisi ulang.

Karena berada di atas bukit, kaki yang sudah lelah ini rasanya semakin berat untuk diajak melangkah. Tapi melihat lokasi sudah berada di depan mata, kami kembali semangat. Tidak lain untuk segera merebahkan diri.

Setelah 3 jam berjalan kaki, akhirnya kami tiba juga di tenda. Bergegas mencari tenda kosong. Tapi semua tenda sudah terisi penuh. Ya sudahlah asal ada sedikit ruang kosong untuk istirahat. Kami pun bergabung dengan jamaah haji asal Yaman dan Jordan.

Hari ini menjadi bagian dari cerita perjalanan haji yang tak terlupakan. Lelah tapi sungguh sangat nikmat. Ikut merasakan bagaimana Rasulullah dulu juga melakukan perjalanan ini dengan berjalan kaki.


 Berada diantara gadis-gadis jadi gak berasa kalo sudah emak-emak hihihihi....
Foto sebelum berangkat. Terlihat masih segar bersemangat :D

Perjalanan menuju Mina. Bukit yang tampak itu adalah bukit Mina. Bukit yang ditembus oleh terowongan itu yang menghubungkan distrik Aziziyah dengan Mina

Istirahat dekat maktab Indonesia. Sayang nggak ada penghuninya, padahal mau minta makan hehehe..


Tenda-tenda di Mina dilihat dari lokasi maktab 179 tempat tenda kami berada. 

_________

Tarwiyah merupakan ibadah sunnah dalam rangkaian ibadah haji. Dulu, dalam perjalanannya menuju Arafah, Rasulullah beristirahat di Mina untuk melepas dahaga. Untuk kemudian keesokan harinya setelah sholat Subuh berangkat lagi menuju Arafah.



Catatan Selanjutnya...  Perjalanan Menuju Arafah


Advertisement

0 comments:

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy