Nov 10, 2014

Advertisement

Catatan Haji #4 : Perjalanan Menuju Arafah

Advertisement


Mina, 8 Dzuhijjah 1435 H  
(2 Oktober 2014)

Setelah 11 jam berdiam di tenda Mina, kini saatnya bergerak menuju Arafah. Bersiap untuk wukuf. 


"Kalau memilih naik bus ke Arafah, sebaiknya kita segera berangkat malam ini. Karena kalau tidak, kita akan terjebak macet. Kalau memilih untuk jalan kaki, kita akan berangkat besok setelah subuh." Suami menelpon beberapa saat usai sholat Isya'. 

"Kamu mau jalan atau naik bus??" sambungnya

"Aku sih terserah. Kalau mau jalan kaki aku juga siap" jawab saya

"Tapi, sepertinya kita harus menghemat tenaga, karena kita berencana untuk jalan kaki besok setelah wukuf dari Arafah menuju muzdalifah.." Kata suami lagi.

Sebagian dari rombongan kami, memilih naik bus. Namun beberapa yang lain memilih jalan kaki. Di tenda wanita ada 5 orang yang memilih jalan jadi mereka akan menginap di Mina sampai subuh. Untuk diketahui, jarak dari Mina ke Arafah kurang lebih sekitar 14,5 km. Menurut cerita orang-orang, jika kita bergerak dengan bus ke Arafah lewat tengah malam, waktu tempuh ke Arafah bisa berjam-jam. Bahkan bisa lebih lama dibanding jalan kaki. Bisa dibayangkan, jika jutaan manusia bergerak ke satu titik dalam satu waktu. Jamaah Indonesia bahkan hampir semua langsung menuju Arafah tanpa berhenti di Mina. Hal ini mungkin untuk menghindari kemacetan parah di jalan. 

Segera saya mengemasi barang-barang ke dalam backpack. Bergegas menunggu bus. bersama anggota rombongan lainnya. Suami sudah berpesan pada saya, 
"Kalau nanti bus mengutamakan jamaah wanita, kamu berangkat dulu sama anak-anak (teman-teman mahasiswa). Sepertinya busnya juga terbatas, jadi harus rebutan."

Sudah banyak jamaah yang menunggu. Sekitar 1 jam kemudian, satu bus datang. Benar saja, puluhan orang dari maktab 179 yang sedang menunggu, berdiri dan berlarian menuju bus. Kami sadar diri, tidak ikut berdesakan bersama orang-orang Arab berbadan besar. Lebih baik menunggu bus berikutnya. Dan Alhamdulillah di bus berikutnya kami terangkut, semuanya wanita. Hanya ada beberapa laki-laki yang berhasil menyelinap masuk dalam bis "khusus wanita" ini, namun tidak termasuk suami saya. Dia terpaksa menunggu bus berikutnya.


Arafah, 9 Dzulhijah 1435 H


Tidak sampai tengah malam kami sudah sampai di tenda Arafah. Ternyata hanya butuh waktu 1 jam saja. Karena belum banyak jamaah yang bergerak. Sepanjang perjalanan, kami melihat kelompok-kelompok kecil jamaah yang berjalan kaki. Salut..


Kami, rombongan jamaah wanita segera mencari tenda. Karena masih gelap, kami tidak bisa melihat dengan jelas kondisi tenda. Seorang teman menyarankan untuk mencari tenda yang berada di bawah pohon, agar saat wukuf esok siang kondisi tenda tidak terlalu panas. Dapat juga akhirnya, tenda di bawah pohon dan tidak jauh dari toilet hehehe...


Malam itu, alhamdulillah tidur kami nyenyak hingga menjelang subuh. Ninik (salah seorang teman satu rombongan) memberitahu, bahwa saat saya tidur semalam, suami mencari saya untuk mengabarkan bahwa dia dan rombongan pria sudah sampai di Arafah. Rombongan kami yang berjalan kaki dari Mina, baru sampai di tenda Arafah pukul 10.00. mereka berangkat dari Mina sekitar pukul 6.00 pagi.


Sama seperti di tenda Mina, di tenda Arafah kami juga gabung dengan jamaah asal Yaman, Sudan, Mesir, Jordania, dan Suriah. Makanan tidak disediakan, tapi kami bawa banyak cemilan dan buah-buahan. Jamaah asal negara lain tak segan berbagi makanan dengan kami. Di Arafah, makanan dan minuman amat melimpah. Bertruk-truk air mineral, jus kotak , snack, bahkan makanan kotakan dibagikan pada jamaah haji. Perusahaan atau perorangan seperti berlomba mengais pahala hari itu. 



Wukuf

Inilah inti dari haji. Melaksanakan wukuf di Arafah. Tidak sah haji seseorang jika tidak melaksanakan wukuf. 


Arafah merupakan sebuah padang yang luas sebelah timur kota Mekkah. Setiap tahun, jutaan jamaah haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul di tempat ini. Menanggalkan status sosial, karena semua berpakaian sama. Ihram. 


Mungkin seperti inilah gambaran padang Mahsyar. Di mana seluruh manusia kelak dikumpulkan setelah dibangkitkan untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuat di dunia. 

Hari itu menjadi sangat istimewa. Masih belum percaya rasanya berada di tengah jutaan manusia karena proses keberangkatan kami berdua (saya dan suami) yang terhitung mendadak. Di tempat yang jutaan ratusan ribu orang lainnya rela mengantri bertahun-tahun untuk bisa berada di sini. Tempat dimana do'a-do'a diijabah, dan ampunan Allah S.W.T diturunkan disaksikan para malaikat...



"Hai malaikat-Ku! Apa balasan (bagi) hamba-Ku, ia bertasbih kepada-Ku, ia bertahlil kepada-Ku, ia mengangungkan-Ku, ia mengenali-Ku, ia memuji-Ku, ia bershalawat kepada nabi-Ku. Wahai para malaikat-Ku! Saksikanlah, bahwasanya Aku telah mengampuninya. Aku memberi syafaat (bantuan) kepadanya. Jika hambaku memintanya tentu akan Kuberikan untuk semua yang wukuf di Arafah ini" (Imam al-Ghozali)


Jabal Rahmah pada hari Arafah
Credit


Catatan Selanjutnya...  Menyiapkan 'Senjata' di Muzdalifah


Advertisement

1 comments:

Elah bali said...

DULUNYA AKU TIDAK PERCAYA SAMA BANTUAN DARI
PERAMAL TOGEL,TAPI SEKARANG AKU SUDAH PERCAYA
KARENA SAYA SUDA MEMBUKTIKA SENDIRI.KARNA ANGKA
YG DIBERIKAN 4D ( 8939 )BENAR2 TEMBUS 100% ALHAMBUHLILLAH
DPT 670.JUTA.DAN SAYA SELAKU PEMAIN TOGEL,DAN KEPERCAYAAN
ITU ADALAH SUATU KEMENANGAN DAN SAAT SKRAG SY TEMUKAN
ORANG YG BISA MENGELUARKAN ANGKA2 GAIB YAITU AKI atau kilk di SIINI BOCORAN TOGEL HRI INI 2D 3D 4D 5D 6D MANGKUBONO
JIKA ANDA YAKIN DAN PERCAYA NAMANYA ANGKA GOIB ANDA BISA
HUBUNGI LANSUNG AKI. DI NOMOR INI [[[ 085 203 333 887 ]]] SAYA
SUDAH BUKTIKAN SENDIRI ANGKA GOIBNYA DEMI KEYAKINAN ANDA DisiniII SEMOGA ANDA BISA SEPERTI SAYA SEKELUARGA. BELI RUMAH πŸ†—πŸ†—πŸ†—πŸ•πŸ•πŸ•πŸ•πŸ•πŸ’°ARTIKEL INI SANGAT MEMBANTU GAN..
SILAHKAN MAMPIR

Follow by Email

Copyright © Ellys' Notes | Powered by Blogger | Theme by NewBloggerThemes.com

About // Contact // Privacy Policy